Rabu, Januari 21, 2009

The Shape of Love "Obama and Michelle"

Sebulan ini sejak terpilihnya Barack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke 44, semua mata tertuju ke arahnya. Tak terkecuali saya.
Saya bukan orang politik dan sama sekali tidak tertarik dengan politik.
Jadi saya tertarik dengan Obama bukan karena kebijakan politiknya. Tetapi saya tertarik dengan Obama karena kehidupannya. Kehidupannya as a real family man yang lebih menarik bagi saya.

Setiap melihat gambar Obama berdua dengan istrinya Michelle maupun dengan anak-anaknya Malia dan Sasha baik di televisi maupun di media cetak, saya selalu mencoba mencari "the shape of love" yang mereka miliki dalam tatapan maupun dalam setiap gerak gerik diantara mereka.

Kelihatan sekali kalau mereka saling mencintai dan saling mendukung.

Saya perhatikan dalam setiap kesempatan bersama, mereka selalu dalam posisi bersentuhan, entah itu bergandeng tangan atau Obama akan menyentuh pundak Michelle jika Obama berada di belakang Michelle.

Pada pelantikan Obama, Selasa pagi 20 Januari 2009 yang lalu (Selasa malam waktu Indonesia) saya juga melihat itu.

Saya mengikuti acara pelantikan itu dari awal meski hanya sampai acara pelepasan mantan presiden George Bush ke chopper yang akan membawa mereka ke pangkalan militer sebelum terbang kembali ke Texas.

Saat itu saya lihat bagaimana mereka berjalan beriringan memasuki gereja St. John, lalu Michelle menyalami Pastor yangmenyambut mereka di depan gereja. Obama yang berada di belakang Michelle, membimbingnya dengan cara menyentuh pundaknya. "Gesture" seperti itu buat saya kesannya romantis sekali.

Saat Obama memasuki podium pelantikan di mana Michelle sudah tiba lebih dulu, Michelle menatap Obama dengan penuh rindu, padahal mereka baru saja bersama. Aura kasih antara mereka berdua benar-benar terpancar kuat.

Di podium itu Obama duduk bersebelahan dengan Wakil Presiden Joe Biden, sementara Michelle duduk di belakang Obama. Setelah pelantikan Joe Biden, Yo Yo Ma dan kawan-kawan memainkan lagu, dan Obama harus berbalik untuk melihat mereka bermain karena posisi mereka ada di atas podium. Sesaat dia bermain mata dengan Michelle yang duduk di belakangnya sebelum kemudian dia mengarahkan pandangan matanya ke Yo Yo Ma dan kawan-kawan.

Satu lagi gesture diantara mereka yang buat saya sangat romantis.

Beberapa kali kamera juga menangkap gesture Michelle terhadap Obama. salah satu nya adalah saat dia meremas pundak Obama saat resital musik Yo Yo Ma selesai. Seolah-olah ia mengatakan " I am very proud of you.."

Waktu Obama mengucapkan sumpah, dia sempat salah mengulangi teks sumpah yang diucapkan Hakim Agung, lalu dia tersenyum memandang Michelle dan Michelle pun membalas dengan senyum penuh arti "Its ok Baby, you can make it.."

Mungkin gesture-gesture seperti yang mereka berikan satu sama lain juga bisa kita tangkap dalam pasangan-pasangan lain disekitar kita. Tetapi gesture mereka jadi begitu indah karena memang ada kasih yang tulus diantara mereka. Michelle seorang wanita yang keras, pintar dan berpendidikan tinggi tetapi dia menjadi wanita yang lembut saat bersama Obama. Bukan karena Obama memintanya seperti itu tetapi saya yakin kesadaran dan naluri wanitanya lah yang membuatnya seperti itu.

Michelle bahkan pernah harus berjuang sendiri termasuk mencari nafkah bagi keluarga itu sebagai Wakil Presiden di University of Chicago Hospitals untuk urusan hubungan kemasyarakatan saat Obama sibuk mempersiapkan pencalonan dirinya menjadi senator.

Lihat lah apa yang diucapkan Obama tentang Michelle, "She is my rock..". Hal itu menunjukkan bahwa Obama pun mengandalkan kekuatan Michelle.

Sungguh ideal hubungan mereka sebagai pasangan suami istri.

Saya yang pernah mengalami kegagalan perkawinan yang menurut saya lebih karena ketidaksamaan visi untuk saling membahagiakan, melihat bahwa perhatian suami kepada istri maupun sebaliknya tidak lah harus besar. tetapi yang penting adalah membuat perhatian itu menjadi suatu rutinitas.

Suatu artikel di majalah mingguan Amerika "Us" tentang Obama dan Michelle menceritakan bahwa mereka rutin melakukan makan malam berdua satu bulan sekali di suatu restoran di Chicago. Mereka selalu memulai dengan memesan "margeritas" kemudian memesan 2 porsi "guacamole".

Mereka juga melakukan rutinitas lain dalam rumah tangga seperti pergi belanja dan berjalan-jalan dengan anak-anak mereka Malia dan Sasha. Obama juga mengurus anak-anak di pagi hari sementara Michelle pergi berolah raga, dan itu mereka lakukan bergantian.

Bahkan dalam kesibukannya berkampanye, mereka masih tetap menyempatkan diri untuk merayakan ulang tahun perkawinan mereka dengan keluar makan malam berdua.

Dan sepertinya rutinitas yang selama ini sudah dijalankan tetap akan mereka jalankan setelah Obama dilantik menjadi Presiden dan tinggal di Gedung Putih.

Kalau seorang Presiden Amerika yang bukan saja mengurusi Amerika tetapi juga harus memikirkan dunia, masih sempat memperhatikan keluarga, anak dan istrinya, kenapa kita dengan kesibukan kita yang tidak sebanding dengan Obama tidak bisa memberikan perhatian kecil serta rutinitas untuk tetap menyalakan "api" asmara yang pernah ada...?

Itu yang saya pikirkan..

Semoga the shape of love Obama dan Michelle bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

0 komentar: