Interaksi selanjutnya dengan rumah sakit ini adalah di tahun 1981 saat aku masih duduk di bangku SMP. Suatu hari Papi terserang stroke dan harus dirawat di rumah sakit. Rumah sakit mana lagi kalau bukan Rumah Sakit Santa Elisabeth. Selama Papi dirawat, setiap hari ada Suster yang datang menyapa, senang sekali rasanya.
Tahun-tahun sesudahnya, ada saja yang membuat aku sering datang ke sana. Opa dan Oma Sei Kera beberapa kali harus masuk rumah sakit. Lalu ada teman sebangku ku di SMA yang sakit dan dirawat di sana.
Ingat sekali aku, waktu kami beramai-ramai dengan teman-teman sekelas di SMA ingin menjenguk teman sebangku ku si Juliana Saragih itu, kami dihadang seorang petugas keturunan India yang tinggi besar. Suaranya menggelegar, " Tidak bisa masuk, ini bukan jam bertamu, keluar..!!"
Aduh...sakit sekali hati ini kami yang datang dengan niat tulus untuk menjenguk teman yang sakit diusir seperti itu. Tapi kami yang anak-anak baik itu tidak berani protes, melangkah keluar dengan kepala tertunduk. Batal lah kami menjenguk si Juliana. Itu lah pengalaman menyedihkan pertama yang aku dapat selama aku mengenal Rumah Sakit Santa Elisabeth.


0 komentar:
Poskan Komentar