Cinta
kita indah, seperti hutan luas dengan satwa-satwanya, yang hidup dan
akrab, yang besar dan bersuara di sana di padang dan pepohonan rindang.
Cinta kita alam yang jauh, seperti bulan dan matahari, seperti panas
dan dingin, seperti gelap dan terang, seperti siang dan malam. Mereka
selalu ada dan saling melengkapi.
Cinta kita kisah-kisah dan cerita, janji dan kata-kata, tempat lahirnya perasaan yang paling sederhana.
Cinta kita awan putih di langit cerah, mengembang memenuhi angkasa.
Cinta kita tidak memerlukan apa-apa, kecuali gemuruh besar di dalam dada
yang bahagia.
Kita raja dan ratu.
Imajinasi menjadi istana kita. Puisi menjelma taman kita.
Kata-kata kita rayukan untuk cinta yang satu.
Hingga saat itu terbanglah punai, sejauh sayap-sayap kita. Sebab senja memang masih lama tiba, sedang mau kita di sana.
Cinta
kita indah, seperti hutan luas dengan satwa-satwanya, yang hidup dan
akrab, yang besar dan bersuara di sana di padang dan pepohonan rindang.
Cinta kita alam yang jauh, seperti bulan dan matahari, seperti panas dan dingin, seperti gelap dan terang, seperti siang dan malam. Mereka selalu ada dan saling melengkapi.
Cinta kita kisah-kisah dan cerita, janji dan kata-kata, tempat lahirnya perasaan yang paling sederhana.
Cinta kita awan putih di langit cerah, mengembang memenuhi angkasa. Cinta kita tidak memerlukan apa-apa, kecuali gemuruh besar di dalam dada yang bahagia.
Cinta kita alam yang jauh, seperti bulan dan matahari, seperti panas dan dingin, seperti gelap dan terang, seperti siang dan malam. Mereka selalu ada dan saling melengkapi.
Cinta kita kisah-kisah dan cerita, janji dan kata-kata, tempat lahirnya perasaan yang paling sederhana.
Cinta kita awan putih di langit cerah, mengembang memenuhi angkasa. Cinta kita tidak memerlukan apa-apa, kecuali gemuruh besar di dalam dada yang bahagia.
Kita raja dan ratu.
Imajinasi menjadi istana kita. Puisi menjelma taman kita.
Kata-kata kita rayukan untuk cinta yang satu.
Hingga saat itu terbanglah punai, sejauh sayap-sayap kita. Sebab senja memang masih lama tiba, sedang mau kita di sana.
Hingga saat itu terbanglah punai, sejauh sayap-sayap kita. Sebab senja memang masih lama tiba, sedang mau kita di sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar