Senin, November 24, 2008

Kemesraan kami


Foto ini merupakan foto paling favorit diantara foto-foto keluarga kami yang lain. Pertama karena jarang sekali kami difoto lengkap berlima, kedua karena di mataku foto ini sangat cerah warnanya. Tapi yang utama karena di foto itu Papi merangkul Mami dan aku, 2 wanita yang ada dalam hidupnya. Senang sekali rasanya. Maklum jarang sekali Papi menyatakan perasaannya dengan pelukan atau rangkulan.

Aku ingat foto ini diambil waktu kami liburan ke Prapat bersama seorang tamu dari Inggris, aku lupa namanya dan dia lah yang mengambil foto ini. Thanks to him, otherwise I will not have a picture with all of the family member.


Ya, boleh dikatakan kami cukup sering dibawa berlibur oleh Papi dan Mami, kalau tidak ke Berastagi ya ke Prapat. Bahkan pernah ke Sidikalang mengunjungi Mr. Muller yang mengelola pabrik minyak nilam di sana.
Sebelum memasuki kota Sidikalang, di sebelah kiri jalan ada air terjun yang tidak terlalu besar tetapi cukup indah untuk dilewatkan begitu saja.
Kami berhenti dan kemudian Papi turun mendekati air terjun tersebut untuk merasakan dinginnya air. Ah...waktu itu aku khawatir sekali Papi terpeleset dan jatuh lalu terbawa arus sungai Lau Renun yang deras itu.


Bulan Agustus 2008 yang lalu, saat dalam perjalanan ke Tele, kami melewati air terjun tersebut, dan kepada anak-anak Tita dan Tanti aku ceritakan kisah keberanian kakek mereka...hahaha

Gitu aja dibilang berani ya...?


Cerita-cerita soal minyak nilam...hmm...aku senang sekali wangi minyak nilam ini. Wangi minyak nilam selalu melekat di tubuh Papi kalau Papi pulang dari kantor. Aku tidak tahu tapi mungkin dulu Rispa sempat punya penyulingan minyam nilam sehingga tubuh Papi pun harum minyak nilam.

Kalau tahu aku dimana bisa dibeli minyak nilam, mau lah aku..untuk mengobati rinduku pada Papi.

0 komentar: