Kamis, Mei 07, 2009

Renang dan Hernia Nucleus Pulposus

Sudah 1 tahun lebih saya mempunyai kebiasaan rutin untuk berenang paling sedikit 3 kali seminggu sebelum saya ke kantor. Bukan karena ingin langsing karena saya pikir kalau badan emang sudah bernilai A (Ancur maksud saya) diapakan juga tetap A.
Saya renang karena ingin sehat karena saya punya problem dengan syaraf tulang belakang yang menurut literatur dan dokter, obatnya adalah renang.

Kalau orang awam menyebutnya sebagai syaraf kejepit, orang Jawa menyebutnya keceklik orang medis menyebutnya HNP, singkatan dari Hernia Nucleus Pulposis.
Suatu kondisi akibatnya bergesernya bantalan antar tulang belakang (vertebral disk) atau keluarnya materi inti akibat robekan dari dinding bantalan yang kemudian mengiritasi syaraf tulang belakang.
Keluhan dan gejala tergantung dari lokasi penekanannya dan setingkat mana syaraf yang mengalami penekanan.
Menurut statistik, HNP paling sering mengenai ruas tulang pinggang 4 dan 5 (Lumbal 4-5)dan ruang tulang pinggang 5 dengan tulang bokong 1 (Lumbal 5 - Sacrum 1.
Ya, saya pun mengalami penjepitan pada L4-L5 dan L5-S1.

Semua berawal ketika saya, bak superwoman, mendorong lemari hanya karena saya ingin merubah ruang tempat anak-anak belajar agar nyaman. Itu kejadian tahun 2005. Karena penekanan kearah kiri maka yang sakit dan terganggu adalah tungkai kiri.
Sakitnya minta ampun, saya sampai tidak bisa jalan. Kalau jalan harus menyeret kaki. Duduk adalah kegiatan yang sangat menyiksa saya. Baru 5 menit duduk saya sudah harus berdiri lagi. Jadi kalau sudah harus ke toilet untuk poep saya sudah keringat dingin duluan membayangkan saya harus duduk selama paling sedikit 10 menit, mana toliet itu keras pula dudukannya. Benar-benar tersiksa....
Dua minggu saya menderita tetapi dengan obat dan fisiotherapi akhirnya saya bisa jalan dan pulih. Tahun 2005 itu saya sudah mulai renang juga tapi tidak rutin dan lama-lama tidak renang sama sekali.

Akhir 2007, sebagai sekretaris panitia ulang tahun rumah sakit, saya capek sekali dan pada perayaannya saya banyak jalan ke sana ke mari menggunakan sepatu hak tinggi. Padahal itu pantangannya dan semua sepatu kerja saya yang berhak tinggi sudah disingkirkan dari rak berganti sepatu tidak berhak.
Satu minggu sesudahnya, saya yang lagi demen-demennya mengurus tanaman, dengan santainya mengangkat pot tanpa meminta bantuan. Lupa sudah sakit yang dirasakan tahun 2005 lalu.
Esoknya kumat lagi. Dari MRI, penyempitan sekarang ke arah sentral. Makanya keluhan saya rasakan tidak saja di tungkai kiri tapi juga di tungkai kanan.
Kalau dulu gambarannya hanya bulging (menonjol keluar) pada L4-5 dan L5-S1 maka kali ini gambarannya pada L4-5 sudah ada protrusi (keluarnya materi) dan tear (robekan) dari diskus intervertebra.
Alamak...benar-benar parah lah saat itu. Saya merasakan nyeri yang menjalar dari daerah bokong ke mata kaki serta kebas di 3 jari kaki saya (jari tengah, jari manis dan kelingking. Tidak ada kegiatan dan posisi yang nyaman, semuanya membuat nyeri.
Saya sempat dirawat selama 2 minggu, bed rest terus dan "dipasung" lagi dengan traksi. Jadi pinggang saya diikat kuat dengan sabuk dan dihubungkan dengan beban bantal pasir seberat 10 kg yang mengakibatkan sabuk tertarik. Dengan begitu diharapkan ruang antar tulang belakang melebar dan materi yang mengalami penekanan bisa kembali ke posisi semula. Jadi saya hanya tidur terlentang tanpa bisa miring ke kiri atau ke kanan. Minta ampun....
Selama berbaring saya hanya bisa berdoa, saya takut sekali lumpuh, saya memikirkan anak-anak yang hanya bergantung pada saya.
Dalam setiap helaan nafas karena sakit saya hanya bisa mengucapkan doa kerahiman Ilahi. Tuhan kasihanilah aku...Tuhan kasihanilah aku..
Tapi itulah ya, seperti makan cabe, hilang pedas lupa juga kita sama rasa pedasnya. Begitu juga saya, 1 minggu sembuh masih masa istirahat di rumah, tangan ini sudah gatal mau main tanah lagi.
Ya udah...kena lagi...opname lagi...
Kali ini benar-benar parah, saat berbaring saya hanya bisa mengangkat kaki saja sekitar 10 cm saja dari tempat tidur. Sakitnya pun semakin menjadi-jadi. Posisi yang sedikit membuat nyaman hanya lah berbaring telungkup.
Dokter syaraf akhirnya mengkonsulkan saya ke dokter bedah syaraf. Oleh dokter bedah syaraf dianjurkan operasi jika dalam waktu 2 minggu tidak ada perbaikan.
Kali ini saya benar-benar down, apalagi mendengar bahwa saya harus dioperasi.
Kalau memikirkan sakitnya, rasanya memang ingin cepat-cepat saja dioperasi agar sakitnya hilang.
Tapi beberapa teman sejawat menyarankan agar tidak usah operasi karena resikonya juga besar. Saya sempat dilanda kebingungan apalagi keluarga juga tidak mendukung saya untuk dioperasi.Untunglah seorang teman dokter fisiotherapi memberi saya support dengan memberi artikel-artikel yang menyatakan bahwa tidak semua HNP harus dioperasi.

Di hari dead line apakah mau operasi atau tidak saya masih belum bisa jalan tapi pagi itu saya ingin pergi berenang dulu. Pergi berenang saya tertarih-tatih pulang renang saya sudah bisa berjalan dengan lebih baik. Saya pikir ini pertanda baik.
Akhirnya saya putuskan untuk mencari second opinion ke Singapura. Saat itu saya tetapkan hati bahwa apapun yang disarankan dokter di sana akan saya laksanakan termasuk kalau operasi.
Akhirnya dari dokter bedah syaraf di Mount Elisabeth saya disarankan hanya berenang saja, tidak usah operasi, penekanan pada syaraf akibat HNP tidak seberapa parah.
Ya sudah saya kembali ke Medan dengan keyakinan saya pasti sembuh dengan renang.

Sejak itu saya mulai renang dan kali ini saya benar-benar komit untuk berenang terus, minimal 3 kali seminggu.
Hasilnya memang benar-benar baik meski tidak secara drastis.
Sampai sekarang sudah setahun lebih saya rutin renang.
Karena waktu yang terbatas, hanya satu jam mulai dari datang sampai keluar dari komplek kolam untuk bekerja, saya merasa harus benar-benar menggunakan waktu yang ada dengan baik.
Saat ini saya sudah bisa renang non stop selama setengah jam atau paling lama 45 menit. Awal-awal saya hanya mencoba 1 kali putaran, lalu saya tingkatkan perlahan-lahan hingga akhirnya bisa seperti sekarang.
Memang belum apa-apa tetapi bagi saya itu sudah jauh lebih baik.
Dan memang saya jadi ketagihan dengan renang. rasanya kalau tidak renang badan menjadi kaku dan malah mudah lelah.
Tadinya saya khawatir kalau saya renang sebelum ngantor, saya di kantor akan kecapekan dan mengantuk. Tetapi kenyataannya tidak. Malah kalau saya tidak renang, habis makan siang saya sudah kehilangan energi, bawaan mau tidur saja.
Menurut seorang dokter jantung, renang adalah olah raga yang paling baik untuk jantung dan juga sendi. Karena renang tidak memberi beban pada sendi olah raga ini lah yang paling bisa dilakukan hingga usia tua, dibandingkan olah raga lain.
Ya akhirnya saya yakin renang memang cocok untuk saya.

Di kolam renang Hotel Danau Toba tempat saya renang, banyak sekali saya bertemu dengan ibu-ibu yang berusia di atas 45 tahun umumnya juga punya keluhan yang sama meski tidak separah saya dan keluhan lain di lutut. Tetapi mereka mengakui bahwa renang memang membuat keluhan sakit banyak berkurang.
Memang secara statistik 3 dari 5 orang pernah menderita sakit pinggang dan 60% darinya adalah karena HNP.

Sebenarnya HNP bisa dicegah dengan memperhatikan beberapa hal berikut :
1. Melakukan latihan-latihan untuk mengencangkan otot perut untuk memberikan stabilitas yang lebih baik bagi tulang belakang, seperti renang, bersepeda statis dan berjalan ringan.

2. Gunakan teknik yang baik dalam mengangkat dan bergerak, seperti berjongkok saat akan mengangkat barang yang berat. Jangan membungkung dan mengangkat. Minta bantuan jika benda yang mau diangkat terlalu berat. Dekatkan benda yang diangkat ke arah dada

3. Perhatikan posisi duduk dan berdiri yang benar. Tidak duduk dengan bokong hanya menyentuh ujung kursi tapi letakkan seluruh bokong dengan punggung menyentuh sandaran kursi. Jangan duduk berselonjor karena akan memberi beban pada tulang punggung

4. Berhenti merokok. Merokok merupakan faktor resiko untuk artherosclerosis (pengapuran pembuluh darah) yang dapat menyebabkan sakit pinggang dan gangguan degeneratif pada tulang belakang.

5. Hindari stress, karena akan menyebabkan kejang pada otot-otot.

6. Pertahankan berat badan yang sehat. kelebihan berat badan pada daerah perut akan menyebabkan beban bagi tulang belakang.

Bagi pasien-pasien yang saya temui di rumah sakit maupun di praktek,saya lah contoh kasus bahwa HNP tidak selalu harus dioperasi. Dan saya selalu mengkampanyekan renang untuk kesehatan tulang belakang dan lutut.

Tapi diatas semua itu saya berterima kasih pada Tuhan bahwa saya akhirnya diberi kesembuhan. Rasanya tidak bisa dipercaya bahwa dari tidak bisa jalan akhirnya saya bisa berjalan dan beraktivitas lagi dan sekarang renang 40 menit nonstop.

Terima kasih Tuhan...

65 komentar:

Parilado mengatakan...

Sangat informatif dan edukatif. Namun belum jelas apakah HNP ini bisa disembuhkan secara tuntas?

Semoga Bu Maria bisa tabah dan sembuh. Hidup memang perjuagan dan perjalanan. Teruskan berenang!

Terima kasih untuk penjelasannya.

Rudy

Yohannes mengatakan...

Dik Maria,

Saya terharu baca ”renang dan HNP’. Uraian ini menunjukkan betapa manusia itu terbatas dan life is fragile. So we must handle it with care. Saya yang melihat langsung Adik terbaring di RS dan dipasang traksi 10 kg waktu itu sangat prihatin dan sedih. Saya ingat teman saya yang ada back pain (saya lupa apakah kena HNP), justru jadi lumpuh mulai dari pinggang hingga kaki. Kesedihan Adik bisa saya rasakan mengingat Tita dan Tanti masih sangat memerlukan dukunganmu. Belum lagi Adik tanpa suami. Tapi, eh biar ada suami belum tentu juga loh bisa tidak kuatir. Karena suami justru bisa nambah masalah kalo punya isteri lumpuh, he.. he..Untuk kondisi seperti ini diperlukan suami yang betul-betul setia dan penuh pengertian.

Oleh sebab itu kedepan, Adik harus ingat keterbatasan. Get help to move things that are heavy and maintain good position while sitting. Keep swimming! Walau tanpa teman (kadang bisa malas ya), lanjutkan! It is good for you.

Cheers,

Yohannes
(yang juga sering berenang untuk mengatasi insomnia)

elysabeth mengatakan...

met malam mbak...
nama aq Elysabeth..
aq boleh curhat kan mbak...

sejak awal bulan Januari 2009 kmaren aq divonis juga kena HNP L5/S1, sama halnya dengan mbak.
dan awalnya aq merasakan sakit di pinggang dan sampai ke kaki tungkai kanan. akhirnya, aq disarankan oleh dokter untuk melakukan MRI; dan hasilnya adalah HNP L5/S1.

mulai dari awal bulan Januari aq melakukan fisioterapi, namun aq berhenti pada bulan maret dikarenakan tidak ada kemajuan yang aq alami selama mengikuti fisioterapi tersebut...
namun aq disarankan oleh dokter ahli saraf untuk mengkonsumsi tiga jenis obat ( Forrest, Renadinac, and Radine). obat tersebut terus aq konsumsi sampai sekarang...

dan yang mau aq tanyakan kepada mbak:
1. apakah mengkonsumsi ketiga jenis obat tersebut akan menimbulka efek samping bila dikonsumsi dalam jangka lama???
2. aq juga memakai korset yang diberikan oleh ahli fisioterapi dari awal Januari sampai saat ini, namun pada saat saya konsultasi dengan salah seorang Shinsei; beliau menyarankan agar saya melepas (tidak memakai) korset tsb dan mengikuti terapi yang beliau tawarkan. saya jadi bingung, apa benar yang beliau katakan, secara mereka (ahli fisioterapi dan Shinsei) adalah orang yang ahli pada bidangnya masing2...
saya minta pendapat dari mbak mengenai penggunaan korset yang saya kenakan...
3. setelah membaca bloq mbak,mbak menulis bahwasanya renang adalah salah satu solusi yang mbak tawarkan pada orang yang terkena HNP. nah, saya mulai terinspirasi untuk melakukan olah raga tersebut.
namun, saya ragu mbak...
saya kan tidak ahli dalam berenang (amatiran, hehe...) apakah saya bisa juga mengalami kemajuan seperti yang mbak alami???

saya sangat berterima kasih bila mbak mau memberikan komentar dan saran kepada saya...

-GB....

Maria Niniek mengatakan...

Dear Elysabeth dan juga lainnya.
terima kasih sudah mampir di blog saya.

Khusus untuk Elysabeth saya harapkan Anda tetap kuat dan tabah. Semakin Anda stress maka rasa sakit akan semakin Anda rasakan. Jadi tenang dan berdoalah..
Saya coba jawab pertanyaan Anda sebatas kapasitas saya (yang kebetulan)adalah dokter umum tapi juga pasien HNP :-)
1. Tentang obat-obat yang Anda sampaikan; Forrest adalah obat relaksan(pelemas otot), Renadinac adalah obat anti sakit dan anti bengkak, sementara Radin adalah obat utk lambung yang diberikan karena obat-obat anti sakit dan anti radang umumnya bersifat mengiritasi lambung. Pemakaian obat jangka panjang tentu tidak baik dan sebenarnya bukan solusi. Pemakaian obat hanya berguna pada masa akut di mana pasien merasakan sakit.
2. Pemakaian korset juga dianjurkan hanya pada masa akut. Tujuannya adalah untuk menjaga agar pasien dapat mempertahankan posisi yang baik shg tidak memperparah kondisi yang ada.Untuk jangka panjang tidak dianjurkan karena sebenarnya diharapkan setelah rasa sakit dan kondisi akut sudah lewat, pasien harus melatih otot perut dan otot punggung serta membiasakan posisi dan postur tubuh yang baik.
Begitu juga dengan fisiotherapy, tindakan ini hanya membantu agar proses pemulihan semakin cepat.
3. Salah satu cara untuk memperkuat otot punggung dan perut adalah dengan berenang. Renang yang dianjurkan untuk HNP lumbal adalah gaya dada atau orang awam menyebutnya gaya kodok. Memang sulit kalau si penderita tidak bisa renang. Tapi Anda jangan putus asa, banyak pasien saya yang sudah sudah tidak muda lagi, karena menderita HNP mereka belajar berenang. Jadi kenapa Anda tidak mencoba untuk belajar berenang. Tidak ada kata terlambat juga untuk belajar, bukan...?

Selamat mencoba dan tetap berdoa agar diberi kesembuhan.

Salam

elysabeth mengatakan...

thanks ya mbak atas informasinya...

saya akan berusaha terus untuk sembuh.... ;-)

-GB...

Anonim mengatakan...

Salam HNPers.
Dengan membaca blog ini paling tidak saya dapat mengetahui bahwa sakit yg saya derita tidak sendirian, masih banyak HNPers lain selain saya.
Kalo diitung2 udah sekitar 7 bulan saya menderita HNP. tapi dengan berbagai terapi yg saya lakukan, penderitaannya sudah sangat berkurang.
So, bagi penderita HNP, jangan cepat putus asa, jangan lupa bahwa Tuhan memberikan yg termanis dalam hidup kita.
dari pengalaman kawan2 saya, terapi yg dilakukan berbeda2 dan kecocokan sangat menentukan, karena terapi tertentu belum tentu cocok untuk yg lain.
Jangan pernah menyerah untuk berusaha. Suatu saat kita akan dipertemukan diarena terapi.
Thanks mbak Maria

salam,
aat

Maria Niniek mengatakan...

Makasih sudah mampir bung AAT,

Jadi kan lah HNP sebagai sahabat kita maka kita tak akan terbebani..betul kan ?

Salam

f1v13n mengatakan...

Dear Mbak Maria,

Awalnya saya jatuh dari tangga dengan posisi duduk pd bln Sept'09. Saya merasakan nyeri pinggang kanan sampai ke tungkai kaki kanan.Saya divonis HNP L5-S1 pada bulan January 2010.
Sakitnya masih bisa saya tahan dengan meminum obat anti nyeri dari dokter.

Bulan Februari saya mulai melakukan fisioterapi (SWD, USD, Tens, & Traksi)setiap hari, namun saya berhentikan pada bulan April karena tidak ada kemajuan. dan dokter menyarankan untuk operasi.
Ortu & saudara tidak setuju karena resiko yg harus saya hadapi.

Setelah membaca Blog mbak, Saya bersyukur pada Tuhan, bahwa HNP bisa sembuh dengan renang. Saya terinspirasi untuk melakukannya. Saya mulai renang dengan gaya dada sesuai dengan saran yg Mbak Maria berikan ke Elysabeth. Namun, sehabis renang saya masih merasakan sakit. ada beberapa hal yg saya tanyakan ke Mbak Maria:

1. Berapa lama renang yg disarankan? (karean saya binggung, mbak. Awalnya saya pikir bisa renang semakin lama, semakin baik. hasilnya malah syaraf dari bawah pantat hingga ke mata kaki sakit kalo dibuat jalan).
Saya butuh saran dari Mbak Maria dlm hal ini.

2. Saya berusaha untuk tidak minum obat anti nyeri lagi sejak bln lalu, karena takut ada efek sampingnya. Apakah saya sebaiknya konsumsi obat(Pronalges 200 CS 200 & Mucosta) jika saya masih merasakan sakit?

3. Saya tidur dengan posisi lurus tanpa bantal & guling. Apakah itu merupakan posisi tidur yg benar untuk HNP?


Saya sangat berterima kasih bila Mbak Maria mau memberikan saran untuk saya.

GBU..

Maria Niniek mengatakan...

Dear f1v13n,
Thanks sudah mampir di blog saya.

Baiklah saya coba menjawab prtanyaan Anda ya..
Anda bertanya berapa lama renang yg disarankan? Apakah maksud Anda berapa lama renang dilakukan atau sampai berapa lama harus renang sampai kita sembuh ?
Utk masa akut di mana rasa sakit masih sangat terasa, tentu tidak dianjurkan untuk berenang. Pengobatan masa akut adalah istirahat dan medikamen/obat-obatan bersama fisioterapi. Setelah 2 minggu baru boleh aktivitas fisik ringan, termasuk renang. Untuk start awal tentu tidak usah terlalu lama cukup beberapa kali gerakan. Jika sakit hentikan.
Jangan memaksakan diri. Ulangi renang 2 atau 3 hari kemudian.

2. Jika Anda bisa tanpa obat tentu baik, tapi jika sakit sekali tentu obat sangat membantu. Efek samping obat penghilang rasa sakit umumnya adalah iritasi lambung, jadi waspada terhadap pemakaian jangka panjang.

3. Posisi tidur yang benar untuk HNP jika terlentang adalah dengan meletakkan bantal di bawah lipatan lutut agar tulang belakang di daerah panggul rileks. Tidak memakai bantal tidak baik untuk tulang leher. Jadi tetaplah memakai bantal yang tidak terlalu tinggi.

Demikianlah saran saya, semoga bermanfaat.
Semoga cepat pulih ya...!

Henny mengatakan...

Thanks atas informasinya ya, Mbak...^-^

Saya akan ikuti saran Mbak untuk renang 2 hari atau 3 hari sekali.
Saya pikir kalau renang setiap hari bisa cepat sembuh ternyata saya keliru. Minggu- minggu sebelumnya karena ingin cepat sembuh, saya renang setiap hari, hasilnya malah tambah sakit.:(

Saya akan terus berusaha untuk sembuh dengan renang, Mbak.

Thanks,
Henny
^.^

Thomas mengatakan...

Mba Maria, step-step yang harus dilakukan apa ya, bila terkena HNP(satu kaki kiri nyeri sampai pinggul) akibat tumit kiri menghantam pembatas jalan

Maria Niniek mengatakan...

Hi Thomas,
thanks sudah mampir.
Anda bertanya tentang step-stepnya bila kena HNP, well hal pertama yang perlu dilakukan bila merasakan nyeri akibat mengangkat barang adalah beristirahat, rebahkan tubuh di tempat yang keras dan rata. Tarik napas dari hidung dan buang nafas melalui mulut secara teratur. Hal ini membantu kita untuk rileks sehingga membantu mengurangi nyeri.
Beri kompres es pada daerah yang nyeri. Segeralah ke dokter untuk mendapat pengobatan selanjutnya.
Renang dilakukan jika masa akut sudah terlewati.
Mudah-mudahan ini menjawab pertanyaan Anda
Salam

Vilasa Cake and Cookies mengatakan...

Mbak,

Saya juga mengidap HNP L5-S1, right protruded disc L5-S1, Stenosis foramen kanan, kebetulan kena-nya sebelah kanan. Saya mau nanya waktu di mount elisabeth, mbak konsulnya ke dokter apa? neuro surgery atau neuro? atau dengan dokter siapa?
Saya sudah coba dengan hydrotherapy tetapi kok malah kerasa gak enak yah...? Tlg dibantu

Maria Niniek mengatakan...

Dear Vilasa cake n Cookies :)

trims sudah mampir dan sharing di blog saya.
Sebelumnya boleh kah saya tahu umur Anda ?
Saya waktu di singapura ke Mount Elisabeth, awalnya konsul ke seorg neurologist, tp kemudian direfer ke neurosurgeon.
Ttg hydrotherapy, sy kurang paham, bagaimana mskd Anda, apakah dengan berendam dalam air atau minum banyak air ?
Terima kasih

Salam HNPers

Vilasa Cake and Cookies mengatakan...

Dear Mbak Maria,

Saya baru berusia 30 th. Hydrotherapy ini adalah serangkaian gerakan yang dilakukan didalam air, kalau dokter yang membantu saya bilangnya traksi alami...ada tahapan sctretching/pemanasan dan tahapan traksi berupa lari di kolam yang dalam dengan diberikan pelampung pada bagian perut...jadi melatih otot perut dan punggung.Hampir mirip seperti renang, awal terapi sih tidak masalah akan tetapi 4 terapi terakhir malah membuat saya kesakitan. padahal saya sudah hampir 1,5 bulan tidak bekerja, jadi benar2 istirahat dan hanya membantu ortu saja dirumah melakukan pekerjaan ringan.Saya hampir putus asa,saya adalah tipe orang yang tidak bisa diam/workaholic...saya merasa minder dan stress berat menghadapi ini semua...Kalau saya boleh tahu apakah mbak maria adalah seorang dokter?

Maria Niniek mengatakan...

Dear Vilasa CnC (baiknya saya manggil gimana ya..? :))

Ya, saya memang seorg dokter, dan saya juga sempat stress ketika harus terbaring selama 2 minggu, karena saya punya 2 anak yang masih kuliah dan sekolah yang masih membutuhkan biaya, Itu yang membuat saya tidak mau menyerah, saya harus sembuh.
Hydrotherapy memang terkenal, saya bertanya krn saya mau memastikan bahwa hydrotherapy yang Anda maksud adalah kegiatan yang dilakukan didalam air, karena banyak yang mencampur adukan istilah tersebut untuk terapi minum air putih (saja). Padahal hydrotherapi adalah kedua kegiatan tersebut.
Anda mengeluh malah sakit sesudah melakukan 4 hydrotherapy, saya tidak memastikan mengapa, tapi mgkin krn Anda terlalu memforsir.
Apakah ada instruktor atau ada dokter sebagai pengawas ?

Terima kasih utk sharingnya ya, saya tertarik juga dgn hydrotherapy tapi renang rasanya lebih cocok untuk saya krn bisa membantu untuk relaks dan rekreasi juga.

Salam

allanbregas mengatakan...

Bu Dokter Maria,

Saya adalah mantan penderita HNP, saya memilih untuk dioperasi di Surabaya pada tahun 2008 setelah rasa sakitnya sudah tak tertahankan lagi, lokasinya di L4-L5. Minggu lalu rasanya HNP mengunjungi saya lagi setelah 3 tahun tak berjumpa, saat saya salah posisi mengangkat sepeda, gejalanya sama seperti dulu, hanya saja dulu jauh lebih parah saya tak bisa berjalan, kalaupun bisa, kaki kanan harus diseret, tak bisa bangun dari tempat tidur dll.
Sungguh tak pernah ada rasa takut yang seperti ini, saat ini saya sudah berkeluarga, dan anak saya yg berusia satu tahun sedang sangat lucu2nya. Saya sedih karena kemarin saya tak mampu menggendongnya.
Saya terlena karena meninggalkan olahraga yang sudah menjadi takdir penderita HNP yaitu berenang.
Bu Maria, saat ini saya giatkan berenang lagi, bila tak sempat pagi, saya lakukan malam, dan saya mencoba akupuntur utk meredakan nyeri. Apakah pengobatan akupuntur teruji dalam menyembuhkan HNP Bu ?
Mohon dukungannya Bu Maria, agar HNP ini segera berlalu tanpa operasi.

Maria Niniek mengatakan...

Dear Bung Allanbregas,

terima kasih sudah mampir di blog saya.
Saya ikut prihatin dengan kondisi terakhir yang Bung alami setelah operasi bbrp tahun yang lalu. Apalagi karena sampai tidak bisa menggendong anak yang sedang lucu-lucunya.
Tapi sebenarnya ada caranya. Coba lah jangan menggendong atau mengangkat si kecil dari lantai atau dari tempat tidur, tapi mintalah seseorg yang meletakkan dia dipangkuan BUng, sehingga kemudian Bung bisa menggendongnya. begitu juga saat hendak meletakkan dia, mintalah bantuan seseorang untuk megambilnya dari gendongan Bung, jangan Bung yang membungkuk untuk meletakkan dia.

Memang penderita HNP tak boleh terlena. Harus tetap menjaga kekuatan otot punggung dan perut dengan olahraga dan latihan-latihan untuk itu, serta memperhatikan sikap tubuh saaat mengangkat barang-barang yang berat, meski telah menjalani operasi.
Tentang akupunktur dalam beberapa kasus bisa membantu mengurangi nyeri.
Saya tetap menyarankan Bung berkonsultasi dengan dokter untuk terapi selanjutnya.
Yakin dan percaya bahwa Bung bisa sembuh tanpa operasi.
Semoga Tuhan memberi kekuatan dan kesabaran ya...

Salam

Vilasa Cake and Cookies mengatakan...

Dear Mbak Maria,

Apa kabar?
Beberapa waktu yang lalu saya sempat cerita mengenai HNP dan hydroterapi yang saya jalani...ternyata setelah membayar mahal-mahal hydrotherapinya GATOT alias GAGAL TOTAL.
Akhirnya saya banting setir, belajar berenang, awalnya memang berat untuk belajar berenang seminggu 2x renang kemudian bedrest 1 minggu full, jatuh bangun begitu awalnya, tapi saya gak mau menyerah dengan penyakit ini. Akhirnya saya sekarang kondisi sudah lumayan dan mulai membaik. Belajar berenang pun tidak sembarangan dan sangat tergantung pada guru renangnya, kebetulan guru renang saya sangat telaten dan pernah memiliki murid seorang ibu yang terkena skoliosis karena kecelakaan motor dan harus bedrest 6 bulan, dan bisa sembuh karena berenang. Saya pernah ganti guru renang lain karena pada saat itu guru renang yang biasanya berhalangan/sedang mens, wah gerakan dari guru baru ini malahan membuat menjadi kesakitan dan bertambah parah, padahal baru satu kali pertemuan.
Menurut saya untuk terapi HNP dengan berenang, pasien harus cermat mencari celah gerakan renang yang tidak melukai syaraf/otot, sekalipun kita sudah pandai berenang. Ada beberapa kasus yang saya temui dengan berenang ada yang bertambah parah, ini disebabkan karena keinginan sembuh dari pasien yang sangat besar, sehingga memforsir latihan renang,otomatis malah melukai syaraf.
Kebetulan saya baru belajar gaya bebas, lumayan membantu, rasa baal pada kaki saya mulai berangsur-angsur hilang, awalnya memang berat menjaga keseimbangan karena kaki saya yang kanan lebih baal dari pada yang kiri. Saya sempat putus asa pada awalnya, dengan berenang memang perubahan yang tampak tidak drastis, perlahan tapi pasti.
Saya sudah menjadikan HNP ini sebagai 'pacar tercinta' saya. Terima kasih buat mbak Maria atas inspirasi renangnya...saya bantu untuk iklankan renang sebagai alternatif terapi bagi HNPers...

allanbregas mengatakan...

Dokter Maria,

Setelah hampir satu bulan yang lalu semenjak saya menulis tentang rasa sakit yang saya alami karena HNP, Alhamdullilah, puji syukur kepada Tuhan, nyeri hebat itu mereda dan berangsur hilang, setelah saya berenang 3 kali dalam satu minggu dengan durasi 30 menit. Terapi akupuntur sedikit banyak membantu meringankan nyerinya.

Sebuah peringatan bagi saya, bahwa HNP dapat datang sewaktu2, manakala kita lengah mengatur posisi tubuh saat mengangkat sesuatu.

Pesan saya bagi para penderita HNP, rajin2lah berenang, setelah terasa enaknya, jangan meninggalkannya.

Terimakasih atas tanggapan atas pertanyaan saya yang lalu Bu Dokter Maria.

Salam.

Anonim mengatakan...

saya sangat terbantu dengan informasi dari mbak maria, saya terdiagnosa HNP baru sktr 3 bulan yang lalu( sudah MRI), tapi sakit yg saya rasakan sudah sekitar 7 bulan, penyebabnya adalah karena olahraga badminton ( HOBI), jadi udah hampir 10 bulan saya sakit, saya sudah therapi swd dan traksi di rumahs akit di yogyakarta, sudah 2 kali saya ke dokter syaraf dan dikasih obat ada 4 jenis, dan saya fikir saya tdk mau tergantung sama obat itu,
perkembangan dari therapi lumayan ada efeknya dan sekarang sudah saya hentikan, pertanyaan saya
1. apakah ada obat herbal yang bisa saya konsumsi untuk mempercepat kesembuhan HNP?
2. saya baru mau mencoba therapi berenang, tapi idealnya berapa kali dalam 1 minggu?karena waktu saya sangat terbatas ( seumpama 1 minggu 1 kali apakah itu bisa efektif?)
3. apakah HNP bisa sembuh total??

TERIMAKASIH

IMAN

Maria Niniek mengatakan...

Dear Bung Iman,
salam jumpa dan terima kasih sudah mampir di Blog saya.
Senang sekali jika tulisan saya bisa membantu dan membuka wawasan tentang HNP. mengenai pertanyaan Bung Iman. Pertama-tama saya ingatkan (juga untuk pembaca yang lain) bahwa HNP tidak mungkin sembuh total dalam arti kembali normal seperti semula tanpa operasi. Walau tidak semua HNP memerlukan operasi.
Hal ini yang perlu dipahami. Jadi sekarang kita lah yang harus menyikapi dengan menjaga agar kondisi akut bisa mereda dan tidak bertambah parah. ini mnjawab pertanyaan (3).
Nah..terkait pertanyaan (1) artinya obat herbal yang bisa menyembuhkan saya tidak yakin ada, tapi kalau untuk meringankan rasa sakit mungkin ada. Saya jawab "mungkin" karena saya sendiri tidak ahli tentang obat herbal.
Tentang frekuensi renang tentu sangat berhubungan dengan kondisi HNP. semasa akut cukup renang 1 kali seminggu dengan intensitas juga tidak terlalu tinggi. Pelan-pelan bisa ditingkatkan hinga 2 atau 3 kali seminggu. Kalau Bung Iman punya waktu hanya 1 kali seminggu, tidak apa-apa yang penting rutin. jangan karena itu malah jadi tidak renang sama sekali.
Ok ya...tetap semngat untuk hidup aktif ya...

agusriyanto mengatakan...

saya senang dengan artikel ini. kalau boleh ingin berkenalan karena saya mengalami masalah yang sama.

Agus Riyanto, Tangerang

Maria Niniek mengatakan...

Salam Bung Agus Riyanto, senang berkenalan dengan Anda.
Silahkan tanya apa saja dan saya akan berusaha membagi pengalaman saya dengan Anda.

Trims ya

siska mengatakan...

Salam kenal dokter Maria.
Saya Nana, atlit badminton. Saya didiagnosa terkena HNP L4-L5, L5-S1. Sudah 2bln ini saya brenti main badminton krn HNP. 2bln ini saya juga sudah fisioterapi dan akupuntur. Sudah 3 dokter syaraf yg saya minta konsultasi dan semua menyarankan operasi dan berenti main badminton. Saya pgn nanya,
Apakah setelah terapi renang, dokter dlm beraktivitas sehari2 sudah tdk merasakan nyeri lagi? Renang gaya apa yg cocok utk HNP? (soalnya ada yg blg gaya bebas, gaya katak tdk boleh karna menekan daerah HNP). Ada jg yg blg, harus gaya punggung atau gaya katak, krn kalo gaya bebas gerakannya terlalu berat untuk HNP. Saya jadi bingung. Semoga dokter bisa membantu saya dgn pengalaman dokter. Terimakasih. Tuhan memberkati

Maria Niniek mengatakan...

Salam kenal juga Mb Nana,
terima kasih sudah mampir di blog saya.
Saran untuk operasi memang saran yang paling gampang untuk penderita HNP, tapi operasi kiranya merupakan jalan terakhir dan dilakukan jika memang gambaran foto dan aktivitas fisik pasien sangat terganggu/terhenti karena HNP. Saya juga sempat disarankan untuk operasi tapi saya lebih memilih untuk fisiotherapy dan renang. Puji Tuhan sampai saat ini aktivitas masih tetap bisa berjalan lancar tapi tentu ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar. Nyeri dipinggang yang menjalar ke bokong, betis dan pergelangan kaki tidak saya rasakan lagi, kecuali jika saya melakukan aktivitas yang seharusnya dipantangkan, misalnya jongkong terlalu lama, mengangkat dan mendorong benda-benda yang berat, terlalu banyak melakukan aktivitas yang membungkuk. Jadi selama aktivitas tersebut saya jaga, nyeri 99% tidak saya rasakan.
Gaya renang yang cocok untuk penderita HNP adalah gaya dada atau biasa dikenal dengan istilah gaya kodok. Gaya bebas memang lebih berat, tp boleh dicoba sebagai selingan kalau kondisi HNP sudah lebih baik.
Saya sarankan Mb Nana tetap fisiotherapi selain berenang dan melakukan beberapa gerakan senam yang dianjurkan bagi penderita HNP. Bisa ditanyakan kepada dokter Rehabilitasi Medik atau fisiotherapist. Itu sangat membantu untuk jangka pendek dan jangka panjang. Olahraga badminton memang sebaiknya dihentikan saja karena banyak gerakan melompat yang merugikan tulang belakang.
Begitu lah kira-kira saran saya, semoga bisa membantu Mbak Nana.
Tetap semangat ya..
Tuhan memberkati !

Anonim mengatakan...

sya Shantri,
sy sdh 5 tahun mnderita HNP, bagian pinggang, pinggul dan leher,,
prtama x tahun 2007 wkt pelajaran jasmani SMA yg posisi roll depan,bu dok..tiba2 spulang sekolah sy nyeri,kmudian
Lumpuh 3 minggu,, ke dokter syaraf ,,dikasih obat anti
nyeri, fisioteraphy, sembuh,,

Jan 2009, kambuh lgi msk RS.Bethesda yogyakarta krn di sering di push-up senior,,dan tllu cape, rncana mo di MRI dan operasi, ortu g ijinin buat mri, jd q mnum obat2an n teraphy,srta istrht total,
suntik neurotropik, plus sering ke pmandian air panas,,
2 tahun ini smbuh dan tidak tidur lg di tripleks sperti 3 thun yg llu,,

Stelah itu 2 minggu llu Kambuh lgi gara2 kursi dikntor rusak, trus sy kaget n jatuh ,, eh lgsung nyeri lagi, n
besoknya kaki dua2x g bs gerak lgi,,
Ampe skrg dh lumayan,msih belajar jalan..
Pelan2.. Udah 11 hri g msuk kntor, entah smpai kpn ;(.. Bnr2 nyiksa ya mba..
Susah duduk lama,susah bdiri lama, g bs tllu nunduk,
Dikit2 nyerii.
Krja dikit aj rasax cape bgt..
ya Allah.. G tw gmn carax biar smbuh,mbaa..
Krn slama ini klo udh smbuh psti ntar kmbuh lgi, Ibarat pnyakit flu.sj..

Sy senang bgt dapet blog mba maria ini,,makasii mbaa,, sy akan rajin n rutin renang..
Tp mba, sy umur 21 thun, apakah HNP ini gak akan mngganggu ketika nnti sy brkeluarga, apa g mngganggu kehamilan,proses mlahirkan,dll?
Jujur sy takut dan stress mbaa,krn sy orgx g bs diam, hyperaktif dan workaholic, pnykit ini bner2 bkin sy frustasi..

Maria Niniek mengatakan...

Dear Shantry...
Memang kndisi kita cukup mnjengkelkan kalau sdh kumat. Kita jangan stress, lebih baik kita berteman dgn HNP kita. Memang kalau hamil dan melahirkan bisa membuat nyeri kambuh. Tp dengan menjaga posisi tubuh mdh2an tidak memperparah kondisi yang ada. Konsultasikan lah dengan dokter kandungan dan juga dgn dokter syaraf.
Mdh2an jwban saya berguna utk Dik Shantry ya...

Anonim mengatakan...

salam kenal bu dokter. nama saya wahyudi 60thn berat badan 70kg kediri jatim, saya juga kena nyeri pinggang ( sampai nggak bisa jongkok karna sakitnya ) yang oleh dokter saraf setelah dironsen (ada ruas tulang belakang bagian bawah menyempit ) disaran operasi sesudah di MRI, akan dikonsulan bedah seraf. tetapi saya langsung menghubungi dokter sp.bs ( hasil ronsen dibawa )saya ngomong kalau sama dokter saraf suruh operasi tetapi oleh dokter spbs saya ditanya apa saya mau/siap operasi sambil lihat hasil ronsen kok MRI. Saya diam saja tidak bisa jawab. terus saya dirujuk ke dokter sp. rehabiliasi medik untuk pengobatan ditarik 25kg dan di USD (apa artinya) sebanyak 10x terapi seminggu 2 atau 3 x dan olah raga renang gaya katak. ini sudah berjalan 5x. umpama 2x terapi 1x renang bagaimana bu. kerana kalau sudah 10x tidak berhasil dikembalikan ke dokter spbs lagi ngeri aku.
oh ya sama dokter Sps sya diberi obat voltaren sr75mg, mucosta 100mg, rebal plus. memang susudah imr 5x dan renang sudah tidak nyeri lagi. Terus susudah di IMR apa tulang belakang kembali seperti semula atau bagaimana. Mohon jawaban bu doker. terima kasih banyak atas perhatianya.

Anonim mengatakan...

maaf bu dokter salah nyebut IRM yang benar Intalasi Rehab medik ( IMR ). MATUR SUWUN.

Maria Niniek mengatakan...

Salam kenal juga Pak,
senang bisa bertemu di blog saya.
Kondisi yang bapak alami seperti yang bapak ceritakan yakni ada penyempitan di ruang tulang belakang. Apakah MRI menunjukkan adanya suatu stenosis kanal spinalis? Kalau benar itu kondisi sedikit berbeda dengan HNP, tapi memang keluhannya sama. Penyebab stenosis atau penyempitan bisa bermacam-macam. Therapi konservatif kecuali ada gangguan fungsi yang berat.
Kalau penyempitan karena adanya pertumbuhan tulang baru karena proses degenerative, tulang tsb tidak bisa pulih. Tapi jgn khawatir pak..teruskan saja pak renang dan fisiotherapi. Tetap sabar dan semangat ya pak..

Anonim mengatakan...

maaf tanya lagi nggak apa2 ya bu.dokter apa perbedaan HNP dengan stenosis kanal spinalis, saat ini oleh poli IRM saya di traking dan US sudah 10x dan saya diharuskan menggunakan lumbar korset apa bisa normal kembali mengingat pinggang sudah tidak sakit dan olah raga apa yang boleh selain renang yang hanya 0,5 jam seminggu 2 x sekarang saya mudah capek
( Wahyudi Kediri Jatim )

sensen mengatakan...

dear,
saya jg sudah lumayan lama bersahabat dg HNP, cukup membosankan!membaca kisah anda sy jd optimis, sy skarang dah mulai jalani terapi renang, selain gaya katak apa gaya bebas jg cocok? terus mhn masukannya, selama 2bln ini saya mengkonsumsi obar generik merk Weros pirosixam, grathazon dan glugosamine, berbahayakah kalau diminum dalam jangka lama? selain itu slama 8bln terakhir gula saya juga labil 140-250an..
trims.

Anonim mengatakan...

salam HNP-ers :)
salam kenal utk mbak maria dan sesama penderita HNP
saya menderita HNP sejak september 2012 ... HNP cervical alias di leher tepatnya ... hasil MRI menyatakan prostusio di C 4-5-6-7 lumayan banyak dan rasanya memang sakit luar biasa ... dan hasil EMG bilang aduh lupa saya bahasa medisnya, habisnya susah sih, pokoknya tangan kanan sudah kyk lumpuh deh waktu itu dan saya cuma bisa menahan posisi tegak (duduk atw berdiri) selama sekitar 30 detik saja... sisanya saya cuma bisa tidur terlentang, gerak sedikit amit2 sakitnya ... 3,5 bulan saya sampai tidak masuk kantor, alhamdulillah bos dan teman2 saya sangat mengerti kondisi saya ...
saya sempat dirawat di RS selama 2 minggu, boleh pulang krn saya sedikit "memaksa" sama dokter syaraf saya ... ga betah kelamaan di RS ... dokternya sampe geleng2 krn saya menolak utk operasi ketika di rujuk ke spesialis bedah syaraf ... agak bergidik mendengar kata operasi, di leher, yg katanya bantalan tulang saya harus diganti "titanium" ... yg ada d bayangan saya, nanti klo setiap kali lewat metal detector, dijamin bunyi2 deh ... hahahahah
alhamdulillah, bersyukur yg luar biaa, saat ini saya sudah kembali bisa berdiri atw duduk tegak lagi, walaupun semua ada batasannya ... setelah beberapa waktu memakai neck collar alias penyangga leher, kyk robot deh :p ... ga bisa petakilan atau pun pecicilan sudah menjadi takdir penderita HNP ... fisioterapi tetap saya jalani sampai saat ini ... kalau mau jujur, rasa nyeri yg datang tiba2 ini sudah sampai ke (maaf) pantat dan kaki ... tp saya tetap yakin dan optimis klo pasti bisa sembuh tanpa operasi ^^
kalau utk HNP cervical, apakah renang bisa diterapkan juga ya mbak maria ...
nama mbak maria sama dengan nama fisioterapist saya ... terima kasih

-leksana-

Anonim mengatakan...

maaf, salah ketik tadi d atas ... maksudnya sejak september 2011 ... maklum, ngetiknya ngibrit krn ada pak bos d depan saya ... hehehe

- leksana -

Anonim mengatakan...

Salam HNP...
ternyata aku tidak sendirian, aku sudah mencoba adaptasi dengan HNP. aku opnam 3 mgg baru ketahuan kalo kena HNP. rasanya sakit sekali kalo untuk kencing sampe2 aku minta kateter selama 3 minggu, begitu aku boleh pulang malah stress ga bisa kencing. akhirnya tiap mau kencing shower panas mendarat dikakiku, aku pancing pula di kemaluanku dg shower (panas-panas). traksi dan akupunktur tidak menyelesaikan masalah. aku coba renang 2x seminggu selama 2 mgg sembuh rasa sakitku, aku pikir sembuh total aku pake kerja biasa, pake motor lagi jadi kambuh lagi, nasibku mmg harus berenang rutin dan tidak boleh kena kontraksi punggung, sama ya mbak kita harus mencintai dan menikmati diri sendiri apa adanya. salam HNP

Maria Niniek mengatakan...

Salam HNP,

terima kasih Mbak/Mas yang sudah mampir di blog saya. Juga Bung Leksana yang belum sempat saya tanggapin komentarnya.
Senang mendengar bahwa Bung Anonim sudah bisa menerima keadaan dan menerima bahwa renang juga harus jadi bagian diri kita. Tapi tentang sulit buang air kecil, kalau itu memang karena HNP sebaiknya sunggu-sungguh dikonsultasikan dengan dokter syaraf atau dokter bedah syaraf. bagaimana keluhan gangguan buang air kecil setelah Bung rutin berenang ? apakah ada perbaikan atau tidak ?
Untung Bung Leksana, untuk HNP cervical renang sesungguhnya tidak disarankan, karena ada gerakan ekstensi (menengadahkan) kepala saat renang yang dapat memperparah kondisi HNP. Tapi begitupun, konsultasikan dengan dokter Spesialis rehabilitasi Medik.
Demikian tanggapan saya untuk rekan HNP er.
tetap Semangat ya !!

Anonim mengatakan...

Dr Maria,
Salam kenal, saya heri umur 30 tahun , kemarin 2 minggu yg lalu divonis HNP oleh dokter sps akibat jatuh ditangga dan HNP nya L4-L5 disk Extrutio dan L5-S1 disk protrutio, kira2 artinya apa ya? Sakit yg saya rasakan nyeri di pantat ( maaf) kiri smp pergelangan kaki kiri. Untuk akitivitas sehari2 dikantor normal saja hanya rasa nyeri itu yg kadang sedikit menggangu. oleh dokter sps nya disuruh renang gaya katak dan makan banyak protein , g boleh makanan yga mengandung kalsium karena akan membuat cairan yg keluar dari bantalan mengeras. Mohon saran dan penjelasannya ya dokter Maria? Oh ya saya juga hoby badminton, apakah dgn HNP ini saya berarti harus gantung raket ya , heheheh ?

Anonim mengatakan...

dear mb maria dan sesama penderita HNP, sy diver dan penderita HNP sejak 2008 (cedera saat fitness),yg sempat membuat sy nyaris lumpuh dan berenang memang benar2 menjadi satu2nya olahraga yg bisa membantu sy mengurangi sakit yg sangat menyiksa sehingga sy bisa berani mulai utk jogging lg. saran saya jangan hanya gaya dada (gy katak) saja. gaya bebas (syukur2 bisa gy kupu2 & punggung jg), lbh cepat membantu utk menguatkan otot perut dan menghilangkan sakit krn HNP,sekalipun mungkin terlihat lbh berat.
salam

Anonim mengatakan...

Salam jumpa lagi,
Ibu dokter yg baik hati, mungkin masih ingat dgn saya, penderita HNP yg pernah konsultasi dgn ibu melalui blog ini maupun secara langsung. Saya pak Bangun yg 6 bln lalu terkena HNP, mohon izin bu, saya ingin menyampaikan testimoni melalui blog ini buat teman2 yg sependeritaan dgn saya. Pertama saya membaca blog ini tepatnya kurang lebih 5 bln lalu setelah saya menderita HNP. SAya mau katakan bahwa pd saat itu saya tdk terlalu percaya bahwa berenang akan memulihkan keadaan saya, mana lagi olah raga renang pada saat itu merupakan olah raga yg sdh puluhan tahun tdk saya lakukan. Tapi mau tidak mau saya harus melakukannya karena terapi yg saya jalani di rumah sakit tdk membawa manfaat yg berarti. Tahap awal berenang terasa sangat sulit bagi saya karena saya hanya tahu gaya bebas, emangnya kenapa dgn gaya bebas? CEritanya begini, pd saat pertama berenang saya bertemu dgn seorang dokter ahli kebidanan yg juga penderita HNP, kami berbicang sambil berenang shg kami tahu bahwa kami memiliki keluhan yg sama. Beliau menegur saya agar saya jgn terlalu memaksakan diri dengan menggunakan gaya bebas dlm berenang, katanya sebaiknya menggunakan gaya dada. Saya bilang pada beliau kalau saya tdk bisa berenang dgn gaya dada. Dia jawab simpel saja, " panggil guru berenang pak". Singkat cerita saya harus les berenang di usia saya yg sdh 45 thn. Saya buang rasa malu meski banyak orng yg memperhatikan saya saat berlatih berenang, termasuk dr.Maria. Utk berenang 5 menit saja saya sdh keletihan. Tapi saya tak mau putus asa, saya terus berlatih dan berlatih,hingga akhirnya sekarang saya sdh sanggup berenang dgn gaya dada 35 menit non stop, puji Tuhan dan frekuensi berenang rata rata 5 kali seminggu, terkadang 6 kali. Saya sangat bersyukur kpd Tuhan ternyata HNP yg saya derita membawa saya kpd suatu dunia baru yaitu olah raga renang. Manfaatnya bagi pinggang saya yg terkena HNP tsb sangat signifikan, rasanya kalau tdk ingat harus ngantor pengennya di dalam kolam saja. Saya hanya menyarankan buat teman2 HNP semuanya, jgn putus asa, mungkin anda sedang kesakitan saat ini, saya juga seperti itu 6 bln yg lalu sampai2 tdk bisa berdiri, bisanya hanya baring di tempat tidur, utk menggeser bokong sajapun susah sekali. Mengapa tdk mencoba terapi berenang, saya rasa tdk ada ruginya.Selamat mencoba, semoga bermanfaat. Tks bu dokter atas izinnya, oya bu dokter..., sekarang isteri saya juga sdh ikut berenang, dari tdk tahu berenang sama sekali sekarang sdh bisa bareng berenang sama saya. Sekali lagi terima kasih banyak buat semuanya, gbu all.

Maria Niniek mengatakan...

Bung Diver dan Pak Bangun..
Senang sekali mendengar bagaimana renang telah memulihkan Anda berdua tidak saja secara fisik tapi pasti juga secara mental.

Untuk Pak bangun, untuk mengenang pertemuan kita izinkan saya mengkopi komen Pak bangun dan saya jadikan posting di blog saya mewakili testimoni-testimoni lain tentang keberhasilan renang mengatasi HNP kita.

Salam HNP

Anonim mengatakan...

Terima kasih bu dokter, merupakan kehormatan bagi saya kalau ibu berkenan mengangkat tulisan saya menjadi testimoni di blog bu dokter, kiranya bermanfaat bagi kita semua, gbu all. Dari: pak Bangun di Medan

Anonim mengatakan...

Dear Mbak Maria,

Saya Indah, 28th adalah penderita HNP L4-L5 sejak Desember 2010.

Awalnya rasa sakit ini sangat amat menyiksa. Dokter menyarankan untuk fisioterapi. Setelah Fisioterapi yang saya rasakan hanya rasa kesemutan dikaki saya menghilang. Saya tidak bisa melakukan gerakan sholat sama sekali. sampai saya berobat ke alternatif beberapa kali sampai saya bisa melakukan gerakan sholat seperti membungkuk dan sujud.

Setelah itu, saya baru membaca blog mbak. Dan mbak menyarankan saya untuk berenang. Dari tidak bisa berenang sampai sekarang sudah kuat beberapa putaran :) saya merasa jauh lebih baik dengan berenang.

Itu semua saya lakukan hanya 1x dalam seminggu. Sampai hari ini saya masih merasa pegal atau merasa ada yang mengganjal di bagian pinggang belakang. Rasa nyeri datang apabila saya terlalu capek.

Sampai hari ini pun saya masih tidur beralaskan tripleks untuk menghindari penyakit itu kambuh lagi.

Yang saya mau tanyakan :
1. Apa berenang itu harus dilakukan setiap hari?
2. Apa HNP bisa sembuh total?
3. Apa penderita HNP bisa mengandung?

Sebelumnya terima kasih banyak mbak :)

Anonim mengatakan...

Terima kasih informasinya...Renang memang banyak manfaatnya, sesuai dengan sunnah Rasul Muhammad yang sangat menganjurkannya..

Anonim mengatakan...

Terima kasih informasinya...Renang memang banyak manfaatnya, sesuai dengan sunnah Rasul Muhammad yang sangat menganjurkannya..

Anonim mengatakan...

Salam kenal Dr.Maria, saya ryan masih berusia 21 tahun

Saya belum tahu apakah nyeri yg saya di pinggang saya ini HNP/bukan,sakit saya ini terasa sekitar 7 bulan yg lalu,dan saya tidak tahu apa penyebabnya,saya konsultasi ke dokter orthopedi baru 2 minggu ini, dan dianjurkan dokter untuk fisioterapi, dan di tempat fisioterapi tersebut saya dianjurkan untuk MRI, dan pelatih fisioterapub saya tersebut mengatakan kalau saya dianjurkan untuk berenang 3x seminggu da wajib sampai saya tua, jujur saya cukup stress mendengar hal tsb karena saya juga tidak bisa berenang dan takut membebani org tua saya
saya ingin bertanya
1) apa ciri-ciri awal penderita HNP dok?
2)apa sebaiknya saya melakukakn MRI terlebuh dahulu ?

nanang s mengatakan...

sebelumnya maaf bu maria!
saya butuh suport dan solusi bu maria, saya mahasiswa ipb!
saya terkena HNP sudah dari awal daftar IPB kurang lebih hampir 3 smester saya mengalami HNP!
segala upaya untuk penyembuhan sudah saya coba dari minum obat dosis tinggi, berenang dan terapi tetapi masih belum ada perubahan bokong dan pangkal paha saya terasa sakit untuk duduk, naik motor ataupun berjalan!
dari rscm, rsjakarta dan rssoedirman untuk mri. saya bingung harus bagaimana lagi, saya sebagai anak menjadi segan lagi untuk berobat karna saya sudah menghabiskan banyak biaya dari orang tua.
saya sempat putus asa dengan yg saya alami, setiap saya kuliah selalu merasa sakit yg luar biasa saya tidak fokus dalam belajar rasanya lebih baik patah kaki daripada merasa sakit yg luar biasa seperti ini.
mohon solusi dari bu maria?

Maria Niniek mengatakan...

Dear all..

Mohon maaf saya belum sempat membalas satu persatu teman2 yang sudah mampir di blog saya. Saya usahakan menjawab pertanyaan dari Mbak dan Mas sekaligus ya..
Mbak Indah, tentang frekuensi renang, sepanjang gaya yang kita lakukan sudah baik dan kita renang tidak diforsir (dipaksakan) tidak ada masalah untuk renang setiap hari. Yang penting kita tahu batas kemampuan kita.
Apakah HNP bisa sembuh total ? Sejauh yang saya ketahui sembuh tota sangat tergantung pada tingkat keparahan. Kalau sudah parah tidak mungkin sembuh tanpa tindakan operasi.
Penderita HNP tentu masih bisa mengandung, tetapi mungkin frekuensi dan beratnya nyeri akan bertambah karena umumnya posisi tulang belakang ibu hamil akan berubah.
Untuk Bung Anonim , saya sangat menyarankan agar dilakukan MRI terlebih dahulu untuk mengetahui apa sesunggunya penyebab dari nyeri.
Untuk Dik Nanang, bersabar dan berdoalah. Bagaimana sesungguhnya hasil MRI Dik Nanang ?
Coba berkonsultsi dengan dokter syaraf atau dokter bedah syaraf. Sehingga dapat dipertinbangkan solusi yang terbaik untuk kondisi Dik nanang.
Kadang-kadang pada beberapa kondisi, walaupun HNP belum parah tapi kalau pasien sudah sangat terganggu aktivitasnya karena nyeri dan pengobatan konervatif (obat, istirahat dan fisiotherapi) pun gagal, maka opsi untuk operasi dapat diambil.
Jangan lah terus berputus asa ya Dik.
Salam semangat untuk semua ya..

Anonim mengatakan...

BSalam HNP
Saya Etya,co,23thn.sdh 3 bulan saya terdeteksi terkena HNP stlh dilakukan MRI,untungnya blm parah.skrg sdh agak mendingan stlh rutin terapi tp kalau untuk membungkuk sama duduk lama msh terasa nyeri. Mb maria mhon info:
1. Dg kondisi saya spt diatas sdh bolehkah saya berenang?sebaiknya intensitas waktunya brapa lama dlm sekali renang?
2. Saran dokter jgn sering mggunakan air dingin utk mandi agar penyempitan tulang tdk tjdi,smntara kolam renang kan mayoritas airnya dingin,ada saran utk hal ini?
Dan mungkin info soal renang yg dilakukan mba maria bs dishare lbh banyak lagi yg blm ditulis diblog ini.hehehe
Soalnya saya bertekad renang sbg jalan utama utk sembuh spt mba maria

Atas infonya saya ucapkan terima kasih

Warm regards
Etya
(Ttp sehat,ttp smgt biar bs ttp nikmatin hidup)

Es Cendol mengatakan...

Sangat informatif untuk para HNPers seperti saya ini.

Sebelumnya perkenalkan nama saya Andi. Saya divonis kena HNP 2 bulan yang lalu, karena itu saya diberhentikan dari pekerjaan dan tugas saya.

Kalau boleh bertanya, dulu Ibu sempat fisioterapi tidak untuk menyembuhkan HNP nya?
FYI saya sekarang sedang menjalani fisioterapi dan renang. Hampir setiap hari saya melakukan 2 aktifitas tersebut, memang ada perubahannya. Namun, nyeri di sumber HNP tidak juga kunjung reda. Menurut ibu saya harus bagaimana? Apakah harus operasi?

Sanctuary Mind, Jl.Pucang Anom Timur No. 5 Surabaya, telp.031-40254788 mengatakan...

Ibu Maria, sungguh menarik dan informatif apa yang telah Ibu sampaikan. Kebetulan saya juga tertarik mempelajari teknik untuk mengatasi keluhan nyeri, khususnya HNP. Dengan paparan ibu, saya semakin yakin, bahwa HNP tidak harus operasi. Memang ada sedikit kerancuan antara kecetit dan saraf terjepit. Info ini mungkin bisa dilihat di : http://www.terapinyeri.com/2011/09/beda-kecetit-dan-saraf-terjepit.html
Semoga sehat selalu . salam, sanctuary mind

Klik ini...Lihat hasil pemeriksaan MRI mengatakan...

Ibu Maria, kalau kasus seperti ini bagaimana...
mohon sarannya. terima kasih

anton'sdiary mengatakan...

Bu Dokter Maria saya memperoleh suatu paper dari internet yang berisi bahwa HNP bisa membaik dengan sendirinya atau bahkan sembuh 100% Nukleus Pulposusnya kembali ke posisi semula melalui proses yang disebut resorption.

http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=resorption+herniated+disc&source=web&cd=3&ved=0CDwQFjAC&url=http%3A%2F%2Fwww.ncbi.nlm.nih.gov%2Fpmc%2Farticles%2FPMC3025225%2F&ei=2dZbUcurHsL9rAfjxYDIDg&usg=AFQjCNHU4GchtCMP6AbSP0YV-jBq8U0l1w&bvm=bv.44697112,d.bmk&cad=rja

Paper ini berisi statistik dari penderita HNP.

Semoga saja dengan seijin Tuhan penyakit ini Bisa sembuh 100%.

Terima Kasih

Hendra

Anonim mengatakan...

Dear dr. Freddy…

Sy ingin menanyakan tentang kondisi ibu sy,baru2 ini beliau telah melakukan pemeriksaan MRI dari hasil MRI diperoleh kesan protrutio ringan C 4-5, tampak bulging setinggi C 4-5 annulear tear (-) dengan indentasi ke canalis spinalis

Selama ini ibu saya tidak merasakan nyeri, akan tetapi kemampuan koordinasi tubuhnya berkurang seperti kemampuan untuk mengerem ketika berjalan,kemampuan untuk berdiri setelah duduk,kemampuan indera peraba pada kulit (kurang sensitif terhadap benda2 yang bertemperatur tinggi),kemampuan untuk memutar tubuh ketika berjalan

Saya ingin menanyakan apa arti dari hasil pemeriksaan tersebut?
Apakah ibu saya termasuk penderita HNP?
Apakah kondisi ibu saya tersebut bisa disembuhkan?melalui operasi,fisioterapi atau obat2an? karena dokter bedah syaraf tidak menyarankan tindakan apapun hanya memberikan resep obat berupa Fitoserin dan Metil Cobel (kl g salah)
Apakah kemampuan ibu saya bisa terus menurun hingga menyebabkan kelumpuhan?

Semoga dokter bisa membantu menjawab pertanyaan saya.Terima Kasih

Anonim mengatakan...

dear dr Maria

Salam kenal dok, hasil MRI saya :
mal alignment cervicalis dan spondyloarthritis cervicalis tampak hnp pada level 4-5 6-7 disertai penyempitan pada canalis spinalis dan penekanan radix spinalis sisi kanan.

artinya apa dok ? dan termasuk yg parahkah ? skr sy masih bisa bekerja dengan baik.

Saya akan ke dokter spesialis bedah syaraf hr sabtu ini, dan sy merasa takut untuk dioperasi, yg sy rasakan nyeri di leher kiri, apakah renang bisa menjadi solusinya dok dan juga fisioterapi dan akupuntur? thanks a lot atas jawabannya

renata xue mengatakan...

Hallo dr Maria, saya lizha usia 22 tahun.. saya didiagnosa hnp 3 thun yg lalu brti usia saya pda saat it 19 tahun, dikrnkn krna mnglmi kecelakaan dan di timpa dgan bobot saya yg 115kg :D ,awal hnp saya srig terapi sampai 3 bulan krna sdh brhnti rasa sakitnya saya brhnti, namun kondisi memburuk sampai skrg hal yg paling menyeramkan,ketika saya sama skali tidak merasakan kaki kiri saya :( rasanya putus asa, krna saya pgn sehat saya melakukan diet dan dmna hrus dengan olahraga (sambil menahan sakit pinggang tentunya), namun pada Januari 2013 dsaat saya sdang berolahraga jogging siang hari saya jatuh dan mengalami cedera lutut...lalu di operasi otomatis saya bed rest dan kaki ga bsa d pake maksimal sampe 1 blan, stlah itu saya coba kembali namun yang saya rasakan stiap jalan beberapa metermis.dr rumah ke pos satpam kira" jaraknya kira" 10-15 mtr? Adalah sakit dilutut dan pinggang kiri saya...terkadang saya ingin menangis...ingin berolahraga tapi tidak bisa max, prnah saya berenang pasca operasi saya jdi sering kram di kaki yv d operasi, mggu ini ada rncana keSingapore tpi tidak tau harus ke dokter spesialis apa :(, apa dokter bs membantu?

Info Kota mengatakan...

mohon ijin,
kali aja bermanfaat buat anda menambah penghasilan.
http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=208507

Anonim mengatakan...

Saya imam, 35 tahun.

Dokter.maria saya pernah merasa tertutuk di punggung dan susah untuk berjalan... gk sakit tp serada gk kuat dan akan pingsan... dan karena maksa, saya sempet pingsan dan jatoh.. alhasil tgn kanan saya stlah jatoh jd lemah dan kesemutan di jari klingking dan jaro manis. Aakhirnya saya bedrest dan dikasih obat dokter umun valisanbe pereda nyeri dan amoxcilin karna dagu.saya sobek dkit karna jatoh. Dan ktanya saraf kecepit.. dan stlah membaik saya akhirnya konsul ke dr saraf dan dikasin anti inflmatory sama vit b12. Disuruh mri tp saya blm lakukan...
Trus saya pergi dari bgor ke sbt naek mobil yang gk empuk dan selama 12 jam lbih. Akhirnya sampe sby krasa cnut lg... akhirnya istrht lg dan membaik... tp skrg masih blm pulih kyk sblm dari bgor ke sby...
Punggung ada rasa ketarik digrakan tertentu... kyk rukuk sujud...
Dlu waktu prtama kenak, saya merasa kyk mo pingsan kalo BAK. Tp skrg gak.

Dok apa saya tergolong ringan???. Apa berenang dapat menghilangkan rasa ketarik di punggung???

Terimakasih banyak, atas infonya.... dangat bermanfaat skali...

sofia sinta w mengatakan...

Dear dr.Maria & rekan2 Hnp'ers, salam semangat. Sy mau tanya apk ada komunitas u hnp'ers spt kita? Krn saya merasakan bahwa sharing sesama hnp'ers sangat bermanfaat dan bisa sbg sarana u saling menguatkan. Khususnya krn hnp yg relatif lama masa pemulihannya kerap membuat hnp'ers "bete"/kehilangan semangat. Saya sdri menderita hnp servikal & lumbal sekaligus. Awalnya tdk terlalu parah, tapi krn kurang informasi, wkt itu saya pilih OR bellydance. Akibatnya jd positif hnp. Kumat yg kedua gegara saya jalan kaki terlalu jauh (salah turun pintu di senayan, hehe...). Sampai sekarang saya msh mempelajari hal-hal yg bisa membuat hnp ini kambuh. Terakhir kambuh (dua bulan yl), kondisi sy belum pulih lagi...padahal sy sudah rutin fisioterapi 2-3x/pekan dan renang tiap pekan. Saat ini sy sdg mencoba terapi akupunktur selain tetap (belajar) berenang. Terima-kasih pada dr. Maria dan rekan2 hnp'ers lainnya yg sdh berbagi di sini. Semoga kita selalu semangat dan bersyukur....(Sofia Sinta, Depok)

HM Soemopranoto mengatakan...

Dear Nanda Maria dan yang sedang mendapat cobaan Alloh,

Semoga dengan menyebut nanda lebih pas karena lusa adalah hut saya yang ke 74 dengan predikat penyandang HNP Lumbal terlama di antara para penderita di sini. Saya sakit sejak saya masih duduk di Klas II SMA Th 1957 sampai hari ini (Baca 57 tahun).
Ortu membuka toko serba ada. Dari gula, pupuk, sampai minyak tanah (Ada 12 drim). Suatu hari di Th 1957 terjadi hujan lebat sehingga air hujan yang mengalir menampakkan membawa minyak tanah. Ibu:"Kelihatannya ada drim yang bocor" Dalam keadaan masih hujan saya (17 th) cek ke-12 drim satu persatu. Tiap2 drim saya ambrukin dan kalau ada drim yang bocor langsung saya tambal, kemudian drim saya "berdirikan" lagi. Pada saat "mendirikan" drim yang ke-9 pinggang saya terasa seperti kestrom listrik. Ah, no problem. Masih ada 3 drim lagi. Ibu langsung memanggil tukang pijat/urut dan paginya saya dibelikan Jamu Ginggang (Jamu terkenal di Yogya).
Nyeri pinggang kadang terasa tetapi menjadi hilang setelah dikeroki oleh ibu. Sakit itu kambuh kalau udara dingin atau kehujanan. Penyakit kambuh setiap 3 - 4 bulan sekali dan sembuh sesudah dikerok. Kemudian tanpa terasa sakit tersebut terlupakan.
Ketika berumur 27 th sakit pinggang saya kambuh lagi dan dokter menganjurkan untuk operasi. Saya berkeberatan karena ada teman yang setelah dioperasi malah lumpuh total. Akan tetapi saya rajin kontrol dokter,pijat/urut, bekam, tusuk jarum, dan macam-macam terapi.
Th 2002 dari Yogya ke Temanggung, saya stir mobil bezoek kakak. Ketika pulang pinggang saya sakit sekali dan langsung masuk ke RS Panti Rapih dan harus operasi.
Th 2007 saya menyeberang jalan super hati-hati. Di garis putih saya berhenti dan di saat itu saya disamber speda motor. Kaki kiri hancur dan saraf pinggang berantakan. Kaki dioperasi, tetapi pinggang saya tidak mau dioperasi.
Seorang teman yang menderita HNP Lumbal menasihati agar saya berenang. Dia sembuh total setelah tiap hari
berenang selama satu tahun. Saya coba berenang tetapi bisa saya hanya "mbethang" (berenang secara terlentang) berjarak tempuh 100 meter.
Kadang-kadang saya sudah pasrah. Merasa sudah "bau tanah". Untuk menyambung silaturahim satu trah (satu nenek) saya (sendirian) masih sanggup menerbitkan dan mendistribusi kan semacam buletin sebanyak 120 expl. Mengetik dan menjalani sholat hanya bisa dengan duduk sampai pantat sakit, terasa seperti memar.
Monggo, silakan komentar dan nasihat. Suwun. Jazakumulloh, khoiron.

Jkt, 16 April 2014
Wassalam,
HM Soemopranoto

HM Soemopranoto mengatakan...

Dear Nanda Maria dan yang sedang mendapat cobaan Alloh,

Semoga dengan menyebut nanda lebih pas karena lusa adalah hut saya yang ke 74 dengan predikat penyandang HNP Lumbal terlama di antara para penderita di sini. Saya sakit sejak saya masih duduk di Klas II SMA Th 1957 sampai hari ini (Baca 57 tahun).
Ortu membuka toko serba ada. Dari gula, pupuk, sampai minyak tanah (Ada 12 drim). Suatu hari di Th 1957 terjadi hujan lebat sehingga air hujan yang mengalir menampakkan membawa minyak tanah. Ibu:"Kelihatannya ada drim yang bocor" Dalam keadaan masih hujan saya (17 th) cek ke-12 drim satu persatu. Tiap2 drim saya ambrukin dan kalau ada drim yang bocor langsung saya tambal, kemudian drim saya "berdirikan" lagi. Pada saat "mendirikan" drim yang ke-9 pinggang saya terasa seperti kestrom listrik. Ah, no problem. Masih ada 3 drim lagi. Ibu langsung memanggil tukang pijat/urut dan paginya saya dibelikan Jamu Ginggang (Jamu terkenal di Yogya).
Nyeri pinggang kadang terasa tetapi menjadi hilang setelah dikeroki oleh ibu. Sakit itu kambuh kalau udara dingin atau kehujanan. Penyakit kambuh setiap 3 - 4 bulan sekali dan sembuh sesudah dikerok. Kemudian tanpa terasa sakit tersebut terlupakan.
Ketika berumur 27 th sakit pinggang saya kambuh lagi dan dokter menganjurkan untuk operasi. Saya berkeberatan karena ada teman yang setelah dioperasi malah lumpuh total. Akan tetapi saya rajin kontrol dokter,pijat/urut, bekam, tusuk jarum, dan macam-macam terapi.
Th 2002 dari Yogya ke Temanggung, saya stir mobil bezoek kakak. Ketika pulang pinggang saya sakit sekali dan langsung masuk ke RS Panti Rapih dan harus operasi.
Th 2007 saya menyeberang jalan super hati-hati. Di garis putih saya berhenti dan di saat itu saya disamber speda motor. Kaki kiri hancur dan saraf pinggang berantakan. Kaki dioperasi, tetapi pinggang saya tidak mau dioperasi.
Seorang teman yang menderita HNP Lumbal menasihati agar saya berenang. Dia sembuh total setelah tiap hari
berenang selama satu tahun. Saya coba berenang tetapi bisa saya hanya "mbethang" (berenang secara terlentang) berjarak tempuh 100 meter.
Kadang-kadang saya sudah pasrah. Merasa sudah "bau tanah". Untuk menyambung silaturahim satu trah (satu nenek) saya (sendirian) masih sanggup menerbitkan dan mendistribusi kan semacam buletin sebanyak 120 expl. Mengetik dan menjalani sholat hanya bisa dengan duduk sampai pantat sakit, terasa seperti memar.
Monggo, silakan komentar dan nasihat. Suwun. Jazakumulloh, khoiron.

Jkt, 16 April 2014
Wassalam,
HM Soemopranoto

Zaidah Fajar mengatakan...

Dear dr.maria ninik..
Sy penderita hnp L5/S1 + disc bulging L4/5 sejak agustus 2012. Disarankan oleh dr untuk berenang tp sy terlena tdk melakukan krn sempat tdk merasakan sakit.namun sekaang sakitnya muncul lg dok.
Dan sy mulai mencoba berenang.
Maksud dr disc bulging L4/5 apa y dok?
Apa dokter masih praktek di medan?di rs apa dok?

wellparts.indonesia mengatakan...

Ibu Maria terimakasih atas tulisan dan comment2nya. Saya penderita HNP L4-5. yg saya lakukan berenang seminggu 3x @30 menit. efeknya, klo gak berenang seminggu, badan gampang capek, dan durasi sakit akibat HNP jadi semakin pendek. Kalo aktif renang, sehari msh aman2 saja, klo tdk aktif, malam sudah terasa agak sakit. Memang, sejak kena HNP kehidupan dan cara gerak saya menjadi berhati2, saya takut memaksa gerakan, takut ada syaraf kejepit yg terlalu strees dan luka.... saya pikir akan fatal klo sampai seperti itu. Membaca komen2 ibu, jafi semangat kembali utk terapi, krn saya punya harapan ...suatu saat saya pasti jauh lebih baik keadaannya. Terimakasih.

theresia Santi mengatakan...

Bu maria , sy mau tanya. Ibu saya kena HNP , dan kakinya sangat linu sekali, sehingga mama saya ingin segera dioperasi. Saya sebagai anaknya masih mengupayakan jalan lain. Ke dokter syraf jawabannya harus operasi. Apakah dokter orthopedi menangani HNP juga ? thanks

theresia Santi mengatakan...

Bu maria. Saya mau bertanya. Ibu saya juga mengalami HNP, dan sekarang ini kakinya sangat linu , sampai ngak kuat minta operasi. Saya sebagai anak masih mengupayakan jalan lain. Saya sempat bingung , HNP itu harusnya ke dokter syaraf or orthopedi ? sudah foto MRI, dan ama doketr syaraf disuruh operasi. thanks