


Sekian lama bertemu di kolam renang, dengan problem yang mirip-mirip (ada karena HNP, ada karena Osteoarthritis) membuat kami kompak dan akrab. Ada 5 perempuan dengan rentang usia antara 45 sampai 80 tahun yang selalu rajin meluangkan waktunya di pagi hari untuk berenang secara aktif minimal 2 sampai 3 kali per minggu. Semua saling mendorong untuk tidak sekedar datang dan menggosip di pinggir kolam. Jadi waktu reses hanya saat masing-masing sudah menyelesaikan putarannya minimal 5 kali di kolam berbentuk lagoon yang berukuran panjang kira-kira 20 meter itu. Dari antara mereka hanya saya lah yang paling cepat datang dan kadang lebih duluan pulang. Tapi begitu pun kami selalu kompak dan merindukan. Beberapa waktu lalu ada yang menikahkan anaknya dan di sana lah kesempatan kami untuk bertemu dalam suasana yang berbeda.
Hanya saja sudah 2 hari ini kami tidak bertemu karena kolam renang kotor. Kecewa sekali rasanya..
Tapi tadi pagi ada sesuatu yang menarik terjadi.
Seorang bapak dan istrinya terlihat juga kecewa seperti saya karena tidak bisa berenang. Saya belum pernah melihat mereka di kolam.
Mungkin karena sama-sama kecewa kami kemudian terlibat percakapan. Kemudian saya ketahui kalau si bapak harus renang karena problem punggungnya, lagi-lagi penyakit tiga huruf itu HNP. Lokasinya sama dengan lokasi HNP saya. Lalu dia cerita kalau dia sering mencari info tentang penyakitnya di internet dan ada blog yang mengulas tentang itu. Penulisnya bernama Maria, yang menceritakan tentang pengalamannya sembuh karena renang...bla...bla...bla..
Karena sekarang semua bisa menulis blog jadi rasanya tidak mungkin yang dimaksudnya blog saya. Tapi lama-lama deskripsinya koq makin mendekati blog saya.
Saya kaget juga, tidak menyangka. Lalu saya tersenyum, sambil mengatakan kalau saya lah itu.
Akhirnya obrolan diantara kami bertiga makin melebar.
Saya sendiri sih senang sekali kalau ternyata blog saya bisa jadi inspirasi buat sesama penderita HNP, untuk tidak menyerah.
Tetap semangat buat semua...
Sampai ketemu di kolam renang...!
Hanya saja sudah 2 hari ini kami tidak bertemu karena kolam renang kotor. Kecewa sekali rasanya..
Tapi tadi pagi ada sesuatu yang menarik terjadi.
Seorang bapak dan istrinya terlihat juga kecewa seperti saya karena tidak bisa berenang. Saya belum pernah melihat mereka di kolam.
Mungkin karena sama-sama kecewa kami kemudian terlibat percakapan. Kemudian saya ketahui kalau si bapak harus renang karena problem punggungnya, lagi-lagi penyakit tiga huruf itu HNP. Lokasinya sama dengan lokasi HNP saya. Lalu dia cerita kalau dia sering mencari info tentang penyakitnya di internet dan ada blog yang mengulas tentang itu. Penulisnya bernama Maria, yang menceritakan tentang pengalamannya sembuh karena renang...bla...bla...bla..
Karena sekarang semua bisa menulis blog jadi rasanya tidak mungkin yang dimaksudnya blog saya. Tapi lama-lama deskripsinya koq makin mendekati blog saya.
Saya kaget juga, tidak menyangka. Lalu saya tersenyum, sambil mengatakan kalau saya lah itu.
Akhirnya obrolan diantara kami bertiga makin melebar.
Saya sendiri sih senang sekali kalau ternyata blog saya bisa jadi inspirasi buat sesama penderita HNP, untuk tidak menyerah.
Tetap semangat buat semua...
Sampai ketemu di kolam renang...!


2 komentar:
Ibu Maria yth:
Terima kasih atas tulisan ibu yang menceritakan pertemuan ibu dengan saya dan isteri. Senang rasanya bisa ketemu ibu di darat, karena selama ini saya belum mengenal ibu dan hanya follow blog ibu saja. Terima kasih buat informasi yg ibu sampaikan dan terima kasih juga buat sukun goreng yang ibu berikan pagi itu kepada isteri saya, meskipun saya belum kebagian, he he he, you are kind of us. Memang pagi itu rasa kecewa sudah memuncak melanda diri saya, masalahnya mulai saya mendaftarkan diri menjadi member yaitu tiga hari sebelumnya langsung saya berturut-turut datang setiap pagi karena saya harus berenang untuk mengatasi HNP yg saya derita tapi tetap saja tidak bisa karena pembersihan lumut di dasar kolam, artinya saya member kolam renang tapi belum pernah menyentuh air. Forget it, O ya bu, tadi pagi saya sdh berenang walaupun harus menunggu pembersihan lumut selama 45 menit, saya sdh sangat lama tidak berenang, untung saja tidak lupa. Saya berenang menggunakan gaya bebas dan tidak terlalu lama kurang lebih 20 menit dan selesai berenang saya ngantor, duduk di kursi dgn menggunakan lumbal support. Saat ingin berdiri terasa nyeri yg sedikit lebih menggangu dari nyeri sebelumnya, apakah ada kemungkinan peningkatan rasa nyeri tsb akibat berenang yg saya lakukan, mohon pencerahannya ya bu, thanks, gbu. (Dari : Pak Bangun di Medan)
Hallo Pak Bangun,
saya pun senang sekali bisa langsung bertemu dengan pembaca blog saya, yang ternyata orang ga jauh, mengingat nyonya adik dari sejawat saya. Saya tadi pagi juga sempat renang meski air nya belum terlalu baik. Habis sungguh tidak enak bawaan badan saya karena seminggu tidak renang.
Tentang nyeri yang Bapak rasakan, apakah saat berenang tadi ada terasa nyeri ? Untuk bapak, saya sarankan perlahan-lahan saja dulu. Tidak usah dipaksakan, mengingat sudah lama bapak tidak renang.
Saya dulu juga begitu koq pak..
Ok deh, tetap semangat ya pak Bangun, salam buat ibu. Tadi pagi saya bawa sukun lagi lho. :)
Selamat bergabung di Klub Renang HDTI Pak...
Poskan Komentar