Selasa, Agustus 09, 2011

Takdir Penderita HNP

Saya baru saja kembali dari tugas selama 6 hari di Manado.
Tadi pagi saat buka email, saya melihat ada 1 email yang masuk di inbox saya. Email tersebut berasal dari seorang penderita HNP yang mempostingkan komentarnya di blog saya "Akar ku" di posting "Renang dan Hernia Nucleous Pulposis"
Ini bukan komentar yang pertama yang saya terima terkait posting tersebut di blog saya. Sudah ada beberapa komentar sebelumnya yang masuk dari teman-teman di dunia maya yang memiliki kondisi penyakit yang sama dengan yang saya miliki.
Tapi komentar yang ini sungguh menggugah perasaan saya untuk menuliskan posting ini.
Sebut saja si A adalah seorang mantan penderita HNP. Dia sudah menjalani operasi yang dikenal dengan sebutan Laminectomy sebagai terapi untuk HNP nya beberapa tahun yang lalu.
Tapi belum lama ini mungkin karena lalai, dia mengangkat barang yang berat sehingga keluhan yang sama datang lagi.
Yang memprihatinkan saya dari postingnya adalah rasa takutnya mengingat saat ini dia sudah berkeluarga dan punya anak yang masih kecil.
"Sungguh tak pernah ada rasa takut yang seperti ini, saat ini saya sudah berkeluarga, dan anak saya yg berusia satu tahun sedang sangat lucu2nya. Saya sedih karena kemarin saya tak mampu menggendongnya" , begitu tulisnya.

Bagi yang tidak pernah merasakan sakitnya HNP ini mungkin apa yang disampaikan oleh si A ini sulit untuk bisa dipahami, tapi bagi saya sungguh membuat saya teringat akan rasa sakit yang saya alami, perasaan takut karena tak mampu bekerja sementara anak-anak membutuhkan saya.
Tentu berat baginya sebagai seorang ayah yang melihat anak yang sedang lucu-lucunya, ingin direngkuh dan digendong tapi tidak mampu karena sakitnya.

Lalu saya pun membalas postingnya, mencoba memberi saran bahwa HNP tidak harus membuat dia tidak bisa menggendong anaknya. Ada banyak cara untuk tetap bisa menggendong si kecil.

Lalu saya teringat pada diri saya sendiri.
Puji Tuhan bahwa setelah 4 tahun pasca HNP yang kedua kalinya, saya bisa bekerja dan beraktivitas dengan baik.
Malah waktu tugas di Manado saya sempat snorkling di Bunaken, melihat kehidupan bawah laut yang indah.
Sungguh sulit dipercaya, karena 4 tahun yang lalu saya pernah tidak bisa turun dari tempat tidur, jalan dengan nyeri seperti disayat-sayat, jalan pun harus menyeret kaki yang sakit, duduk salah, berdiri pun salah. Bahkan pernah tidak sanggup tidur terlentang dan harus tidur telungkup.
Yah..Tuhan memang Maha Penyembuh...

Sekarang, meski tetap tidak bisa terlalu lama duduk, terlalu lama berdiri dan tidak bisa terlalu lama jongkok dan kadang-kadang merasakan pegal di tungkai serta perasaan bengkak dan kaku pada betis, saya sangat bersyukur bahwa saya secara umum sudah pulih.
Tapi saya tetap harus menjaga diri : tidak lagi mengangkat barang berat sembarangan, memperhatikan posisi duduk, tetap renang selama setengah jam sebanyak 2 atau 3 kali seminggu. Bahkan kalau saya harus tugas di luar kota, saya selalu membawa perlengkapan renang bersama saya.

Saya harap semua penderita HNP atau mantan penderita HNP tidak lupa bahwa adalah takdir penderita HNP untuk melakukan aktivitas renangnya.

Tetap semangat buat sesama HNP-ers...!!

Kita pasti bisa pulih dan beraktivitas kembali...!!



3 komentar:

Anonim mengatakan...

Matursuhun mba Maria, saya beruntunmg pagi ini bisa membaca tulisannya menyangkut kesehatan. Sebenarnya saya juga ingin berkonsultasi ttg anak saya dimana saat lahir kontur wajahnya sempurna tp seiring dengan berjalannya waktu, saya ingat mulai TK, ada perubahan asimetric pada wajahnya. Kata para ahli ABM, adanya bawaan sejak lahir.
Saat ini anak saya tsb, palih besar dari 3 bersaudara, menjadi minder terhadap teman2nya.

Salam dari Bandung

Hotman
hotman@indonesian-aerospace.com

Maria Niniek mengatakan...

Salam Pak Hotman,

selamat datang di blog saya.
Waduh saya ikut prihatin dengan kondisi putranya.
Apa sudah dibawa ke dokter bedah plastik ?
saya yakin di Bandung banyak ahli bedah plastik yang bisa membantu>

semoga ada jalan keluar yang baik si sulung ya..
Salam buat si sulung..

Anonim mengatakan...

Memang penyakit hnp penyakit yg luar biasa sakitnya.sy merasakan bertahun thn..kadang hilang kdg muncul lg sakitnya,seiring dgn waktu,berat badan sy trus bertambah hingga 69kl dgn tinggi bdn 155cm.sakit saya kumat dan sakit luar biasa.sy udah terapi,mri+kontras,senam punggung.pd akhirnya sy baca blok, selain renang hrs diet.dgn diet alhamdulillah sy tdk di operasi.pdhl waktu itu di sarankan di disk fx. lela bogor