Jumat, Juni 08, 2012

Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ. Uskup Pribumi Pertama Indonesia

Sejak kemarin, Film "Soegija" arahan sutradara Garin Nugroho telah diputar di jaringan Cinema 21 di berbagai kota di tanah air. Sebagai umat Katolik, saya sudah lama mengagumi beliau (dari cerita almarhum ayah)sebagai tokoh Katolik yang telah diakui sebagai Pahlawan Nasional sesuai SK Presiden RI no, 152 tahun 1963, tertanggal 26 Juli 1963. 

Dibawah ini kutipan berita tentang pelantikan beliau dari Suara Merdeka yang terbit Jumat, 17 Nopember 1961.  

Suara Merdeka, Djumat 17 Nopember 1961
MGR. ALBERTUS SOEGIJAPRANATA SJ hari Rabu petang jbl. telah dilantik sebagai Uskup Agung Semarang. Pelantikan dilakukan oleh Mgr. Dr. Luigi Conti - Charge d’Affaires kedutaan Vatican di Indonesia, di Kathedral Randusari Semarang, Mgr. Soegijapranata menudju ke Kathedral Randusari dengan berdjalan kaki dari tempat kediamandja didjalan Pandanaran diikuti oleh para Imam wakil2 dari seluruh wilayah keuskupan Agung Semarang para Uskup dari Surabaja, Malang dan Purwokerto. Dalam perarakan ini Mgr. Soegijapranata sendiri didampingi oleh Mgr. Dr. Luigi Conti. Disepandjang djalan jang menudju Khatedral Randusari berderet2 dengan teraturnja barisan Pramuka, barisan Militer, peladjar dan mahasiswa. Turut memeriahkan suasana pelantikan itu blaas-muziek dari Bruderan Karangpanas. Pelantikan Mgr. A. Soegijrapranata SJ mendjadi Uskup Agung Semarang Rabu petang itu dilakukan dalam suatu upatjara chidmat. Ketika Mgr. Soegijapranata jang didampingi Mgr. DR. Luigi Conti dan iring2an para imam itu memasuki Khatedral Randusari terdengarlah njanjian sutji. ,,Eeee Sacerdos” dibawakan oleh gabungan koor seluruh Semarang, kemudian sesampainja Mgr. Soegijapranata dimuka altar paduan suara membawakan lagu ,,Veni Creator”. Selesainja paduan suara tsb mulailah upatjara pelantikan, dimana mula2 Mgr. Soegijapranata dipersilahkan duduk disebelah kanan altar kemudian disusul Pastor B. Schouten SJ selaku sekretaris MGR. Luigi Conti membatjakan konstitusi Apestolik dalam bahasa latin. Selesai pembatjaan itu Mgr. Soegijapranata diantar oleh Mgr. Luigi Conti menudju ketempat duduk resmi monseigneur disebelah kiri altar. Ditempat duduknja resmi disebelah kiri altar itu Mgr. Soegijapranata kemudian dikalungi dengan ,,Pallium” sebagai tanda djabatan Uskup Agung pemberian Sri Paus oleh Mgr. Luigi Conti. Pidato pelantikan diberikan Mgr. Luigi Conti dalam bahasa Perantjis. Selesai upatjara ini para imam madju seorang demi seorang memberi hormat kepada Uskup Agung dengan mentjium tjintjin Mgr. Soegijapranata setjara bergiliran. Upatjara pelantikan tsb ditutup dengan paduan suara ,,Te Deum” jang artinja memuliakan Tuhan. Tampak hadir pada pelantikan Uskup Agung itu panglima kodam VII/Diponegoro itu Brigdjen Sarbini, Wk. Kepala Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Paku Alam, Komandan Kodim Semarang Letkol Sudjono, Komandan Brigif 5 Letkol Jasmin Singomenggolo, Residen Kedu Moh. Saleh dan beberapa pedjabat lainnja. Upatjara ini kemudian dilandjutkan dengan suatu malam resepsi digedung ,,Suka Sari”. Presiden kirim kawat. Berhubungan dengan dilantiknja Mgr. Soegijapranata sebagai Uskup Agung Semarang itu telah diterima utjapan selamat presiden Sukarno jang berbunji sbb : ,,Atas nama Pemerintah Republik Indonesia dan atas nama diri pribadi saja, mengutjapkan kegembiraan dan utjapan selamat kepada monseigneur bahwa monseigneur telah diangkat mendjadi Uskup Agung di Indonesia. Rakjat Indonesia dan pemerintah RI jang berdasarkan Pantjasila sungguh merasa bangga, bahwa seorang putera Indonesia telah diangkat mendjadi Uskup Agung di Indonesia. Bersama2 dengan ummat Katholik Indonesia kita mendjalankan perdjuangan membebaskan seluruh tanah air dari pendjadjahan, menjusun satu Negara Kesatuan Republik Indonesia antara Sabang dan Merauke jang kuat sentausa, membina didalamnja satu masjarakat jang adil dan makmur bagi seluruh warga negara dan jang memberi kebebasan dan kesuburan bagi segala agama. Moga2 monseigneur selalu diberkati oleh Tuhan, Tuhan sekalian manusia”. Demikian Presiden Soekarno. Djuga telah diterima kawat2 utjapan selamat Menteri Agama Wahib Wahab, Menteri Perdataan Chaerul Saleh, WAKASAD Letnan Djendral Gatot Subroto, Gubernur Djateng Mochtar, Sultan Hamengku Buwono IX, Sunan Paku Buwono XII, dll. Dalam sambutannja pada malam resepsi digedung ”Suka Sari” Mgr. Soegijapranata antara lain mengatakan, bahwa pembangunan mental dan rochani warga negara Indonesia jang berdasarkan Pantjasila, diperkuat oleh azas2 agama adalah suatu petaruh dan djaminan akan lantjarnja pelaksanaan pembangunan semesta berentjana. Sebab manusia jang berbadan dan berdjiwa, berbudi dan berkehendak jang merdeka, bernafsu dan bertjita-tjita rasalah jang merupakan subjek segala pembangunan masjarakat. Setelah mengutjapkan sjukur dan rasa terima kasihnja berhubung pelantikan atas dirinja itu Mgr. Soegijapranata achirnja mengharapkan, semoga terbentuknja Hararki Geredja Katolik di Indonesia itu sungguh2 memperkuat pembangunan mental dan rohani, jang melantjarkan pelaksanaan pembangunan semesta berentjana jg ditjita2kan oleh bangsa kita dewasa ini. Sebelum itu waktu di Kathedral Randusari Mgr. Soegijapranata djuga telah memberikan sambutan singkat ditudjukan kepada Mgr. Dr. Luigi Conti, pedjabat2 pemerintah, rohaniwan dan rohaniwati serta segenap umat Katholik. Malam resepsi digedung ”Suka Sari” itu berlangsung tjukup meriah, diisi dengan tari2an dan koor. (Depo Arsip-Pusda SM) 

(Sumber : www.suaramerdeka.com)

Tidak ada komentar: