Rabu, Januari 05, 2011

Mengenang Ayah

Hari ini aku diingatkan kembali tentang dedikasi, keseriusan dan kedisplinan ayah, Papa ku tercinta alm. Vincentius Hardjito.

Selesai visit pasien di ruangan, aku bertemu dua orang dokter senior. Yang satu adalah dokter di Rumah Sakit St Elisabeth, tempatku bekerja dr. Alfred C. Satyo dan satu lagi adalah mantan dosen Mikrobiologi Klinik dari Fakultas Kedokteran USU dr. Sofyan Loebis.

Mereka saya lihat sedang mengobrol di lorong dan ketika saya mendekat dr. Alfred memanggil saya.

"Ini dr. Maria, tahu siapa Bapaknya ?" kata dr. Alfred sambil memandang dr. Sofyan Loebis.

Saya langsung menyahut sambil bercanda, " Ya...gak mungkin lah ketahuan dari wajah saya siapa Bapak saya"

"Bapaknya dosen Fisika kita dulu, Ir. Hardjito" sambung dr. Alfred.

"Oh kalau beliau tahu lah saya" kata dr. Sofyan.

"Yang tinggal di Kampung Baru kan..? sambungnya lagi.

Ayah saya ditahun 60an memang pernah diminta mengajar di Fakultas Kedokteran USU. Saat itu FK USU baru buka dan mereka kekurangan dosen sehingga banyak memakai dosen tamu dari luar, salah satunya dari AVROS, suatu lembaga penelitian perkebunan yang pada masa itu banyak memiliki tenaga-tenaga ahli dari Belanda.
"Yang saya ingat beliau ngajar Fisika hari Jumat sore dan kami ada tiga itu yang muslim selalu permisi untuk sholat pada jam kuliah" mengalir cerita dari dr. Sofyan.

Aku mendengar dengan seksama, senang rasanya mendengar cerita tentang mendiang yang tidak pernah diceritakan olehnya sendiri.

"Dan selesai sholat kami masuk lagi" lanjut dr. Sofyan

"Tapi sekali, sesudah sholat ada yang nyelonong ikut masuk ruang kuliah bersama kami karena terlambat, langsung di suruh keluar karena ternyata beliau ingat bahwa si pengekor tadi bukan termasuk rombongan yang sholat"

"Ingat rupanya beliau itu...diperhatikannya rupanya.." sambungnya lagi sambil tertawa.

Saya pun ikut tertawa mendengarnya.

"Iya, beliau memang disiplin soal jam kuliah, kalau terlambat tidak bisa masuk lagi" sahut dr. Alfred.

"Oh kalau saya, yang paling saya ingat waktu sekali kami datang ke rumah Pak Hardjito, kami ditawari Sherry (minuman beralkohol)" sahut dr. Alfred. Kalau cerita ini sudah berulang kali diceritakan dr. Alfred pada ku.

Yah, dimana-mana kedisplinan ayah ku lah yang paling diingat orang.
Tapi kami di rumah rasanya biasa-biasa sajalah, memang ada waktu main, tidur atau belajar tapi tidak pernah seketat itu sampai misalnya kalau dilihat masih membaca pada waktu tidur lampu langsung dimatikan.

Beberapa waktu lalu lalu dalam kesempatan mengikuti seminar di Jakarta saya juga bertemu dengan murid mendinag yang lain, Prof. Santoso Karo-karo, seorang Ahli Penyakit Jantung di Rumah Sakit Jantung Harpan Kita.
Saat bertemu dengan beliau di kolam renang Hotel Borobudur, kami terlibat obrolan ringan tentang renang. Lalu saya sempatkan cerita kalau dulu mendiang ayah saya adalah pasiennya. Ketika saya sebut nama ayah saya, beliau sempat kaget,

"Ah..salam lah kita.." katanya.

"Pak Hardjito saya ingat sekali, dosen Fisika kami itu, orangnya tegas dan disiplin" sambungnya lagi.

Yah, bangga lah saya bahwa orang sekaliber Prof. Santoso Karo-karo masih ingat dengan ayah saya.

Itu lah sebagian dari cerita-cerita orang tentang ayah saya.

Saya tidak tahu apakah saya nanti setelah saya tiada di dunia ini, bisa dikenang seperti itu.
Well, at least tulisan ini bisa menjadi salah satu yang bisa dikenang orang tentang saya.

0 komentar: