<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638</id><updated>2012-01-25T22:20:01.939+07:00</updated><category term='Lain-lain'/><category term='All in a Days Work'/><category term='Perjalanan Kemanusiaan'/><category term='Daily Life'/><category term='Catatan Permenungan'/><category term='Catatan Perjalanan'/><category term='Yesterday Once More'/><title type='text'>Akar ku</title><subtitle type='html'>Akarku tertanam di Kampung Baru. Tetapi aku berharap biji buah ku bisa menyebar jauh dibawa angin...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-7250844598659186506</id><published>2012-01-06T10:06:00.006+07:00</published><updated>2012-01-06T10:34:00.741+07:00</updated><title type='text'>Taking Care of Your Back</title><content type='html'>Ternyata tulisan saya tentang "Renang dan HNP" cukup banyak mendapat respons. Secara epidemiologis, penderita HNP memang cukup banyak yakni 3 dari 5 orang di dunia menderita nyeri tulang belakang dengan penyebab macam-macam dan salah satunya HNP.&lt;br /&gt;Rata-rata yang berkunjung ke blog saya, bertanya tentang bagaimana saya bisa melewati masa akut dan kembali beraktivitas tanpa harus operasi.&lt;br /&gt;Tentang renang sudah pernah saya ulas, meski tidak cukup detail. Lain kali saya akan coba mengulas agar para HNPers bisa tahu gaya renang apa yang paling baik untuk penderita HNP.&lt;br /&gt;Kali ini saya ingin share gerakan-gerakan yang dianjurkan untuk penderita HNP serta cara-cara menjaga tulang belakang kita. Mungkin bisa berguna untuk kita semua.&lt;br /&gt;SELAMAT MENCOBA !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-HCVEbsQyYVQ/TwZoSiwlVbI/AAAAAAAAAdo/Ii1dzWyP7Cs/s1600/img012.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 413px; height: 358px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-HCVEbsQyYVQ/TwZoSiwlVbI/AAAAAAAAAdo/Ii1dzWyP7Cs/s320/img012.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694353446634083762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Sg085FMpe5w/TwZq7FifvVI/AAAAAAAAAeM/pIKLYdn_yVA/s1600/img013.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 448px; height: 395px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Sg085FMpe5w/TwZq7FifvVI/AAAAAAAAAeM/pIKLYdn_yVA/s320/img013.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694356342188260690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KUBA8O3x96w/TwZoTRB8yLI/AAAAAAAAAeA/CO6wQUtUWS8/s1600/img014.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 476px; height: 282px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-KUBA8O3x96w/TwZoTRB8yLI/AAAAAAAAAeA/CO6wQUtUWS8/s320/img014.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694353459054954674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-7250844598659186506?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/7250844598659186506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=7250844598659186506' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/7250844598659186506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/7250844598659186506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2012/01/taking-care-of-your-back.html' title='Taking Care of Your Back'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-HCVEbsQyYVQ/TwZoSiwlVbI/AAAAAAAAAdo/Ii1dzWyP7Cs/s72-c/img012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-3838073141260369257</id><published>2011-12-04T21:36:00.000+07:00</published><updated>2011-12-04T21:42:22.370+07:00</updated><title type='text'>Survey Pasar</title><content type='html'>Tidak mudah memang untuk lepas dari lingkungan lama dan masuk ke lingkungan baru terutama jika kita sudah berusia lanjut. Hal ini saya temui dalam usaha untuk mengajak ibu saya yang sudah lanjut usia (76 tahun) pindah dari rumah kami yang sudah kami tempati selama 40 tahun. Salah satu yang sering menjadi kekhawatiran beliau adalah berpisah dengan  pasar Kampung Baru. Kehidupan sehari-harinya selama 40 tahun tinggal di Kampung Baru telah membuat ibu saya  mengenal hampir semua pedagang di pasar itu. &lt;br&gt;Begitu juga sebaliknya. Yang unik lagi hampir semua pedagang di pasar itu memanggil ibu kami dengan &amp;quot;mami&amp;quot;. Pedagang yang paling sering dibanggakannya adalah si Bahar tukang (sebutan khas beliau untuk menyebut penjual) daging langganannya di pasar itu. Kl saya menemaninya membeli daging, selalu dipujinya daging si Bahar ini &amp;quot;Bahar, ini anak saya jadi dokter karena makan daging Bahar ! &amp;quot; &lt;br&gt;Si Bahar selalu tersenyum bangga. Selain Bahar ada juga si Mala tukang sayur, si anu tukang ikan, tukang ayam sampai tukang sepeda tempat ibu saya membetulkan sepeda kalau sepedanya rusak. Yup, ibu saya dulu selalu belanja dengan bersepeda. &lt;br&gt;Setelah beberapa bulan menginap di rumah kami yang baru pun, ibu saya masih belum bisa melepaskan diri dari pasar Kampung Baru. Beli daging masih harus ke si Bahar, begitu juga bahan lainnya. Berkali-kali saya ajak belanja di pasar dekat rumah baru beliau tolak.&lt;br&gt;Minggu ini sedikit beda.&lt;br&gt;Sejak malamnya sudah saya dengungkan bahwa besok saya akan ajak beliau belanja di pasar inpres dekat rumah. Saya janjikan kalau beliau tidak akan kecewa. &amp;quot;Pasarnya lengkap mami, bersih lagi. Tukang babi pun ada&amp;quot; mencoba untuk meyakinkan beliau. Tukang yang satu ini perlu disebutkan agar dia semakin nyaman.&lt;br&gt;Akhirnya pagi tadi jadilah kami belanja di Pasar Inpres Titi Kuning, meski ibu saya sempat ragu : takut jadi perhatian karena orang baru di sana.&lt;br&gt;Belum lagi Jalan masuk menuju parkiran mobil yang memang pas-pasan untuk dilewati mobil sempat membuat ibu saya tidak nyaman. Tapi saya menenangkannya.&lt;br&gt;Los pertama yang kami kunjungi adalah los penjual ikan. Ternyata salah satu penjual ikan dikenalinya pernah jualan di Pasar Kampung Baru.  Tapi tetap mami belum berniat membeli. &lt;br&gt;Lalu kami lanjut ke los penjual sayur. Saya lihat mami sudah mulai nyaman, mulai mengatakan mau beli ini dan itu. &lt;br&gt;Kami kemudian sampai ke penjual ayam. Rupanya si perempuan tionghoa tukang ayam ini dulu jualan di Kampung Baru. Mami terlihat senang sekali dan si tukang ayam ini pun rupanya mengenali beliau. Akhirnya ayam pun kami beli meski tidak ada rencana untuk itu. Tapi tidak apa-apa yng penting ibu saya senang. Kelihatan sekali kalau ibu saya langsung tidak merasa asing di pasar ini karena ada pedagang yang beliau kenal dan mengenal beliau.  &lt;br&gt;Akhirnya belanjaan kami cukup banyak untuk lauk hari ini.&lt;br&gt;Sepanjang perjalanan pulang kami terus membicarakan si tukang ayam ini yang dulu jualan di Kampung Baru. &lt;br&gt;&amp;quot;Koq bisa kebetulan ya ketemu dia. Mestinya tadi  kamu foto mami sama dia&amp;quot; katanya.&lt;br&gt;Ah iya juga ya, supaya dia makin mantap untuk seterusnya belanja di Pasar Inpres Titi Kuning ini.&lt;br&gt;Semoga pelan-pelan ibu kami bisa nyaman di tempat kami yang baru ini.&lt;br&gt;Amin...amin...:-) &lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-3838073141260369257?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/3838073141260369257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=3838073141260369257' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/3838073141260369257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/3838073141260369257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2011/12/survey-pasar.html' title='Survey Pasar'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-1552706793416582400</id><published>2011-10-13T11:59:00.003+07:00</published><updated>2011-10-13T16:22:24.242+07:00</updated><title type='text'>Catatan Kecil Tentang Penjual Koran</title><content type='html'>Sudah hampir satu tahun terakhir, dalam perjalanan saya setiap pagi mengantar anak ke sekolah, saya membeli koran secara lepas lewat penjaja koran di perempatan Waspada ; perempatan Jl. Brigjend. Katamso dengan Jl. Pandu.&lt;br /&gt;Penjajanya seorang ibu tidak terlalu tua (mungkin seumuran saya) yang kadang dibantu oleh 2 orang anak laki-laki, dugaan saya anaknya. Dia lah yang selalu berjalan diantara kendaraan yang berhenti di lampu merah menjajakan koran.&lt;br /&gt;Sementara dia yang berkeliling, suaminya duduk di emperan di salah satu sisi jalan Brigjend Katamso menjaga stok koran yang akan dijual. Kalau kebetulan koran yang diinginkan pembeli tidak ada ditangannya, maka dia akan berlari menyebrang dan mengambilnya di tempat suaminya berada.&lt;br /&gt;Karena hampir setiap hari saya membeli koran lewat ibu ini, dia pun akhirnya menjadi terbiasa dengan saya.&lt;br /&gt;Kadang karena tidak ada uang pas untuk membayar koran, saya menolak untuk membeli. Tapi dia selalu bilang "tidak apa-apa, uangnya besok saja Bu.."&lt;br /&gt;Begitu juga sebaliknya kalau kebetulan saya membeli koran lalu dia tidak mempunyai uang kembalian, saya juga bilang "tidak apa-apa, hitung saja untuk koran hari berikutnya"&lt;br /&gt;Tak jarang juga jika dilihatnya saya membuka jendela mobil karena ingin membayar, koran yang biasa saya beli diletakkannya di dashboard mobil. Padahal uang yang saya berikan adalah uang untuk koran kemarin.&lt;br /&gt;Suatu bentuk kepercayaan dari orang kecil yang membuat hati ini miris.&lt;br /&gt;Semakin miris hati saya ketika saya menyodorkan uang ingin membayar tapi harus berkejaran dengan lampu yang menjelang merah. Belum lagi desah nafas anak saya yang ingin cepat tiba disekolah tapi juga khawatir jika maminya ini ambil koran tapi tidak dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi seperti biasa kami lewat di perempatan tersebut.  Kami berhenti karena lampu meyala merah dan saya memanggil ibu penjaja koran tersebut. Sudah lama rasanya saya tidak membeli koran.  Beberapa hari sebelumnya saya lihat bukan dia yang menjaja di perempatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah koran ada di tangan saya, dia sempatkan cerita sambil menyiapkan uang kembalian.&lt;br /&gt;"Ibu tau suami saya yang biasa duduk di seberang sana ? " tanyanya&lt;br /&gt;"Dia sudah meninggal tanggal 3 Oktober yang lalu" sambungnya lagi dengan wajah yang datar.&lt;br /&gt;Saya yang kaget.&lt;br /&gt;"Meninggal di rumah sakit, sakit jantung dan gula" jawabnya ketika saya tanya meninggal karena apa dan di mana.&lt;br /&gt;Pantas beberapa hari lalu saya tidak melihat mereka di perempatan Waspada itu.&lt;br /&gt;Sesaat lampu menyala hijau, saya harus segera bergerak maju.&lt;br /&gt;"Kuat lah ibu ya.." sahut saya sambil bergerak maju.&lt;br /&gt;Dia tersenyum sambil mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa prihatin, karena pasti tidak mudah bagi nya.&lt;br /&gt;Lalu saya teringat pada ucapan seorang kenalan tentang para penjaja koran terutama penjaja koran yang ibu-ibu.&lt;br /&gt;"Aku tidak perlu koran, tapi aku mau beli koran kalau penjajanya ibu-ibu, kalau yang lain belum tentu, Karena pasti ibu-ibu berjuang untuk anaknya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, sepertinya saya juga harus begitu.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan perbuatan kecil saya (membeli koran darinya) bisa membantu dia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-1552706793416582400?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/1552706793416582400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=1552706793416582400' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/1552706793416582400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/1552706793416582400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2011/10/catatan-kecil-tentang-penjual-koran.html' title='Catatan Kecil Tentang Penjual Koran'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-5222353929763227696</id><published>2011-09-08T09:46:00.000+07:00</published><updated>2011-09-08T09:46:21.135+07:00</updated><title type='text'>Medan Dilanda Hujan Deras dan Angin Kencang - Tribun Medan</title><content type='html'>&lt;a href="http://medan.tribunnews.com/2011/09/07/medan-dilanda-hujan-deras-dan-angin-kencang#.TmgsW39lxpE.blogger"&gt;Medan Dilanda Hujan Deras dan Angin Kencang - Tribun Medan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-5222353929763227696?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/5222353929763227696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=5222353929763227696' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/5222353929763227696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/5222353929763227696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2011/09/medan-dilanda-hujan-deras-dan-angin.html' title='Medan Dilanda Hujan Deras dan Angin Kencang - Tribun Medan'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-4240870824255722634</id><published>2011-08-09T12:24:00.005+07:00</published><updated>2011-08-09T14:12:05.724+07:00</updated><title type='text'>Takdir Penderita HNP</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-XK07wwUyfgI/TkDbwlWp4RI/AAAAAAAAAdI/ZFkmeb-WopI/s1600/288726_246423822047319_100000391097047_819676_8162958_o%2B%25281%2529.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-XK07wwUyfgI/TkDbwlWp4RI/AAAAAAAAAdI/ZFkmeb-WopI/s320/288726_246423822047319_100000391097047_819676_8162958_o%2B%25281%2529.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638748361175195922" /&gt;&lt;/a&gt;Saya baru saja kembali dari tugas selama 6 hari di Manado.&lt;div&gt;Tadi pagi saat buka email, saya melihat ada 1 email yang masuk di inbox saya. Email tersebut berasal dari seorang penderita HNP yang mempostingkan komentarnya di blog saya "Akar ku" di posting "Renang dan Hernia Nucleous Pulposis"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini bukan komentar yang pertama yang saya terima terkait posting tersebut di blog saya. Sudah ada beberapa komentar sebelumnya yang masuk dari teman-teman di dunia maya yang memiliki kondisi penyakit yang sama dengan yang saya miliki.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi komentar yang ini sungguh menggugah perasaan saya untuk menuliskan posting ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebut saja si A adalah seorang mantan penderita HNP. Dia sudah menjalani operasi yang dikenal dengan sebutan Laminectomy sebagai terapi untuk HNP nya beberapa tahun yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi belum lama ini mungkin karena lalai, dia mengangkat barang yang berat sehingga keluhan yang sama datang lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang memprihatinkan saya dari postingnya adalah rasa takutnya mengingat saat ini dia sudah berkeluarga dan punya anak yang masih kecil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;i&gt;"Sungguh tak pernah ada rasa takut yang seperti ini, saat ini saya sudah berkeluarga, dan anak saya yg berusia satu tahun sedang sangat lucu2nya. Saya sedih karena kemarin saya tak mampu menggendongnya" , &lt;/i&gt;begitu tulisnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Bagi yang tidak pernah merasakan sakitnya HNP ini mungkin apa yang disampaikan oleh si A ini sulit untuk bisa dipahami, tapi bagi saya sungguh membuat saya teringat akan rasa sakit yang saya alami, perasaan takut karena tak mampu bekerja sementara anak-anak membutuhkan saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: medium; "&gt;Tentu berat baginya sebagai seorang ayah yang melihat anak yang sedang lucu-lucunya, ingin direngkuh dan digendong tapi tidak mampu karena sakitnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Lalu saya pun membalas postingnya, mencoba memberi saran bahwa HNP tidak harus membuat dia tidak bisa menggendong anaknya. Ada banyak cara untuk tetap bisa menggendong si kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Lalu saya teringat pada diri saya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Puji Tuhan bahwa setelah 4 tahun pasca HNP yang kedua kalinya, saya bisa bekerja dan beraktivitas dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Malah waktu tugas di Manado saya sempat snorkling di Bunaken, melihat kehidupan bawah laut yang indah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Sungguh sulit dipercaya, karena 4 tahun yang lalu saya pernah tidak bisa turun dari tempat tidur, jalan dengan nyeri seperti disayat-sayat, jalan pun harus menyeret kaki yang sakit, duduk salah, berdiri pun salah. Bahkan pernah tidak sanggup tidur terlentang dan harus tidur telungkup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Yah..Tuhan memang Maha Penyembuh...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Sekarang, meski tetap tidak bisa terlalu lama duduk, terlalu lama berdiri dan tidak bisa terlalu lama jongkok dan kadang-kadang merasakan pegal di tungkai serta perasaan bengkak dan kaku pada betis, saya sangat bersyukur bahwa saya secara umum sudah pulih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Tapi saya tetap harus menjaga diri : tidak lagi mengangkat barang berat sembarangan, memperhatikan posisi duduk, tetap renang selama setengah jam sebanyak 2 atau 3 kali seminggu. Bahkan kalau saya harus tugas di luar kota, saya selalu membawa perlengkapan renang bersama saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Saya harap semua penderita HNP atau mantan penderita HNP tidak lupa bahwa adalah takdir penderita HNP untuk melakukan aktivitas renangnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Tetap semangat buat sesama HNP-ers...!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Kita pasti bisa pulih dan beraktivitas kembali...!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-4240870824255722634?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/4240870824255722634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=4240870824255722634' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/4240870824255722634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/4240870824255722634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2011/08/takdir-penderita-hnp.html' title='Takdir Penderita HNP'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-XK07wwUyfgI/TkDbwlWp4RI/AAAAAAAAAdI/ZFkmeb-WopI/s72-c/288726_246423822047319_100000391097047_819676_8162958_o%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-975066072355805170</id><published>2011-05-20T08:39:00.003+07:00</published><updated>2011-05-20T10:39:31.808+07:00</updated><title type='text'>Si kecil ku 13 tahun Hari Ini</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-GrYYNEgsng0/TdXgb2GMYWI/AAAAAAAAAc8/YQsgNs_iMV8/s1600/S3010010.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608635679942402402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-GrYYNEgsng0/TdXgb2GMYWI/AAAAAAAAAc8/YQsgNs_iMV8/s320/S3010010.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;20 Mei 13 tahun yang lalu, si kecil kami lahir dengan berat badan 3400 gram dan panjang 51 cm. Lebih berat 100 gram dan lebih panjang 2 cm dari kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Usia ku saat itu 32 tahun dan sedikit merasa kagok dengan proses kelahirannya karena jarak kelahiran kakaknya dengan si kecil ini terpaut 7 tahun meski usiaku saat itu masih layak untuk melahirkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Si kecil kami ini lahir di masa krisis demokrasi negara kita ini. Beberapa hari sebelum kelahirannya, terjadi kerusuhan di Medan yang kemudian menjalar juga hingga Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kami sempat khawatir bagaimana jika saatnya tiba kami bisa sampai dengan selamat di rumah sakit jika harus melewati kerusuhan yang terjadi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Masih segar dalam ingatan lengangnya lalu lintas di depan rumah kami beberapa hari sebelum aku melahirkan, yang terdengar hanya suara tembakan dan suara orang-orang yang berteriak dan melempar ruko-ruko yang ada disepanjang jalan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi ternyata Tuhan sungguh baik. Di tanggal 19 sore, saat tanda-tanda kelahiran muncul (meski saya sempat bingung apakah ini his atau mules karena paginya makan sambal petai..:)suasana sudah lebih tenang sehingga kami bisa meluncur dengan aman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi masih ada kendala lain, karena ternyata dokter yang menangani ku tidak berani keluar rumah, merasa masih belum aman, sehingga harus dijemput dengan ambulans.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sekitar jam 8 malam, dokter muncul di kamar bersalin. Aku hanya bisa nyengir menyambutnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Perawat kemudian menawarkan celemek untuk digunakan dokter, tapi beliau menolak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tak lama dia mulai bersiap-siap untuk melakukan periksa dalam. Tiba-tiba aku merasa seperti ada sesuatu yang mendorong dari dalam tadinya aku tidak menyadari itu apa ternyata tiba-tiba tanpa bisa aku tahan, selaput ketuban ku pecah dan air ketuban muncrat ke dokter yang sedang bersiap-siap. Baju nya basah kuyup hingga setinggi pinggang, aku merasa tidak enak tapi itu kan bukan salah ku, mengapa tadi dia menolak celemek yang yang ditawarkan perawat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yang aku harapkan tidak ada aroma petai di situ...haha...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi sampai jam 11 malam, meski his sudah makin kencang dan sering koq sepertinya aku tidak punya tenaga untuk mengeluarkan bayi yang kami tunggu-tunggu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dokter sudah mulai terlihat tidak sabar. Diperintahkannya bidan untuk naik mendorong perutku dari arah atas. Tapi aku keberatan karena aku tahu risikonya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Jangan pegang perut saya, saya makin tidak bisa konsentrasi nanti" teriak saya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Baik lah, tapi kalau kali ini tidak berhasil juga di vacum ya ?" kata dokter ku itu sedikit kesal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Waduh, aku makin takut, membayangkan kepala bayi ku disedot dengan alat yang mirip sedotan wc lalu kepala bayi ku jadi munjul seperti cone head...Oh..no...no....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ayo, ngedan yang kuat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Akhirnya dengan sekuat tenaga yang mungkin terpicu karena rasa ngeri membayangkan kepala bayi ku nanti seperti conehead, aku pun mengedan dan akhirnya muncul lah si kecil kami yang terlihat sangat jangkung dengan kaki nya yang panjang seperti korek api.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Meski berat lahirnya lebih berat 100 gram dari kakaknya tapi dia terlihat lebih kurus dari kakaknya yang lahir dengan tubuh yang gempal dan bulat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Apa pun itu, Puji Tuhan dia lahir sehat, lengkap dan menangis kuat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dia lahir pada Hari Kebangkitan Nasional, sangat nasionalis menyusul kakaknya yang lahir pada Hari Kemerdekaan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saat merapikan aku, dokter sedikit ngedumel.."mentel kali si Maria ini, tidak mau dipeganglah perutnya, tidak bisa konsentrasi lah katanya..disemprot pula aku tadi" katanya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aku lagi-lagi hanya bisa nyengir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Itulah akhirnya bayi yang kemudian diberi nama Constantia Maria Hasianne hadir dalam hidup ku. Hasianne adalah nama yang khusus aku berikan untuknya. Berasal dari bahasa Batak Toba "hasian" yang berarti sayang. Aku memang ingin menunjukkan identitas darah Batak yang dimilikinya. Meski kadang dia malu memakai nama itu, karena sering diganggu dengan menyebutkan nama "hasianne" dengan menggunakan "e" pepet sehingga terdengar tidak indah ditelinga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengan jarak usia yang terpaut 7 tahun dari kakaknya, sedikit berkuranglah kerepotan menjaga dua anak karena Tita si kakak, lebih banyak diasuh oleh neneknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah mereka beranjak remaja sering saya menyesal, kenapa lama sekali mengambil keputusan untuk memberi adik bagi si kakak, sehingga mereka seperti terlihat sulit untuk kompak. Untuk menarik perhatian si kakak, sering si adik mengambil sikap seolah-olah dia sebaya dengan kakaknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lucu dan unik melihat interaksi mereka berdua.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sekarang setelah si kakak jauh, aku sangat mensyukuri keadaan mereka yang terpaut usia 7 tahun. Karena meski si kakak jauh belajar di seberang pulau, masih ada yang bisa aku peluk-peluk, masih ada yang bisa menemani aku kemana-mana.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Si kecil ku ini memang selalu setia bersama ku. Dia selalu tahu suasana hati ku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dia lah sumber kegembiraanku, celutukannya selalu membuat aku tertawa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dek..di hari ulang tahun adik ini, mami mau bilang kalau adik adalah hadiah dari Tuhan yang paling indah setelah kakak Tita. Tanpa adik mami akan sangat merasa kesepian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semoga di usia yang semakin bertambah ini, adik makin rajin dan pintar, selalu diberkati Tuhan dengan kesehatan dan kebijakan sehingga menjadi anak kesayangan Tuhan dan semua orang. Dan adik harus jadi yang lebih baik dari mami ya Nak..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mami sangat sangat menyayangi adik...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-975066072355805170?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/975066072355805170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=975066072355805170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/975066072355805170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/975066072355805170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2011/05/si-kecil-ku-13-tahun-hari-ini.html' title='Si kecil ku 13 tahun Hari Ini'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-GrYYNEgsng0/TdXgb2GMYWI/AAAAAAAAAc8/YQsgNs_iMV8/s72-c/S3010010.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-7248202646893969805</id><published>2011-05-04T13:09:00.005+07:00</published><updated>2011-05-06T12:44:51.233+07:00</updated><title type='text'>Sang Tetangga</title><content type='html'>Selama 45 tahun sejak dilahirkan saya tinggal di perumahan instansi bersama orang tua. Rumah kami besar, rumah peninggalan Belanda dengan kamar yang luas dan langit-langit yang tinggi, serta halaman depan dan belakang yang sangat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sejak 3 minggu ini saya mulai menempati rumah yang bisa saya sebut rumah sendiri. Rumah type 70 di atas lahan kecil yang berukuran 6 x 16 yang saya beli 2 tahun yang lalu dengan cara mencicil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya pindah dari rumah berkamar 4 yang masing-masing kamar memiliki luas rata-rata 16m2, ke rumah mungil berkamar 3. Dari rumah yang memiliki halaman luas ke rumah yang luas halaman keseluruhan (depan dan belakang) hanya sekitar 20 m2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dari awal saya tidak pernah khawatir saya akan menemui kesulitan untuk beradaptasi dalam rumah mungil.&lt;br /&gt;Justru yang menjadi "concern" adalah bagaimana beradaptasi terhadap lingkungan tetangga yang tinggal berbagi dinding dengan rumah saya.&lt;br /&gt;Inginnya sih membeli rumah sudut, supaya aku hanya "berurusan" dengan 1 tetangga, tapi apa mau dikate rumah sudut lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Akhirnya saya harus terima untuk "berurusan" dengan 2 tetangga di kiri dan kanan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dan saya berusaha menjadi penghuni yang baik dan menghargai keberadaan 2 tetangga yang berbagi dinding dengan saya, misalnya dengan tidak memasang music atau memutar volume TV keras-keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tetangga di kanan adalah keluarga dengan 4 orang anak, 2 laki-laki dan 2 perempuan yang sudah beranjak remaja. Pertama-tama aku menghabiskan weekend di sana, anak perempuan sulungnya sering melirik ke arah rumah ku. Anaknya pemalu tapi kelihatan kalau dia curious sekali. Pernah sekali aku tegur dan aku tanya sekolahnya di mana. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Setelah saya tinggal di sana, baru saya perhatikan kalau mereka itu tetangga yang "baik". Tidak pernah ada kedengaran suara berisik dari rumah di kanan itu, meski ada 4 anak remaja.Dengan jumlah anggota 6 orang dalam rumah tersebut, mestinya lebih berisik dari kami yang hanya berdua.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Saya kadang sampai heran, koq begitu tenangnya rumah di kanan ini seperti rumah yang tidak ada penghuninya. Satu-satunya hal yang menandakan ada penghuni adalah, saat malam atau pagi hari ketika masih sepi, bisa saya dengar derit pintu kamarnya yang (sepertinya) kurang diberi minyak, hahaha...&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kebiasaan lain yang unik dari tetangga sebelah adalah kebiasaan si bapak mencucui dan membersihkan mobilnya dua kali sehari, pagi dan malam hari. makanya tak heran mobil innova hitam mereka selalu tampil kinclong, beda dengan mobil saya yang dekil.&lt;/p&gt;Tetangga yang di kiri lain lagi. Tetangga di kiri ini seorang anak muda, masih single.&lt;br /&gt;Hari Minggu pertama saya tinggal di sana, pagi-pagi sudah terdengar musik dari rumah tersebut. Musiknya memang lagu-lagu Rohani, tapi diputar lumayan keras.&lt;br /&gt;Pernah juga saya dengar dia berkaraoke sendiri dengan suara yang tidak terlalu bagus lah.&lt;br /&gt;Sempat juga saya khawatir, bagaimana kalau jika nanti si pemuda ini mengajak teman-temannya berkaraoke, wah..bisa pecah telinga saya.&lt;br /&gt;Suatu hari saya berkesempatan beramah tamah dengannya di depan rumah. Ternyata dia bekerja sebagai sales produk pembersih untuk kamar bedah dari suatu perusahaan farmasi yang cukup tekenal. Ternyata (lagi) rumah sakit tempat kerja saya merupakan salah satu rumah sakit sasaran di area kerjanya. Dia sempat tidak menyangka ketika saya katakan bahwa saya kenal atasannya dan saya kerja di rumah sakit.&lt;br /&gt;"Wah...saya harus jadi tetangga yang baik nih" katanya setelah tahu informasi tentang saya.&lt;br /&gt;Dalam hati saya pun bersyukur mengetahui tentang dia, merasa punya akses untuk bertindak jika dia "macam-macam". Uuughhhh...sorry saya tidak bermaksud sombong, tapi untuk jaga-jaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah bincang-bincang itu, saya berkesempatan bertemu dengan atasannya di rumah sakit. Lalu saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk meminta no hp si sales ini.&lt;br /&gt;Sengaja saya tidak minta langsung ke si sales ini, khawatir dia jadi ge-er (hehe..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu lalu, mulai pagi music si sales ini sudah on. Tetap dengan lagu rohani nya.&lt;br /&gt;beberapa lagu juga lagu kesukaan saya, tapi koq ya volumenya kali ini lebih kenceng dari minggu lalu. Satu jam berlalu, akhirnya tak tahan juga telinga saya.&lt;br /&gt;Saya beranikan diri untuk meng-sms dia "Pagi dik, saya tetangga sebelah (sambil menyebut nama saya), boleh ya saya minta dikecilkan sedikit volume musik kamu, mksih atas perhatiannya. GBU"&lt;br /&gt;Lama tidak ada jawaban. Volume musik masih kenceng..&lt;br /&gt;Hm..mungkin sangking keras volume musik, dia pun tak dengar ada sms dari saya.&lt;br /&gt;Satu jam berlalu, akhirnya ada sms masuk dari si sales ini.&lt;br /&gt;"Oh ok Bu, bru baca smsnya, sy keluar td..maaf u ktdknyamannya..hehe"&lt;br /&gt;Tak lama volume musik mengecil. Saya sms kembali menyampaikan terima kasih dan saya sampaikan juga kalau saya sebenarnya senang dengan lagu-lagu yang dia putar tapi rasanya lebih pas didengar tidak dengan volume yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah sampai sore itu saya bisa menikmati musik saya dan acara TV kesukaan saya tanpa terganggu volume musik tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ini pengalaman yang unik untuk saya yang tadinya tidak perlu memikirkan soal tetangga yang membuat bising karena di perumahan instansi dulu jarak antara satu rumah dengan rumah tetangga tidak terlalu dekat.&lt;br /&gt;Tapi saya merasa bersyukur sekali karena sesungguhnya dua tetangga saya ini sepertinya tetangga yang enak untuk dijadikan tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga begitu lah selamanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-7248202646893969805?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/7248202646893969805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=7248202646893969805' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/7248202646893969805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/7248202646893969805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2011/05/sang-tetangga.html' title='Sang Tetangga'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-2630052423162340956</id><published>2011-03-26T11:36:00.003+07:00</published><updated>2011-03-27T00:23:29.752+07:00</updated><title type='text'>Ruri perawat ku, gadis ku yang lain.</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2-sIz1ymS5o/TY4goO7BoUI/AAAAAAAAAck/pxlxuPPujdg/s1600/ruri%2Bwedding.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 240px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588440063185887554" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-2-sIz1ymS5o/TY4goO7BoUI/AAAAAAAAAck/pxlxuPPujdg/s320/ruri%2Bwedding.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini 26 Maret 2011 pesta nikah Ruri perawat yang selama ini membantu ku di klinik. Akad nikah berlangsung kemarin, Jumat 25 Maret 2011.&lt;br /&gt;Aku ikut senang dan bahagia bersama mereka Ruri dan Ade suami nya.&lt;br /&gt;Pernikahannya hari ini membuat aku mengenang kembali perjumpaan kami hingga akhirnya dia bekerja untuk ku.&lt;br /&gt;Tahun 2001, 8 tahun setelah menyelesaikan pendidikan dokter dan 8 tahun setelah bekerja sbg dokter jaga UGD barulah aku membuka praktek sendiri.&lt;br /&gt;Saat itu aku meminta perawat yang pernah bekerja di praktek dokter keluarga kami (alm. Dr. Sudiranto) utk membantu ku. Lina namanya. Tak lama bekerja Lina menikah. Dan untuk menggantikannya Lina menawarkan sepupunya Ruri yang baru saja menyelesaikan pendidikan D3 analisnya. Meski latar pendidikan nya bukan perawat, aku anggap tidak masalah yang penting ada yang membantu ku di klinik.&lt;br /&gt;Ayah Ruri pun sudah lam kami kenal. Karena ayahnya adalah supir dokter keluarga kami. Ruri sering mendengar cerita tentang kami dari ayahnya.&lt;br /&gt;Begitu lah akhirnya sejak tahun 2003 sp skrg Ruri membantu ku di klinik.&lt;br /&gt;Bawaan Ruri yang lembut dan manja pada ku membuat dia jadi seperti anak ku sendiri. Jika ada yang meresahkan hatinya Ruri selalu cerita pada ku.&lt;br /&gt;Aku pun sebisanya selalu menasehatinya.&lt;br /&gt;Hari ini aku dimintanya hadir sebagai ibu angkatnya.&lt;br /&gt;Tentu aku bangga dipercaya dan ditempatkan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihatnya tadi melaksanakan upacara adat Jawa, injak telur, membasuh kaki Ade dan ketika aku menepungtawari mereka membuat air mata haru menggantung di pelupuk mata ku.&lt;br /&gt;Semoga pernikahan Ruri dan Ade langgeng hingga ke anak cucu ya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-2630052423162340956?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/2630052423162340956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=2630052423162340956' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/2630052423162340956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/2630052423162340956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2011/03/ruri-perawat-ku-gadis-ku-yang-lain.html' title='Ruri perawat ku, gadis ku yang lain.'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2-sIz1ymS5o/TY4goO7BoUI/AAAAAAAAAck/pxlxuPPujdg/s72-c/ruri%2Bwedding.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-8881264508024598467</id><published>2011-01-08T08:35:00.003+07:00</published><updated>2011-01-08T10:46:19.571+07:00</updated><title type='text'>Tinggalkan lah Kebijaksanaan dan Kebajian Bagi Anak Cucu Kita</title><content type='html'>Hidup memang tidak selalu indah dan bagi sebagian orang mungkin hidup ini tidak adil dan kejam.&lt;br /&gt;Mungkin itulah yang ada dibenak dua anak manusia yang datang menemui saya di kantor, di suatu hari di awal tahun 2011. Mereka masih muda, mungkin masih berusia sekitar awal 30an.&lt;br /&gt;Mereka datang untuk urusan surat keterangan meninggal orang tua mereka (ayah).&lt;br /&gt;Ayah mereka meninggal karena penyakit kanker lever yang dideritanya di rumah sakit tempat saya bekerja. Permasalahan yang membuat mereka harus menjumpai saya adalah karena mereka ingin meminta agar rumah sakit merubah penyebab meninggal yang tercantum di surat keterangan meninggal.&lt;br /&gt;Hal seperti ini sudah sering saya temui dan tentu saja sesuai ketentuan hukum hal ini tidak bisa dilakukan. Dokter atau rumah sakit tidak bisa merubah keterangan atau mengeluarkan keterangan palsu.&lt;br /&gt;Saya tahu ini terkait dengan masalah asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu saya berikan alasan mengapa kami dan saya pribadi tidak bisa membantu mereka, si perempuan yang merupakan anak dari pasien yang sudah meninggal itu menangis dalam diamnya. Air matanya bergulir di pipi sementara si laki-laki yang kemudian saya ketahui adalah suaminya, tertunduk lemas.&lt;br /&gt;"Hanya inilah harapan kami satu-satunya untuk melunasi hutang yang ditinggal ayah kami" kata si perempuan sambil terisak.&lt;br /&gt;"Kalau saja kami tidak menceritakan kepada dokternya apa sakitnya, mungkin dokter tidak akan menuliskan penyakit kanker sebagai penyebab kematiannya.." sambungnya lagi.&lt;br /&gt;Ayahnya masuk ke rumah sakit dalam keadaan sudah sekarat dan hanya bertahan 1 malam sebelum pergi untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama akhirnya saya berbicara dengan mereka.&lt;br /&gt;Tahu lah saya kemudian bahwa hutang-hutang yang ditinggalkan ayahnya bukan lah hutang untuk perobatannya selama ini. Tapi hutang-hutang untuk menolong orang lain. Si ayah berusaha membantu petani-petani di kampung dengan membuka usaha kelompok tani dengan meminjam uang ke bank. Tapi sampai si ayah meninggal usaha itu belum bisa mengembalikan uangnya bahkan petani-petani yang dibantu pun tidak bisa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;Bahkan menurut mereka sudah 2 bulan mereka berdua tidak bergaji, karena gaji mereka diambil untuk mencicil hutang ayah mereka.&lt;br /&gt;"Anak kami masih bayi lagi..dan kami masih harus menanggung adik tiri kami.." isaknya&lt;br /&gt;"Ada kakak, tetapi dia juga masih memiliki anak kecil" sambungnya lagi.&lt;br /&gt;Ketika si perempuan bercerita, saya lihat si laki-laki meneteskan airmatanya.&lt;br /&gt;Saya bisa merasakan perasaan luka sebagai laki-laki akibat ketidakberdayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jadi memang uang asuransi jiwa ini lah yang mereka harapkan untuk membayar hutang-hutang si ayah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ternyata si ayah baru 1 tahun masuk asuransi dan menurut informasi agen bahwa dengan penyebab kematian kanker, uang asuransi jiwanya tidak bisa cair.&lt;br /&gt;Saya tidak mengerti betul soal asuransi, tapi yang saya tahu uang pertanggungan akan dibayarkan meski nasabah belum 1 tahun membeli polis dan diagnosa penyebab kematian tidak berpengaruh kecuali kematian karena bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa mempungkiri bahwa hati saya trenyuh melihat beban kehidupan yang mereka hadapi. Saya berusaha untuk menjaga hati agar tidak terbawa emosi dan ikut menangis karena membayangkan kesulitan yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;Kepala saya berputar mencoba mencari kata yang mungkin bisa memberi harapan bagi mereka. Tapi saya tidak menemukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mohon maaf dik, kami sangat prihatin dengan kesulitan kalian, tapi kami tidak bisa membantu seperti yang kalian harapkan. Tapi saya yakin ada jalan keluar yang bisa kalian temukan. "&lt;br /&gt;"Coba pastikan sekali lagi dengan agen asuransi tentang semua peraturan yang ada terkait polis asuransi ayah kalian." itu lah akhirnya yang saya katakan.&lt;br /&gt;"Saya pribadi selalu meyakini bahwa ketika Tuhan (kelihatannya) menutup pintu, Dia sesungguhnya membuka jendela untuk kita.." sambung saya lagi.&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah kalimat yang saya ucapkan bisa menghibur mereka, tetapi begitulah harapan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini memang berat...&lt;br /&gt;Pertemuan saya dengan mereka membuat saya merenung dan mensyukuri bahwa meski ketika ayah saya meninggal, beliau tidak meninggalkan harta tapi setidaknya beliau tidak meninggalkan hutang.&lt;br /&gt;Semoga kita semua para orang tua seperti itu, tidak meninggalkan harta atau hutang tapi meninggalkan kebijaksanaan dan kebajikan bagi anak cucu kita....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-8881264508024598467?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/8881264508024598467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=8881264508024598467' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/8881264508024598467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/8881264508024598467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2011/01/tinggalkan-lah-kebijaksanaan-dan.html' title='Tinggalkan lah Kebijaksanaan dan Kebajian Bagi Anak Cucu Kita'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-5750337202565533231</id><published>2011-01-05T12:03:00.008+07:00</published><updated>2011-01-05T20:13:22.777+07:00</updated><title type='text'>Mengenang Ayah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TSRtd8O20oI/AAAAAAAAAcI/pFV4yqIpPhM/s1600/Vincent%2B%2Bfinal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 259px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TSRtd8O20oI/AAAAAAAAAcI/pFV4yqIpPhM/s320/Vincent%2B%2Bfinal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558688201234109058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini aku diingatkan kembali tentang dedikasi, keseriusan dan kedisplinan ayah, Papa ku tercinta alm. Vincentius Hardjito.&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selesai visit pasien di ruangan, aku bertemu dua orang dokter senior. Yang satu adalah dokter di Rumah Sakit St Elisabeth, tempatku bekerja dr. Alfred C. Satyo dan satu lagi adalah mantan dosen Mikrobiologi Klinik dari Fakultas Kedokteran USU dr. Sofyan Loebis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mereka saya lihat sedang mengobrol di lorong dan ketika saya mendekat dr. Alfred memanggil saya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Ini dr. Maria, tahu siapa Bapaknya ?" kata dr. Alfred sambil memandang dr. Sofyan Loebis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya langsung menyahut sambil bercanda, " Ya...gak mungkin lah ketahuan dari wajah saya siapa Bapak saya"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Bapaknya dosen Fisika kita dulu, Ir. Hardjito" sambung dr. Alfred.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Oh kalau beliau tahu lah saya" kata dr. Sofyan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Yang tinggal di Kampung Baru kan..? sambungnya lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;Ayah saya ditahun 60an memang pernah diminta mengajar di Fakultas Kedokteran USU. Saat itu FK USU baru buka dan mereka kekurangan dosen sehingga banyak memakai dosen tamu dari luar, salah satunya dari AVROS, suatu lembaga penelitian perkebunan yang pada masa itu banyak memiliki tenaga-tenaga ahli dari Belanda.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Yang saya ingat beliau ngajar Fisika hari Jumat sore dan kami ada tiga itu yang muslim selalu permisi untuk sholat pada jam kuliah" mengalir cerita dari dr. Sofyan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aku mendengar dengan seksama, senang rasanya mendengar cerita tentang mendiang yang tidak pernah diceritakan olehnya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Dan selesai sholat kami masuk lagi" lanjut dr. Sofyan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Tapi sekali, sesudah sholat ada yang nyelonong ikut masuk ruang kuliah bersama kami karena terlambat, langsung di suruh keluar karena ternyata beliau ingat bahwa si pengekor tadi bukan termasuk rombongan yang sholat"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Ingat rupanya beliau itu...diperhatikannya rupanya.." sambungnya lagi sambil tertawa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya pun ikut tertawa mendengarnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Iya, beliau memang disiplin soal jam kuliah, kalau terlambat tidak bisa masuk lagi" sahut dr. Alfred.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Oh kalau saya, yang paling saya ingat waktu sekali kami datang ke rumah Pak Hardjito, kami ditawari Sherry (minuman beralkohol)" sahut dr. Alfred. Kalau cerita ini sudah berulang kali diceritakan dr. Alfred pada ku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;Yah, dimana-mana kedisplinan ayah ku lah yang paling  diingat orang.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi kami di rumah rasanya biasa-biasa sajalah, memang ada waktu main, tidur atau belajar tapi tidak pernah seketat itu sampai misalnya kalau dilihat masih membaca pada waktu tidur lampu langsung dimatikan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;Beberapa waktu lalu lalu dalam kesempatan mengikuti seminar di Jakarta saya juga bertemu dengan murid mendinag yang lain, Prof. Santoso Karo-karo, seorang Ahli Penyakit Jantung di Rumah Sakit Jantung Harpan Kita.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saat bertemu dengan beliau di kolam renang Hotel Borobudur, kami terlibat obrolan ringan tentang renang. Lalu saya sempatkan cerita kalau dulu mendiang ayah saya adalah pasiennya. Ketika saya sebut nama ayah saya, beliau sempat kaget,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Ah..salam lah kita.." katanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Pak Hardjito saya ingat sekali, dosen Fisika kami itu, orangnya tegas dan disiplin" sambungnya lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;Yah, bangga lah saya bahwa orang sekaliber Prof. Santoso Karo-karo masih ingat dengan ayah saya.&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Itu lah sebagian dari cerita-cerita orang tentang ayah saya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah saya nanti setelah saya tiada di dunia ini, bisa dikenang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;Well, at least tulisan ini bisa menjadi salah satu yang bisa dikenang orang tentang saya.&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-5750337202565533231?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/5750337202565533231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=5750337202565533231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/5750337202565533231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/5750337202565533231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2011/01/mengenang-ayah.html' title='Mengenang Ayah'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TSRtd8O20oI/AAAAAAAAAcI/pFV4yqIpPhM/s72-c/Vincent%2B%2Bfinal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-7100317371227307985</id><published>2011-01-01T11:08:00.009+07:00</published><updated>2011-01-01T14:56:35.226+07:00</updated><title type='text'>Kebersamaan di Penghujung Tahun 2010</title><content type='html'>Setelah puluhan tahun tidak pernah pergi &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TR685MIOj8I/AAAAAAAAAbw/EETbB7MJcxM/s1600/main%2Bkwartet.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TR685MIOj8I/AAAAAAAAAbw/EETbB7MJcxM/s320/main%2Bkwartet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557086680916070338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;berlibur bersama lagi,  Desember 2010 yang baru saja lalu mami dan Tante Inge (adik mami) menikmati kembali berlibur bersama.&lt;br /&gt;Mereka terpaut usia 5 tahun, Mami 75 tahun dan Tante Inge 70 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa foto lama, aku bisa melihat bahwa di masa kami kecil, cukup sering dua kakak adik ini berlibur bersama, masing-masing dengan keluarganya.&lt;br /&gt;Mungkin dengan kesibukan masing-masing, Tante Inge sebagai dokter dan Mami sebagai ibu rumah tangga, kegiatan tersebut terlewatkan bersama berjalannya waktu.&lt;br /&gt;Sepupu-sepupu ku anak Tante Inge, begitu memasuki SMP di sekolahkan ke luar negeri. Mereka hanya pulang setahun sekali. Dan jika liburan tentu mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama baik di dalam maupun di luar negeri karena mereka mampu untuk itu.&lt;br /&gt;Sementara kami yang begitu saya masuk SMP harus hidup sederhana karena Papi sudah pensiun (salah satu alasan bagi pria untuk tidak menikah di usia di atas 40 tahun :)), hanya menikmati liburan di rumah atau sejauh-jauhnya ke Prapat.&lt;br /&gt;Begitu lah dua kakak beradik itu Mami dan Tante Inge tidak pernah lagi berlibur bersama.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TR6847o9PXI/AAAAAAAAAbo/WVsr10btPjQ/s1600/%2540NIagara%2BHotel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TR6847o9PXI/AAAAAAAAAbo/WVsr10btPjQ/s320/%2540NIagara%2BHotel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557086676489944434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain itu, kepribadian mereka berdua yang saling bertolak belakang membuat mereka kadang sulit untuk bisa duduk bersama atau berbicara tanpa diakhiri dengan perselisihan pendapat.&lt;br /&gt;Tante Inge lebih rapi, terorganiser dan terencana. Sementara Mami lebih spontan, slordig (sembrono).&lt;br /&gt;Akhirnya aku lah yang selalu berada ditengah mereka. Hal-hal yang perlu disampaikan oleh Mami kepada adiknya akan disampaikan lewat ku begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;Dan itu membuat aku mengenal betul apa yang disukai dan tidak disukai Tante Inge. Sepertinya aku lebih mengenal Tante Inge daripada Mami, kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perjalanan waktu, dengan pengalaman kehilangan belahan jiwa masing-masing yang lebih dulu menghadap Bapa di surga, saya melihat hubungan mereka sedikit demi sedikit mulai membaik. Tante Inge mulai lebih sering datang berkunjung ke rumah kami. Setiap Natal atau Tahun Baru Tante datang ke rumah.&lt;br /&gt;Perkenalan Mami dengan John yang awalnya membuat saya khawatir akan memperburuk hubungan mereka ternyata tidak beralasan. Sebaliknya Tante Inge sepertinya bisa menikmati kehadiran John.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, pertengahan Desember lalu secara tiba-tiba Tante Inge minta aku pesankan hotel di Prapat untuk 2 atau 3 malam. Menurutnya Edwin sepupu ku anak bungsunya sudah berkali-kali ingin ke Prapat. Kami diajaknya ikut asal aku bisa menyediakan mobil untuk transport kami. Hal yang tidak sulit bagi ku.&lt;br /&gt;Setelah mencoba mencari kesana kemari akhirnya kami berhasil mendapat tempat di Prapat, di Hotel Inna Prapat. Satu-satunya hotel dari dulu yang masih diingat Tante Inge.&lt;br /&gt;Kami akan menginap di sana mulai dari tanggal 29 Desember sampai 31 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pagi-pagi tanggal 29 Desember ada perubahan sedikit, Edwin tidak jadi ikut karena tiba-tiba diare. Hal yang sedikit mengecewakan kami, tapi apa boleh buat.&lt;br /&gt;Kami tetap berangkat tanpa Edwin.&lt;br /&gt;Saat itu aku sangat kagum pada Tante Inge, aku tahu semua rencana ini untuk Edwin, dia sendiri dengan usianya aku tahu tidak begitu antusias dengan perjalanan ini.&lt;br /&gt;Tapi ketika Edwin tidak bisa ikut, dia tetap berangkat bersama kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mulai masuk Lubuk Pakam, Tante Inge mengajak kami bermain kata, mencoba menemukan kata dalam bahasa Inggris yang diawali dengan "C".&lt;br /&gt;Satu persatu kata berawalan C meluncur dari mulut kami. Bahkan Pak Ari supir Apotik Sutomo yang kami pinjam pun ikut nimbrung.&lt;br /&gt;"Coconut" sahutnya tiba-tiba.&lt;br /&gt;Tante Inge bertepuk tangan, kami tertawa.&lt;br /&gt;Pak Ari memang senang bercanda apalagi tertawanya lepas terbahak-bahak.&lt;br /&gt;Ternyata John dan Tante Inge senang dengan gaya lawakan Pak Ari.&lt;br /&gt;Aku pun senang, artinya pilihan ku untuk memakai Pak Ari sebagai driver kami tidak salah. Karena aku ingin semua happy dalam liburan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari "C" kami pindah ke "S" masih dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;Pak Ari tetap nimbrung. Riuh rendah suara gelak tawa kami setiap kali ada yang berhasil menemukan kata yang unik yang berawalan S.&lt;br /&gt;Bosan dengan kata Inggris, kami pindah ke huruf "K" dan kali ini bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;"Tapi jangan yang aneh-aneh ya.." kata Tante Inge.&lt;br /&gt;Hahaha....&lt;br /&gt;Akhirnya meluncurlah kata dalam bahasa Indonesia yang berawalan dengan "K"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata banyak sekali kata-kata berawalan K yang bisa membuat kami terbahak-bahak.&lt;br /&gt;Namanya orang tua kalau sudah tertawa membuat otot detrusol otot kandung kencing sulit terkontrol.&lt;br /&gt;Akibatnya kami harus segera mencari perhentian dulu sebelum melanjutnya pencarian kata-kata berawalan "K"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah..bahaya kali huruf K ini" kata Tante Inge.&lt;br /&gt;"Iya..sampai harus ke (K)akus (K)encing-kencing.." sahut Pak Ari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami semakin terbahak-bahak sambil memegang perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TR684uX_zuI/AAAAAAAAAbY/UZaS359B2vk/s1600/Get%2Btogether.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TR684uX_zuI/AAAAAAAAAbY/UZaS359B2vk/s320/Get%2Btogether.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557086672929148642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan 4 jam menjadi tak terasa.&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan aku ajak mereka untuk membuat kalimat sepanjang-panjangnya dengan menggunakan kata-kata yang berawalan "T"&lt;br /&gt;Awalnya "Tukang tahu tebing tinggi tiba-tiba teriak-teriak tolong tolong.."&lt;br /&gt;Akhirnya makin panjang..."Tukang tahu tebing tinggi tiba-tiba teriak-teriak tolong tolong terpijak t*** tukang tempe"&lt;br /&gt;Sumpah yang menemukan kata "tebing tinggi", "terpijak", "t***" itu Tante Inge, not me...&lt;br /&gt;Hahahaha....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keriuhan itu ternyata tidak hanya diperjalanan tetapi selama 2 malam kami di sana.&lt;br /&gt;Keriuhan yang lebih lagi terjadi saat kami bermain kartu kwartet.&lt;br /&gt;Permainan yang tujuannya untuk mengumpulkan 4 seri kartu bergambar yang dicari diantara pemain yang ada. Permainan ini menjadi lucu karena bahasa yang digunakan di kartu adalah bahasa Belanda, sementara ada 3 pemain (John, Tanti dan Pak Ari) yang tidak bisa berbahasa Belanda apalagi permainan ini juga baru untuk John dan Pak Ari, but they catched up very well.&lt;br /&gt;"Untung kita main di luar, kalau tidak bis runtuh langit-langitnya" kata Tante Inge.&lt;br /&gt;Celutukan dia memang selalu membuat kami tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam kedua kami lalui dengan berkaraoke hingga pukul 11 malam.&lt;br /&gt;Ketika akhirnya kami harus kembali ke Medan, rasanya tak rela keriuhan dan kebersamaan ini berakhir.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TR6_cnipZxI/AAAAAAAAAb4/5FZQz_NoQU8/s1600/Resti%2BKampung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TR6_cnipZxI/AAAAAAAAAb4/5FZQz_NoQU8/s320/Resti%2BKampung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557089488593315602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sampai diperjalanan pulang, saat mampir di rumah makan kampung temuan Pak Ari di Karang Anyar, saat menunggu ayam pesanan kami diproses untuk menjadi makan siang kami (dikejar, ditangkap, dipotong dan digoreng) kami masih bermain kwartet, masih terbahak-bahak.&lt;br /&gt;Dan dalam perjalanan menuju Medan setelah makan siang, kami juga masih harus melewati pencarian kata masih tetap dengan huruf "K"..masih tetap sampai ter(kencing-kencing)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank you God untuk kebersamaan ini dipenghujung Tahun 2010.&lt;br /&gt;Dua kakak beradik tertawa bersama lagi, mengenang masa-masa muda mereka.&lt;br /&gt;Semoga Tahun 2011 kami masih bisa bergembira bersama dengan perkenaaan Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TR684tE8LfI/AAAAAAAAAbg/BKrRHRXuI08/s1600/Penatapan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TR684tE8LfI/AAAAAAAAAbg/BKrRHRXuI08/s320/Penatapan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557086672580783602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-7100317371227307985?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/7100317371227307985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=7100317371227307985' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/7100317371227307985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/7100317371227307985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2011/01/kebersamaan-di-penghujung-tahun-2010.html' title='Kebersamaan di Penghujung Tahun 2010'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TR685MIOj8I/AAAAAAAAAbw/EETbB7MJcxM/s72-c/main%2Bkwartet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-7758717671983993770</id><published>2010-05-09T14:25:00.005+07:00</published><updated>2010-05-09T15:29:55.138+07:00</updated><title type='text'>Mother's Day</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/S-ZyJsZb2ZI/AAAAAAAAAWk/QsPC8ib5i6M/s1600/momnchild.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469184308350278034" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 263px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/S-ZyJsZb2ZI/AAAAAAAAAWk/QsPC8ib5i6M/s320/momnchild.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/S-ZyJbQGPHI/AAAAAAAAAWc/C7-mMmvdqyo/s1600/leatherback-turtle-night_4135_600x450.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469184303747710066" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/S-ZyJbQGPHI/AAAAAAAAAWc/C7-mMmvdqyo/s320/leatherback-turtle-night_4135_600x450.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini 09 Mei, dirayakan sebagai Hari Ibu, Mothers Day, juga di Indonesia meski di Indonesia Hari Ibu dirayakan pada 22 Desember. Tetapi kapan pun dirayakannya, yang penting adalah esensi dari Hari Ibu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan kemarin sore saya menonton acara di Metro TV, saya lupa nama acaranya. Acara tersebut merupakan kumpulan beberapa film dokumenter tentang bumi kita.&lt;br /&gt;Salah satu adalah liputan tentang penyu belimbing di lepas pantai Gabon.&lt;br /&gt;Diceritakan bagaimana penyu belimbing betina setahun sekali akan mendarat di pantai Gabon, Afrika Barat untuk bertelur. Penyu betina sekali bertelur menghasilkan hingga ratusan butir. Mereka menggali lubang di bibir pantai dan bertelur dengan susah payah. Yang membuat saya trenyuh adalah ulasan yang menjelaskan bagaimana setelah penyu tersebut bertelur dia akan menutup lubang tersebut, lalu membuat jejak yang mengecohkan agar telur-telurnya tersebut aman dari predator.&lt;br /&gt;Induk penyu tersebut kemudian kembali ke laut untuk mencari makan dan meninggalkan telur-telurnya dan tidak akan kembali ke pantai tersebut dengan berurai air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dan mendengar cerita tersebut membuat saya yakin bahwa semua ibu dari semua makhluk di dunia ini memiliki naluri keibuan yang hebat.&lt;br /&gt;Sebagai ibu saya tidak bisa membayangkan harus meninggalkan anak-anak yang sudah saya lahirkan untuk berjuang sendiri di alam yang terkadang bisa sangat kejam ini.&lt;br /&gt;Tapi kemudian saya teringat ada banyak ibu-ibu di dunia yang harus seperti induk penyu ini, melahirkan tapi harus melepaskan anak nya kepada orang lain untuk berbagai macam alasan.&lt;br /&gt;Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut dianggap kejam, tak berperikemanusiaan, tetapi seperti induk penyu, itu lah takdir mereka, mereka tidak punya pilihan selain menyerahkan anak-anaknya pada alam. Apakah karena itu mereka tidak layak disebut Ibu ? Saya pikir tidak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya pada Hari Ibu kali ini, saya ingin menyatakan simpati dan selamat Hari Ibu, bagi Ibu-ibu yang tidak sempat melihat anaknya, yang terpaksa menggugurkan kandungannya karena berbagai macam alasan, juga bagi Ibu- ibu yang harus menyerahkan anak nya untuk diasuh orang lain karena alasan ekonomi atau alasan lainnya.&lt;br /&gt;Anda lah Ibu-ibu yang pantas mendapat penghormatan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:130%;"&gt;Happy Mother's Day To All Mothers of The World...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-7758717671983993770?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/7758717671983993770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=7758717671983993770' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/7758717671983993770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/7758717671983993770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2010/05/mothers-day.html' title='Mother&apos;s Day'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/S-ZyJsZb2ZI/AAAAAAAAAWk/QsPC8ib5i6M/s72-c/momnchild.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-145337102804174627</id><published>2010-04-26T13:33:00.005+07:00</published><updated>2010-04-27T10:26:11.330+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Bioskop, Dulu dan Sekarang</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/S9VB9IWbpOI/AAAAAAAAAWU/TH_ST4fo3nw/s1600/ria.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464346241353360610" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 196px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/S9VB9IWbpOI/AAAAAAAAAWU/TH_ST4fo3nw/s320/ria.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejak SMP saya hobby sekali nonton bioskop. Kalau sudah suka dengan bintang film nya atau kalau ada film yang bukunya pernah saya baca pasti saya akan menontonnya. Apalagi dulu film-film Indonesia masih lumayan layak untuk ditonton tidak seperti sekarang yang sudah dipenuhi dengan genre film horor yang tidak bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Zaman tahun 80an, hampir semua bioskop di Medan pernah saya kunjungi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat itu ada bioskop Ria, Riang, Cathay, Majestic, Juwita, Medan (di Jl. Perdana), Astanaria (di Jl. Iskandar Muda). Itu lah bioskop-bioskop yang populer saat itu. Tapi bioskop saat itu belum senyaman Cinema 21. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kalau dulu pulang dari nonton kadang bokong kita bentol-bentol. Karena bioskop dulu banyak kepindingnya, kutu busuk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sehingga pulang dari nonton saya langsung diminta ibu saya untuk merendam baju yang saya pakai nonton, tidak boleh menggantungnya di kamar mandi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena takut kutu busuk nempel di baju dan kalau digantung di kamar mandi ada pakaian lain dia bisa nempel juga ke situ.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kadang pun bukan hanya kutu busuk, tikus juga ada.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya pernah sekali nonton, lagi seru-serunya tiba-tiba ada tikus nyelonong di bawah kursi, kaget setengah mati. Akhirnya saya tidak bisa menikmati film dan sepanjang film saya mengangkat kaki karena takut digigit tikus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Syukur lah sekarang bioskop sudah lebih nyaman. Pulang nonton tidak bentol-bentol digigit kutu busuk, baju yang dipakai nonton juga tidak harus segera dicuci&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi tetap ada satu hal yang sering mengusik pikiran saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya perhatikan setiap selesai nonton, umumnya penonton tidak mau membereskan sampah minuman dan snacknya sendiri. Sampah dibiarkan berserakan di kursi dan di lantai atau di kolong.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sungguh tidak sedap dipandang mata. Padahal kalau dilihat dari penampilan penonton Cinema 21 sekarang ini, pasti lah mereka datang dari kalangan menengah ke atas. Kalau sudah begitu mestinya perilaku kebersihannya juga sudah lebih baik lah ya..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi kenyataannya koq tidak ya..?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Memang sudah ada petugas kebersihan tapi rasanya kalau masing-masing penonton mau bertanggungjawab atas sampahnya sendiri, mungkin petugas bisa memperhatikan aspek lain dari kebersihan bioskop.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Memang pernah saya dengar ungkapan dari temannya teman yang mengatakan kalau kita yang mengurusi sampah kita nanti petugas kebersihan jadi tidak ada kerjanya, karena memang itu kan tugas mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Walah, apa begitu..?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya pikir dengan memasukkan sampah kotak atau kaleng minuman dan sampah bungkus snack ke dalam kantong plastik (yang pasti diberikan waktu kita membeli snack tersebut) dan membuangnya ke tong sampah yang ada di luar bioskop tidak lah terlalu merepotkan kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kalau saya kebetulan memang selalu mengumpulkan sendiri sampah makanan dan minuman yang saya bawa dan membuangnya di tong sampah yang ada di luar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya yakin pengusaha Cinema 21 bisa membantu mendidik dengan membuat suatu pengumuman bagi penonton, sama seperti pengumuman untuk tidak mengangkat kaki atau mematikan handphone saat menonton.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kenapa tidak dibuat pengumuman yang meminta agar sampah dikumpul sendiri oleh penonton dan dibuang di tempat yang sudah disediakan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bukan kah itu mendidik...?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-145337102804174627?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/145337102804174627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=145337102804174627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/145337102804174627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/145337102804174627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2010/04/bioskop-dulu-dan-sekarang.html' title='Bioskop, Dulu dan Sekarang'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/S9VB9IWbpOI/AAAAAAAAAWU/TH_ST4fo3nw/s72-c/ria.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-8997569856908409395</id><published>2010-03-30T20:18:00.004+07:00</published><updated>2010-03-30T20:45:06.465+07:00</updated><title type='text'>My First Terrarium Garden</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/S7IABjG2iSI/AAAAAAAAAVk/UG0A_0sbGbM/s1600/terrarium.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454422125302941986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/S7IABjG2iSI/AAAAAAAAAVk/UG0A_0sbGbM/s200/terrarium.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yup..I have been away too long from my blog.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Happiness and sadness are part of everybody's life. Obviously sadness shouldn't make us away from the world we used to live in. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;So I have decide to write again, to look after my "secret garden" again.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Last sunday I made my first terrarium garden with a rectangular glass container, a small one.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;I put Haworthia limifolia and Kalanchoe in it. I really enjoyed it.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hope to make one more this next sunday with a touch of Easter.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Welcome back...&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-8997569856908409395?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/8997569856908409395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=8997569856908409395' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/8997569856908409395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/8997569856908409395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2010/03/my-first-terrarium-garden.html' title='My First Terrarium Garden'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/S7IABjG2iSI/AAAAAAAAAVk/UG0A_0sbGbM/s72-c/terrarium.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-1209665119372289907</id><published>2009-09-28T13:28:00.004+07:00</published><updated>2009-09-28T20:52:25.854+07:00</updated><title type='text'>Don't Be an Exercise Dropout</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SsC_HHZgSGI/AAAAAAAAAUI/ncewynLlMpg/s1600-h/swimming.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386515283301124194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 132px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SsC_HHZgSGI/AAAAAAAAAUI/ncewynLlMpg/s200/swimming.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; "Don't Be an Exercise Dropout", begitu judul artikel yang saya baca di Majalah Reader's Digest terbitan tahun 1991 yang saya temukan di tumpukan majalah tua di gudang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Isinya mengingatkan saya tentang perjuangan saya untuk mulai renang setelah menderita HNP. Awalnya memang sulit sekali. Bahkan kenangan rasa sakit yang saya alami pun ternyata tidak cukup kuat untuk memotivasi saya untuk mulai berenang. Untunglah semua itu sudah lewat, sekarang ini renang sudah bisa saya jadikan rutinitas. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Untuk teman-teman yang mungkin sedang berjuang menjadikan olah raga sebagai rutinitas, mungkin baik saya bagi apa yang saya baca di Reader's Digest ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;1. Bersiap-siaplah untuk kehabisan tenaga. Jangan percaya bahwa olah raga dapat membuatmu merasa bergairah secara cepat karena Anda pasti kecewa. Tapi bertahan lah, sesudah beberapa waktu Anda dapat berolahraga tanpa merasa kehabisan tenaga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;2. Olah raga lah untuk mendapatkan &lt;em&gt;reward&lt;/em&gt; terselubung. Menurut Sue Browder penulis artikel Don't Be an Exercise Dropout, jangan berolah raga untuk memiliki tubuh yang bagus, perut yang twelvepack karena hasilnya mungkin mengecewakan dan membuat kita patah semangat. Untuk bisa tetap mempertahankan kebiasaan olah raga kita justru memerlukan &lt;em&gt;inner rewards, &lt;/em&gt;seperti tidur lebih nyenyak, lebih tenang, lebih berperilaku positif dll. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ini saya alami sendiri, kalau dari awal saya renang supaya kurus, pasti saya sudah berhenti dari dulu karena kenyataannya sampai sekarang saya nggak kurus-kurus meski renang 3 kali seminggu. Tapi karena niatnya untuk relaks ya terima kasih saya tetap bisa mempertahankan rutinitas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;3. Lakukan dengan cara mu. Cari lah olah raga yang sesuai dengan kepribadianmu. Kalau lebih senang bersosialisasi mungkin olah raga tennis atau basket lebih bisa membuat betah, dari pada bersepeda. Kalau takut terluka, lebih baik jalan kaki daripada olah raga bela diri. Betul sekali kan...?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Jika merasa pegal-pegal jangan patah semangat. Bagi yang bertahun-tahun tidak pernah olah raga, gerakan 30 menit bisa membuat otot tubuh terasa pegal-pegal tidak karuan. Jika karena itu ingin beristirahat beberapa hari it's ok, tapi jangan berhenti berolah raga. Sesudah hilang pegal-pegalnya, mulai lah lagi. Ah iya, saya juga mengalami yang seperti ini. Apalagi saya menderita HNP, di awal-awal rasanya koq tidak ada perbaikan, koq malah pegal-pegal. Sudah pegal karena HNP, pegal lagi karena renang..hampir membuat saya berhenti. Tapi saya yakin kan bahwa itu hanya awalnya saja eh..ternyata benar...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Melamun lah saat berolah raga. Nah ini saya akui. Dulu waktu niatnya ingin kurus, saya olah raga dengan sepeda statis, supaya tidak bosa saya naik sepeda sambil nonton tv, tapi gagal. Sepeda statis saya tinggalkan. Kadang waktu berenang saya juga bisa bosan, tapi melamun ternyata membuat renang menjadi mengasyikkan. Kadang saya memperhatikan desah nafas yang saya buang, mendengar suara air terpercik yang timbul karena gerakan saya atau menghitung gerakan saya. Tak trasa saya sudah berputar 15 kali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;6. Cari teman untuk berkeringat bersama. Teman-teman bisa membuat kita bertahan dengan rutinitas. Ini juga saya alami, di tempat saya renang ada beberapa ibu-ibu yang selalu menjadi teman saya renang. Kami selalu saling bertanya "Koq kemarin tidak renang..?", " Hari apa lagi renang..?"atau "Besok datang ya, saya nanti bawa kue.."Haha..semua itu membuat kita segan untuk tidak datang, dari pada pusing mencari alasan kenapa tidak datang mending datang deh..Lagian malu juga kalau sering-sering bolos. Satu teman yang selalu membuat saya termotivasi adalah seorang ibu yang sudah berumur 78 tahun, berenang 3 kali seminggu, dan bisa melakukan 20 putaran. Masa saya yang jauh di bawahnya tidak bisa !?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ah..itu lah dia kalau kita sudah bisa rutin seminggu dua minggu, sepertinya semua menjadi lebih ringan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;So keep going friends...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-1209665119372289907?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/1209665119372289907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=1209665119372289907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/1209665119372289907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/1209665119372289907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/09/dont-be-exercise-dropout.html' title='Don&apos;t Be an Exercise Dropout'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SsC_HHZgSGI/AAAAAAAAAUI/ncewynLlMpg/s72-c/swimming.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-9053216449126220677</id><published>2009-08-29T10:25:00.002+07:00</published><updated>2009-08-29T10:37:11.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Novena Tiga Salam Maria</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SpiiDNhiefI/AAAAAAAAATI/F7pH__I11dI/s1600-h/mary16thc.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 251px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SpiiDNhiefI/AAAAAAAAATI/F7pH__I11dI/s320/mary16thc.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375224331320326642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOVENA TIGA SALAM MARIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalam kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti bisa dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Putera mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik keluhuran Tuhan, penghormatanku kepadamu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala permohonanku ini. Karena itu, kalau permohonan ku ini benar-benar sesuai dengan kehendak Puteramu, dengan sangat aku mohon, o Bunda, sudilah meneruskan segala permohonanku in ke hadirat Puteramu, yang pasti tak akan menolakmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengharapanku yang besar in, berdasarkan atas kuasa yang tak terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan St. Machtildis yang kau beritahukan tentang kebaikan doa ”Tiga Salam Maria”, yang sangat besar manfaatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa :  Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara  wanita dan  terpujilah buah tubuhmu Yesus, Santa Maria bunda Allah  doakan lah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati (3 X)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampaikan permohonan Anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawan suci yang disebut Takhta Kebijaksanaan, karena sabda Allah tinggal padamu, engkau dianugerahi pengetahuan Ilahi yang tak terhingga oleh Puteramu, sebagai makhluk yang paling sempurna untuk dapat menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau tahu betapa besar kesulitan yang ku hadapi ini, betapa besar pengharapanku akan pertolonganmu. Dengan penuh kepercayaan akan tingginya kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diri seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat mengatur dengan segala kesanggupan dan kebaikan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda dapat menolong dengan segala cara yang paling tepat untuk terkabulnya permohonan ku ini.&lt;br /&gt;Oh Maria, Bunda kebijaksanaan Ilahi, sudilah kiranya Bunda berkenan mengabulkan permohonanku yang mendesak ini. Aku memohon berdasarkan atas kebijaksaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan oleh Puteramu melalui sabda Ilahi kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama dengan St. Antonius dari Padua dan St. Leonardus dari Porto Mauritio, yang rajin mewartakan tentang devosi ”Tiga Salam Maria” aku berdoa untuk menghormati kebijaksanaamu yang tiada taranya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa :  Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara  wanita dan  terpujilah buah tubuhmu Yesus, Santa Maria bunda Allah  doakan lah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati (3 X)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampaikan permohonan Anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Bunda yang baik dan  lembut hati, Bunda Kerahiman Sejati yang akhir-akhir ini disebut sebagai ”Bunda yang penuh belas kasih”, aku datang padamu, memohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas kasihmu kepadaku. Makin besar kepapaan ku, makin besar pula belas kasihmu kepada ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu bahwa aku tidak pantas mendapat karunia itu, sebab seringkali aku menyedihkan hatimu, dengan menghina Puteramu yang kudus itu. Betapapun besarnya kesalahanku, namun aku sangat menyesal telah melukai Hati Kudus Yesus dan hati kudus mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau memperkenalkan diri sebagai ”Bunda para pendosa yang bertobat” kepada St. Brigitta, maka ampunilah kiranya segala  kurang rasa terima kasihku kepadamu. Ingatlah akan keluhuran Puteramu saja, serta kerahiman dan kebaikan hatimu yang terpancar dengan mengabulkan permohonanku ini melalui perantaraan Puteramu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Bunda, Perawan yang penuh kebaikan serta lembut dan manis, belum penah ada orang yang datang padamu dan memohon pertolonganmu enkau biarkan begitu saja. Atas kerahiman dan kebaikanmu, aku berharap dengan sangat, agar aku dianugerahi Roh Kudus. Dan demi keluhuranmu, bersama St. Alfonsus Ligouri, rasul kerahimanmu, serta pengajar devosi ”Tiga Salam Maria”, aku berdoa untuk menghormati kerahimanmu dan kebaikanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa :  Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara  wanita dan  terpujilah buah tubuhmu Yesus, Santa Maria bunda Allah  doakan lah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati (3 X)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampaikan permohonan Anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Maria, Ibuku yang baik hati, bantulah aku dalam menempuh kehidupanku ini, agar aku dapat mencapai kebahagiaanku dan cita-citaku.&lt;br /&gt;Oh Bunda bila aku ingat akan masa depanku dan kesulitan-kesulitan, aku merasa sangat khawatir dan sedih, sering-sering merasa berputus asa.&lt;br /&gt;Karenanya Bunda, tolonglah aku dalam kesulitan-kesulitanku ini, bantulah agar aku selamat, sampai pada cita-citaku.&lt;br /&gt;Oh Roh Kudus, terangilah akal budiku dan bimbinglah aku, ampunilah kesalahanku dan kabulkanlah doa ku.&lt;br /&gt;Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda Maria, bunda yang baik dan murah hati, jauhkanlah diri ku dari dosa berat dalam tiap permohonan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-9053216449126220677?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/9053216449126220677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=9053216449126220677' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/9053216449126220677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/9053216449126220677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/08/novena-tiga-salam-maria.html' title='Novena Tiga Salam Maria'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SpiiDNhiefI/AAAAAAAAATI/F7pH__I11dI/s72-c/mary16thc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-2032431235319490730</id><published>2009-08-06T11:00:00.002+07:00</published><updated>2009-08-06T11:42:50.110+07:00</updated><title type='text'>Ngekos di Usia Tua</title><content type='html'>Benar...seumur-umur saya belum pernah ngekos. Lahir dan besar di Medan, tepatnya di Kampung Baru, lalu kuliah juga di Medan membuat saya tidak pernah merasakan tinggal di kos-kosan. Tetapi ternyata di usia "beyond forty" saya harus merasakan hidup ngekos, di Jakarta pula.Eeeitss..jangan mikir macam-macam dulu, saya ngekos bukan karena lari dari rumah lho..hehe..&lt;br /&gt;Saya ngekos karena menemani Tita anak gadis ku yang mengambil keputusan untuk tinggal jauh dari saya. "Tita nggak mau seperti Mami yang terus di Medan. Tita nggak mau di bawah ketiak Mami terus", begitu alasannya. &lt;br /&gt;Bagus lah Nak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi lah dia yang diterima di BINUS University berangkat ke Jakarta. Untuk menemani dia saya meninggalkan kantor dan praktek selama 2 minggu. Beberapa teman ada yang pro dengan keputusan saya ini, tapi ada juga yang kontra. Tapi saya pikir peduli amat, masing-masing punya cara sendiri.&lt;br /&gt;Hari ini sudah 12 hari saya ngekos bersama Tita. Tempat kos nya di daerah Kebun Jeruk Batu Sari. Kamar kosnya berukuran 2x3 meter, dengan 1 tempat tidur, 1 lemari pakaian, dan 1 meja belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari pertama di kos an, terasa lucu buat saya maupun Tita. Tita terbiasa bicara keras-keras, "Aku kan orang Batak" begitu alasannya. Jadi di kos-kosan saya minta dia kecilkan suaranya, "Nanti dikira orang kita berantem Tita" kata saya.&lt;br /&gt;Tapi seminggu pertama di kos, dikamar ukuran 2x3 ini, kami memang berantem. Kalau di rumah kami di Kampung Baru, kalau saya merepet, Tita masuk kamarnya. Tapi di kos-kosan ini, yang sebenarnya kamar dia yah dia mau kemana lagi. Lah saya, mau ke mana juga supaya marah saya nggak makin memuncak, wong nggak tahu jalan di Jakarta ini..hehe. Akhirnya kami hanya punggung-punggungan sambil berdiam diri.&lt;br /&gt;Hanya sekali saya nekad keluar dengan angkot saat sedang marah, yakni ke pasar dekat kos-kosan. Niatnya habis dari pasar mau ke Plaza Senayan, tapi lagi-lagi bingung. Akhirnya balik lagi ke kos-kosan, kebetulan sudah tahu nomor angkot untuk balik ke kos. Whualah...&lt;br /&gt;Mungkin dalam hati Tita sudah tahu kalau mamanya ini "omdo" omong doang, gayanya aja mau pergi jauh-jauh, akhirnya kembali juga...hihihi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 4 hari Tita mulai ke kampus untuk POSMA, berseragam putih hitam, bawa termos air, kotak makan untuk diisi bekal makan siangnya. Setelah dia pergi saya sendiri di kamar kos, bolak-balik menyapu kamar kos, beresin lemari. Kalau ada yang mengajak jalan dan ketemuan, wah senangnya...hehe.&lt;br /&gt;Hari ini saya ke warnet, buka email dan kemudian lahirlah tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enak juga ya jadi anak kos...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-2032431235319490730?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/2032431235319490730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=2032431235319490730' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/2032431235319490730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/2032431235319490730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/08/ngekos-di-usia-tua.html' title='Ngekos di Usia Tua'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-8130074523144181992</id><published>2009-05-07T11:46:00.008+07:00</published><updated>2009-05-15T12:06:52.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Renang dan Hernia Nucleus Pulposus</title><content type='html'>Sudah 1 tahun lebih saya mempunyai kebiasaan rutin untuk berenang paling sedikit 3 kali seminggu sebelum saya ke kantor. Bukan karena ingin langsing karena saya pikir kalau badan emang sudah bernilai A (Ancur maksud saya) diapakan juga tetap A. &lt;br /&gt;Saya renang karena ingin sehat karena saya punya problem dengan syaraf tulang belakang yang menurut literatur dan dokter, obatnya adalah renang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang awam menyebutnya sebagai syaraf kejepit, orang Jawa menyebutnya keceklik orang medis menyebutnya HNP, singkatan dari Hernia Nucleus Pulposis.&lt;br /&gt;Suatu kondisi akibatnya bergesernya bantalan antar tulang belakang (vertebral disk) atau keluarnya materi inti akibat robekan dari dinding bantalan yang kemudian mengiritasi syaraf tulang belakang.&lt;br /&gt;Keluhan dan gejala tergantung dari lokasi penekanannya dan setingkat mana syaraf yang mengalami penekanan.&lt;br /&gt;Menurut statistik, HNP paling sering mengenai ruas tulang pinggang 4 dan 5 (Lumbal 4-5)dan ruang tulang pinggang 5 dengan tulang bokong 1 (Lumbal 5 - Sacrum 1.&lt;br /&gt;Ya, saya pun mengalami penjepitan pada L4-L5 dan L5-S1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berawal ketika saya, bak superwoman, mendorong lemari hanya karena saya ingin merubah ruang tempat anak-anak belajar agar nyaman. Itu kejadian tahun 2005. Karena penekanan kearah kiri maka yang sakit dan terganggu adalah tungkai kiri.&lt;br /&gt;Sakitnya minta ampun, saya sampai tidak bisa jalan. Kalau jalan harus menyeret kaki. Duduk adalah kegiatan yang sangat menyiksa saya. Baru 5 menit duduk saya sudah harus berdiri lagi. Jadi kalau sudah harus ke toilet untuk poep saya sudah keringat dingin duluan membayangkan saya harus duduk selama paling sedikit 10 menit, mana toliet itu keras pula dudukannya. Benar-benar tersiksa....&lt;br /&gt;Dua minggu saya menderita tetapi dengan obat dan fisiotherapi akhirnya saya bisa jalan dan pulih. Tahun 2005 itu saya sudah mulai renang juga tapi tidak rutin dan lama-lama tidak renang sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir 2007, sebagai sekretaris panitia ulang tahun rumah sakit, saya capek sekali dan pada perayaannya saya banyak jalan ke sana ke mari menggunakan sepatu hak tinggi. Padahal itu pantangannya dan semua sepatu kerja saya yang berhak tinggi sudah disingkirkan dari rak berganti sepatu tidak berhak. &lt;br /&gt;Satu minggu sesudahnya, saya yang lagi demen-demennya mengurus tanaman, dengan santainya mengangkat pot tanpa meminta bantuan. Lupa sudah sakit yang dirasakan tahun 2005 lalu.&lt;br /&gt;Esoknya kumat lagi. Dari MRI, penyempitan sekarang ke arah sentral. Makanya keluhan saya rasakan tidak saja di tungkai kiri tapi juga di tungkai kanan.&lt;br /&gt;Kalau dulu gambarannya hanya bulging (menonjol keluar) pada L4-5 dan L5-S1 maka kali ini gambarannya pada L4-5 sudah ada protrusi (keluarnya materi) dan tear (robekan) dari diskus intervertebra.&lt;br /&gt;Alamak...benar-benar parah lah saat itu. Saya merasakan nyeri yang menjalar dari daerah bokong ke mata kaki serta kebas di 3 jari kaki saya (jari tengah, jari manis dan kelingking. Tidak ada kegiatan dan posisi yang nyaman, semuanya membuat nyeri.&lt;br /&gt;Saya sempat dirawat selama 2 minggu, bed rest terus dan "dipasung" lagi dengan traksi. Jadi pinggang saya diikat kuat dengan sabuk dan dihubungkan dengan beban  bantal pasir seberat 10 kg yang mengakibatkan sabuk tertarik. Dengan begitu diharapkan ruang antar tulang belakang melebar dan materi yang mengalami penekanan bisa kembali ke posisi semula. Jadi saya hanya tidur terlentang tanpa bisa miring ke kiri atau ke kanan. Minta ampun....&lt;br /&gt;Selama berbaring saya hanya bisa berdoa, saya takut sekali lumpuh, saya memikirkan anak-anak yang hanya bergantung pada saya. &lt;br /&gt;Dalam setiap helaan nafas karena sakit saya hanya bisa mengucapkan doa kerahiman Ilahi. Tuhan kasihanilah aku...Tuhan kasihanilah aku..&lt;br /&gt;Tapi itulah ya, seperti makan cabe, hilang pedas lupa juga kita sama rasa pedasnya. Begitu juga saya, 1 minggu sembuh masih masa istirahat di rumah, tangan ini sudah gatal mau main tanah lagi.&lt;br /&gt;Ya udah...kena lagi...opname lagi...&lt;br /&gt;Kali ini benar-benar parah, saat berbaring saya hanya bisa mengangkat kaki saja sekitar 10 cm saja dari tempat tidur. Sakitnya pun semakin menjadi-jadi. Posisi yang sedikit membuat nyaman hanya lah berbaring telungkup.&lt;br /&gt;Dokter syaraf akhirnya mengkonsulkan saya ke dokter bedah syaraf. Oleh dokter bedah syaraf dianjurkan operasi jika dalam waktu 2 minggu tidak ada perbaikan. &lt;br /&gt;Kali ini saya benar-benar down, apalagi mendengar bahwa saya harus dioperasi.&lt;br /&gt;Kalau memikirkan sakitnya, rasanya memang ingin cepat-cepat saja dioperasi agar sakitnya hilang.&lt;br /&gt;Tapi beberapa teman sejawat menyarankan agar tidak usah operasi karena resikonya juga besar. Saya sempat dilanda kebingungan apalagi keluarga juga tidak mendukung saya untuk dioperasi.Untunglah seorang teman dokter fisiotherapi memberi saya support dengan memberi artikel-artikel yang menyatakan bahwa tidak semua HNP harus dioperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari dead line apakah mau operasi atau tidak saya masih belum bisa jalan tapi pagi itu saya ingin pergi berenang dulu. Pergi berenang saya tertarih-tatih pulang renang saya sudah bisa berjalan dengan lebih baik. Saya pikir ini pertanda baik.&lt;br /&gt;Akhirnya saya putuskan untuk mencari second opinion ke Singapura. Saat itu saya tetapkan hati bahwa apapun yang disarankan dokter di sana akan saya laksanakan termasuk kalau operasi. &lt;br /&gt;Akhirnya dari dokter bedah syaraf di Mount Elisabeth saya disarankan hanya berenang saja, tidak usah operasi, penekanan pada syaraf akibat HNP tidak seberapa parah.&lt;br /&gt;Ya sudah saya kembali ke Medan dengan keyakinan saya pasti sembuh dengan renang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu saya mulai renang dan kali ini saya benar-benar komit untuk berenang terus, minimal 3 kali seminggu.&lt;br /&gt;Hasilnya memang benar-benar baik meski tidak secara drastis.&lt;br /&gt;Sampai sekarang sudah setahun lebih saya rutin renang.&lt;br /&gt;Karena waktu yang terbatas, hanya satu jam mulai dari datang sampai keluar dari komplek kolam untuk bekerja, saya merasa harus benar-benar menggunakan waktu yang ada dengan baik. &lt;br /&gt;Saat ini saya sudah bisa renang non stop selama setengah jam atau paling lama 45 menit. Awal-awal saya hanya mencoba 1 kali putaran, lalu saya tingkatkan perlahan-lahan hingga akhirnya bisa seperti sekarang.&lt;br /&gt;Memang belum apa-apa tetapi bagi saya itu sudah jauh lebih baik.&lt;br /&gt;Dan memang saya jadi ketagihan dengan renang. rasanya kalau tidak renang badan menjadi kaku dan malah mudah lelah.&lt;br /&gt;Tadinya saya khawatir kalau saya renang sebelum ngantor, saya di kantor akan kecapekan dan mengantuk. Tetapi kenyataannya tidak. Malah kalau saya tidak renang, habis makan siang saya sudah kehilangan energi, bawaan mau tidur saja.&lt;br /&gt;Menurut seorang dokter jantung, renang adalah olah raga yang paling baik untuk jantung dan juga sendi. Karena renang tidak memberi beban pada sendi olah raga ini lah yang paling bisa dilakukan hingga usia tua, dibandingkan olah raga lain.&lt;br /&gt;Ya akhirnya saya yakin renang memang cocok untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kolam renang Hotel Danau Toba tempat saya renang, banyak sekali saya bertemu dengan ibu-ibu yang berusia di atas 45 tahun umumnya juga punya keluhan yang sama meski tidak separah saya dan keluhan lain di lutut. Tetapi mereka mengakui bahwa renang memang membuat keluhan sakit banyak berkurang. &lt;br /&gt;Memang secara statistik 3 dari 5 orang pernah menderita sakit pinggang dan 60% darinya adalah karena HNP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya HNP bisa dicegah dengan memperhatikan beberapa hal berikut :&lt;br /&gt;1. Melakukan latihan-latihan untuk mengencangkan otot perut untuk memberikan stabilitas yang lebih baik bagi tulang belakang, seperti renang, bersepeda statis dan berjalan ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gunakan teknik yang baik dalam mengangkat dan bergerak, seperti berjongkok saat akan mengangkat barang yang berat. Jangan membungkung dan mengangkat. Minta bantuan jika benda yang mau diangkat terlalu berat. Dekatkan benda yang diangkat ke arah dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perhatikan posisi duduk dan berdiri yang benar. Tidak duduk dengan bokong hanya menyentuh ujung kursi tapi letakkan seluruh bokong dengan punggung menyentuh sandaran kursi. Jangan duduk berselonjor karena akan memberi beban pada tulang punggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berhenti merokok. Merokok merupakan faktor resiko untuk artherosclerosis (pengapuran pembuluh darah) yang dapat menyebabkan sakit pinggang dan gangguan degeneratif pada tulang belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hindari stress, karena akan menyebabkan kejang pada otot-otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pertahankan berat badan yang sehat. kelebihan berat badan pada daerah perut akan menyebabkan beban bagi tulang belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pasien-pasien yang saya temui di rumah sakit maupun di praktek,saya lah contoh kasus bahwa HNP tidak selalu harus dioperasi. Dan saya selalu mengkampanyekan renang untuk kesehatan tulang belakang dan lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi diatas semua itu saya berterima kasih pada Tuhan bahwa saya akhirnya diberi kesembuhan. Rasanya tidak bisa dipercaya bahwa dari tidak bisa jalan akhirnya saya bisa berjalan dan beraktivitas lagi dan sekarang renang 40 menit nonstop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-8130074523144181992?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/8130074523144181992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=8130074523144181992' title='28 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/8130074523144181992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/8130074523144181992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/05/renang-dan-hernia-nucleus-pulposus.html' title='Renang dan Hernia Nucleus Pulposus'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-1740339282552575706</id><published>2009-04-22T21:02:00.002+07:00</published><updated>2009-04-30T13:46:09.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All in a Days Work'/><title type='text'>Sepenggal Pengalaman Selama Menjadi Dokter Jaga UGD</title><content type='html'>Tahun ini adalah tahun ke 16 saya bekerja di Rumah Sakit Santa Elisabeth. Tahun 1993, selesai wisuda saya langsung di terima bekerja sebagai dokter jaga di UGD setelah sebelumnya sempat 2 minggu menjadi dokter di sebuah klinik di dekat rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 2 minggu di klinik tersebut seingat saya hanya ada 2 pasien yang datang berobat. Seorang ibu dan seorang gadis berusia 18 tahun yang dibawa ayahnya. Ayahnya curiga bahwa anak gadisnya sudah tidak perawan lagi dan dia ingin saya memeriksanya. Saya bisa saja memeriksanya tapi karena hal ini bisa menyangkut hukum maka saya menyarankan bapak itu membuat pengaduan ke polisi lalu polisi akan mengeluarkan surat visum. Berdasarkan surat visum tersebutlah saya akan memeriksa anak nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu saya diterima bekerja di Rumah Sakit Santa Elisabeth, saya pun meninggalkan klinik tersebut. Senang dan membanggakan rasanya bisa diterima sebagai dokter jaga di RS St Elisabeth. Dari belum tamat saya sudah bermimpi suatu hari saya bisa bekerja di rumah sakit ini.&lt;br /&gt;Saat saya masuk ada beberapa senior saya yang juga bekerja sebagai dokter jaga, bahkan ada juga mantan dosen saya di FK USU ; dr. Sorimuda Sarumpaet. Saat itu hampir semua dokter spesialis yang terkenal yang umumnya juga adalah dosen-dosen saya, ada di rumah sakit ini. Jadi awal-awal saya merasa grogi juga, seperti masuk ke sarang harimau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali saya dinas, saya langsung diberi dinas malam menggantikan dokter jaga yang keluar karena diterima untuk pendidikan dokter spesialis. Tidak ada perkenalan dan orientasi kerja sebelumnya. Perkenalan langsung dilakukan hari itu juga dan langsung mulai start sebagai dokter jaga..uuuhhh...&lt;br /&gt;Sehingga saya mengambil inisiatif sendiri untuk datang lebih awal dari jadwal jaga, diantar dan diperkenalkan oleh Suster Kepala Keperawatan yang menjabat saat itu.&lt;br /&gt;Hanya beberapa jam lah saya orientasi melihat bagaimana dokter jaga bekerja menerima, memeriksa dan memberikan terapi. Saya juga melihat bagaimana koordinasi dan hubungan kerja dokter dengan perawat-perawat lainnya di UGD. Waktu itu belum ada yang namanya SOP (Standar Operation Procedure) yang tertulis, jadi semua bekerja hanya berdasarkan kebiasaan saja. Masing-masing dokter juga bekerja berdasarkan apa yang didapat di bangku kuliah dan pengalaman selama co asisten lalu ditambah modifikasi sana sini berdasarkan pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya gak ingat pasien apa saja yang datang berobat di malam pertama itu. Tapi yang saya ingat adalah peristiwa kebakaran yang terjadi di kamar dokter jaga saat saya tidur.&lt;br /&gt;Malam itu saya tidur di kamar dokter jaga yang berada di ujung lorong yang berlawanan dengan lorong di mana UGD berada. Dari pintu gerbang utama rumah sakit,UGD berada di lorong yang ke kiri, maka kamar dokter jaga berada di lorong yang ke kanan. Saya ingat, saya terbangun karena ada bunyi berdesis dan suara seperti ranting terbakar. Begitu saya lihat ternyata ada api yang menjalar dikabel Air Condition, saya langsung meloncat dari tempat tidur dan lari keluar kamar menuju UGD.&lt;br /&gt;Saat itu rumah sakit belum memiliki sistem tanggap darurat kebakaran sehigga saat saya beritahu satpam kalau ada kebakarangan mereka bingung, alat pemadam kebakaran juga tidak ada. Tapi untunglah akhirnya api bisa dikendalikan dengan alat sederhana. Malam itu saya tidur di salah satu tempat tidur UGD. Untung juga malam itu tidak banyak pasien datang ke UGD.&lt;br /&gt;Sungguh suatu ucapan selamat datang yang tidak biasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja di UGD RS St Elisabeth membuat saya menimba banyak pengalaman. Letak rumah sakit yang berada di pusat kota, dikelilingi oleh arus lalu lintas yang padat apalagi ada 2 sekolah yang terkenal, Sekolah Immanuel dan Sekolah Harapan di dekat rumah sakit, membuat banyak kasus-kasus kecelakaan lalu lintas dan kasus luka-luka akibat perkelahian antar sekolah datang berobat ke UGD. Apalagi kalau malam minggu, karena daerah sekitar rumah sakit adalah ajang balap liar dan ajang dugem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kasus yang beragam, dinas malam di rumah sakit memang tak pernah membosankan. Selalu ada ritual memasak indomie atau nasi goreng di UGD, lalu kami makan ramai-ramai (jika tidak ada pasien tentunya) termasuk dengan Satpam yang bertugas malam.&lt;br /&gt;Rasanya nasi goreng dan indomie UGD adalah yang paling enak yang pernah saya rasakan. Pernah sekali waktu dinas malam, seorang dokter senior lewat sehabis visit dan kami ajak makan nasi goreng. Beliau pun memuji nasi goreng UGD...hahaha...apa yang gak enak kalau perut lapar ya...?&lt;br /&gt;Sampai sekarang setelah saya tidak lagi berdinas di UGD, saya masih sering rindu mencicipi indomie dan nasi goreng yang dibuat UGD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga pengalaman lucu yang lain sewaktu dinas malam.&lt;br /&gt;Kadang-kadang selesai menangani pasien di tengah malam, saya tidak langsung masuk ke kamar jaga tapi duduk-duduk mengobrol ngalor ngidur dengan perawat. Kadang cerita soal hantu-hantu yang (katanya) ada di rumah sakit. Tapi saya sendiri tidak pernah merasakan adanya gangguan hantu-hantu tersebut.&lt;br /&gt;Suatu malam, setelah ngobrol tentang hantu, saya pun pamit untuk tidur. Sebelum tidur saya ke kamar mandi yang ada diseberang kamar dokter jaga. Beberapa hari terakhir ini, handel pintu kamar mandi sering macet dari arah dalam, sehingga sebelum masuk kamar mandi saya memastikan handeltidak macet. Lalu saya pun masuk dan mengunci pintu. Tapi begitu saya hendak keluar, pintu kamar mandi tidak bisa terbuka dari dalam. Saya coba beberapa kali tidak juga berhasil. Waduh, gawat ! Lalu saya naik ke bak mandi dan berteriak memanggil Desmanto, salah satu erawat UGD yang jaga malam bersama saya,melalui jendela di atas bak mandi. Tapi sepertinya sia-sia karena kamar dokter jaga berada di ujung lorong yang satu sementara UGD berada di ujung lorong yang lain. Putus asa, saya duduk di toilet. Saya sudah pasrah, sepertinya saya harus menunggu di kamar mandi sampai ada pasien. Kalau ada pasien, biasa perawat UGD menelepon ke kamar jaga. Kalau telepon lama tak diangkat, perawat pasti akan datang ke kamar jaga dan saat itulah kesempatan saya untuk berteriak memberitahu perawat kalau saya terkunci di kamar mandi. Tapi itu artinya saya hanya bisa duduk di toilet menunggu sampai ada pasien.&lt;br /&gt;Wah, nggak lah. Saya harus coba berteriak sampai perawat mendengar. Lalu saya naik lagi ke bak dan berteriak sekuatnya. Kali ini usaha saya berhasil, Desmanto mendengar dan menyahut dari arah UGD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya..siapa...? " saya dengar dia menyahut&lt;br /&gt;"Saya Des, dokter Maria. Saya terkunci di kamar mandi.. ! " teriak saya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama Desmanto pun datang dan membukakan pintu kamar mandi dari luar. Aduh, lega rasanya...&lt;br /&gt;Desmanto terheran-heran dan saya menceritakan kenapa saya bisa terkunci di kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang saya dengar nama saya dipanggil-panggil, tapi saya pikir itu hantu, Dok.." katanya sambil terkekeh-kekeh.&lt;br /&gt;Hantu gundulmu Des...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula pengalaman yang sempat membuat deg-degan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saat saya berdinas, seorang karyawan dari unit farmasi datang berobat. Katanya telapak tangannya kemasukan duri ikan. Saya lihat telapak tangannya tidak ada luka tapi teraba benda bulat yang keras sebesar kacang kedele di telapak tangannya. Saya memang heran, bagaimana mungkin ada benda yang katanya duri ikan tapi teraba bulat dan tidak terlihat pula jalan masuknya benda tersebut hingga bisa ada di bawah kulit telapak tangan.&lt;br /&gt;Dia minta saya mengeluarkannya. Awalnya saya ragu dan berencana untuk merujuknya ke dokter bedah saja.&lt;br /&gt;Tapi dia keberatan, "Dokter saja lah yang mengeluarkan" begitu katanya.&lt;br /&gt;Ya sudah, saya pun meminta perawat mempersiapkan semua perlengkapan bedah minor. Saya akan mengeluarkan benda asing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan pembiusan lokal, saya melakukan insisi tepat diatas area di mana ada benda asing tersebut. Tapi herannya setelah saya buka, saya tidak menemukan benda asing yang sebesar kacang kedelai itu. Saya eksplorasi tapi tidak juga saya temukan. Aneh, di mana salah saya..&lt;br /&gt;Akhirnya saya menyerah dan saya katakan kepada karyawan tersebut bahwa saya ingin merujuknya ke dokter bedah. Dia yang tadinya menolak akhirnya setuju. Dr. Erwin Dharma Kadar ahli bedah ortopedi yang terkenal menjadi pilihan saya.&lt;br /&gt;Instruksi beliau agar pasien segera dibawa ke kamar bedah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam berlalu, saya didatangi oleh perawat kamar bedah mengatakan saya dipanggil Dr. Erwin. Bagi kami dokter UGD, kamar bedah itu sarang penyamun tempat dokter-dokter dan perawat-perawat yang galak bersemayam. Saya sempat takut juga tapi sudahlah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di kamar bedah, saya lihat karyawan tadi masih terbaring di meja operasi dengan tangan terulur ditutupi kain duk, dikelilingi oleh perawat.&lt;br /&gt;Saya langsung disambut dengan bentakan keras Dr. Erwin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau Dokter Maria ?"&lt;br /&gt;" Iya Dokter.." jawab saya mencoba tenang.&lt;br /&gt;"Kau tahu apa yang sudah kau lakukan dengan pasien itu?" bentaknya keras&lt;br /&gt;"Ya, saya tahu Dok. " jawab saya mantap&lt;br /&gt;Lalu saya menceritakan temuan saya dan apa yang saya lakukan selanjutnya terhadap pasien tersebut.&lt;br /&gt;"Tamatan mana kau ?"&lt;br /&gt;"Dari USU, Dokter " jawab saya&lt;br /&gt;"Kau lakukan hal yang kau lakukan tadi waktu di pendidikan " tanyanya masih dengan suara yang keras.&lt;br /&gt;" Iya, Dokter" Apa yang tidak kami lakukan sewaktu kami pendidikan.&lt;br /&gt;Lalu beliau pun mengomel dan menceritakan bahwa beliau tidak menemukan apa pun dari luka insisi yang telah saya lakukan meski dia sudah menggunakan C Arm. Saya hanya terdiam dengan rasa heran mengapa kami dengan kompetensi masing-masing tidak bisa menemukan benda asing yang jelas-jelas teraba oleh saya di telapak tangan si pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas mengomel, beliau pun menyuruh saya kembali ke UGD.&lt;br /&gt;Di UGD saya disambut dengan bermacam-macam pertanyaan. Tak lama Dr. Erwin Dharma Kadar datang ke UGD. Saya dan perawat-perawat lain menduga dia akan melanjutkan omelannya terhadap saya, ternyata tidak. Dia menyapa saya dengan ramah dan menepuk pundak saya sambil pamit pulang.&lt;br /&gt;Setelah dia hilang dari pandangan, seorang perawat kamar bedah yang ikut bersama dia menyampaikan ke saya, kalau sewaktu saya dipanggil, Dr. Erwin berkata ke perawat kamar bedah kalau saya akan dibuatnya menangis.&lt;br /&gt;Ketika kemudian saya tidak menangis, perawat bedah mengganggu beliau. Tapi beliau menjawab katanya beliau tidak sampai hati juga setelah melihat wajah saya yang memelas.&lt;br /&gt;Wah...padahal saya tidak merasa ada memasang wajah memelas...hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu hubungan saya dengan Dr. Erwin Dharma Kadar malah menjadi baik dan akrab. Beliau sering mampir ke UGD untuk sekedar menanyakan apakah UGD aman-aman.&lt;br /&gt;Ternyata tidak ada yang perlu ditakutkan dari kamar bedah itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke si karyawan, saya dengar-dengar benda asing yang ada di telapak tangannya itu sebenarnya susuk yang salah tempat, sehingga ingin dia keluarkan. Mungkin juga ya. makanya saya tidak menemukan luka jalan masuk benda asing tersebut. Tetapi saya tidak pernah mempertanyakan hal tersebut kepada yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Oh...susuk...susuk....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-1740339282552575706?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/1740339282552575706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=1740339282552575706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/1740339282552575706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/1740339282552575706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/04/sepenggal-pengalaman-selama-menjadi.html' title='Sepenggal Pengalaman Selama Menjadi Dokter Jaga UGD'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-8838732711209477638</id><published>2009-04-15T11:40:00.008+07:00</published><updated>2009-04-15T21:55:27.226+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Permenungan'/><title type='text'>Bersiap Melepas Tita</title><content type='html'>Akhir-akhir ini pikiran saya dipenuhi dengan urusan persiapan Tita untuk Ujian Akhir Nasional SMA dan urusan mau ke mana dia setelah selesai SMA. Begitu banyak Perguruan Tinggi Negeri yang melaksanakan ujian mandiri diluar SMPTN (Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan informasinya hanya ada di internet. Bulan Februari yang lalu kami sempat ke Pekan Baru agar dia bisa ikut ujian penerimaan mahasiswa baru di UI (SIMAK UI) padahal UAN sendiri belum dilaksanakan. Walaupun akhirnya dia tidak diterima, yah saya memang sudah ikhlas dan rela. Paling tidak dia sudah tahu bagaimana model ujian penerimaan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Semua urusan-urusan ini menyebabkan saya terhenyak, betapa waktu cepat sekali berlalu.&lt;/p&gt;Bayi kecil yang dulu saya timang-timang sekarang sudah lebih besar dari saya dan sedang bersiap-siap pula untuk meninggalkan saya. Iya..sudah niatnya dia tidak mau sekolah di Medan. Pilihan pertama jatuh ke Surabaya, karena pamannya, paman kesayangannya, adik saya yang bungsu ada di sana. Saya memang tidak pula pernah melarangnya. Karena saya ingin dia tahu bahwa mendukung apa pun pilihannya dengan syarat dia bersungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...aahhh...perasaan saya bercampur aduk antara senang dan sedih. Senang karena dia benar-benar berniat untuk belajar mandiri, tapi sedih karena dia mau meninggalkan Medan, meninggalkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya masih segar dalam ingatan masa-masa saya mengandung dia. Saat itu saya masih sekolah, ko-asisten di Rumah Sakit Pirngadi Medan. Hamil muda saya habiskan di bagian Kulit Kelamin dan masa-masa hamil tua saya stase di Bagian Anestesi. Kehamilan saya yang pertama ini benar-benar lancar dan aman, tidak ada morning sickness, selera makan juga baik. Saya sangat menikmati kehamilan saya meski saat itu harus bersekolah. Justru dengan keadaan ini saya mendapat "privilege" di setiap bagian yang saya lalui...hehe..&lt;br /&gt;Ya namanya anak pertama, semua anjuran dokter dilaksanakan, senam hamil, banyak jalan, bahkan saya juga tetap renang meski perut melentung.&lt;br /&gt;Dan lorong-lorong di rumah sakit Pirngadi pun menjadi track jalan saya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tita lahir tahun 1991 tepat di hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus. Lebih cepat 2 hari dari taksiran tanggal persalinan. Beberapa hari sebelum tanggal kelahirannya, ayah saya kumat sakit jantungnya sehingga harus diopname di Rumah Sakit Santa Elisabeth. Lalu saya diminta oleh ibu saya untuk ikut menemaninya menjaga ayah di rumah sakit.&lt;br /&gt;"Kan sekalian nanti jika sudah waktunya melahirkan kau bisa langsung ke kamar bersalin" begitu alasan ibu saya.&lt;br /&gt;"Ah..Mami...tanpa alasan itu pun saya tentu mau menjaga Papi.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 16 Agustus pagi, saya mendapat tanda-tanda akan melahirkan, lendir bercampur darah (slijm prop) muncul saat saya buang air kecil. Ibu saya langsung panik dan segera mengantar saya ke kamar bersalin dan meninggalkan ayah saya dengan suami saya saat itu (sekarang sudah jadi mantan suami..hehe).&lt;br /&gt;Setelah diperiksa ternyata pembukaan masih 2 cm dan saya dianjurkan pulang saja. Tapi lagi-lagi ibu saya khawatir kalau saya brojol di kamar ayah saya, jadi kami mengambil kamar di bangsal bersalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari tanggal 17, saya terbangun karena perasaan seperti ada yang menyentak di dalam perut lalu saya merasa tempat tidur saya basah. Tadinya saya pikir saya ngompol, tetapi setelah saya raba cairan tersebut sadarlah saya kalau ternyata ketuban sudah pecah. Lalu saya bangunkan suami dan lapor ke perawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu dokter saya datang, saya mencoba mengatasi rasa sakit dengan mempraktekkan gerakan pernafasan dari Lamaze yang saya peroleh dari buku Lamaze yang saya baca selama kehamilan. Jam 08.00, dokter yang selama ini memeriksa kehamilan saya dr. Erdjan Albar tiba. Beliau seorang dokter senior, sangat sederhana dalam pemikiran dan gaya hidupnya. Dan saya benar-benar beruntung telah memilih beliau menjadi dokter saya.&lt;br /&gt;Begitu beliau datang, beliau langsung berdiri di dekat kaki kanan saya dan langsung meminta saya untuk meletakkan kaki kanan saya di pinggulnya.&lt;br /&gt;"Letakkan kakinya di situ dan sepak saya saat mengedan" perintahnya&lt;br /&gt;What...? Are you sure....? Karena saya kelihatan ragu-ragu, beliau menginstruksikannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata posisi itu membuat saya nyaman sehingga saat mengedan kaki saya yang menekan pinggul beliau menjadi penumpu dan tenaga pun rasanya bertambah.&lt;br /&gt;Hanya tiga kali saya mengedan...dan lahir lah Tita..ah...melihat dia yang begitu montok dan mungil lupa lah semua rasa sakit tadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah usia Tita 3 bulan, saya kembali melanjutkan stase saya di rumah sakit. Saya hanya sempat menyusuinya selama 2 bulan. Saya pernah menangis karena tidak bisa menyusuinya Dan pada saat dia sudah bisa makan saya pernah menangis karena dia tidak mau makan.&lt;br /&gt;Saat saya stase di Bagian Bedah dan Kebidanan, di mana mahasiswa diharuskan tinggal di asrama adalah saat yang berat bagi saya. Adakala saya tidak bisa pulang dan Tita diantar ke asrama dan karena Tita kecil gendut dan menggemaskan, semua teman-teman berebutan menggendongnya.&lt;br /&gt;Meski berat punya anak sambil sekolah tapi saya merasa beruntung bahwa saya sudah punya anak saat saya wisuda. Rasanya punya nilai plus membanggakan sekali. Tapi saya tidak akan menganjurkan Tita untuk mengikuti jejak saya..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamat sekolah saya langsung bekerja di rumah sakit, ada dinas sore dan dinas malam.&lt;br /&gt;Sehingga Tita tetap banyak saya tinggal.&lt;br /&gt;Praktis yang lebih banyak mengasuh Tita adalah neneknya, ibu saya yang dia panggil Oma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya itu lah...saat-saat dia mulai berpikir untuk meninggalkan saya, ada rasa sesal di hati, kenapa saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan bekerja daripada bersama dia.&lt;br /&gt;Sepertinya banyak momen yang hilang. Banyak momen yang seharusnya saya bersama dia tapi terlewatkan oleh saya.&lt;br /&gt;Hal-hal ini membuat saya sedih, ingin rasanya saya kembali dan memperbaiki apa yang belum saya lakukan bagi Tita. Saya ingin dia tahu kalau saya sangat mencintai dia termasuk saat kami bertengkar.&lt;br /&gt;Ah...ah...seandainya saya bisa punya mesin waktu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari menjelang UAN ini saya ingin berusaha sebanyak mungkin berada bersama dia, saya ingin dia punya kenangan yang manis sebelum meninggalkan kami untuk pergi jauh menimba ilmu. Semoga....semoga....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-8838732711209477638?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/8838732711209477638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=8838732711209477638' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/8838732711209477638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/8838732711209477638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/04/bersiap-melepas-tita.html' title='Bersiap Melepas Tita'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-2300741380998342756</id><published>2009-04-08T15:01:00.000+07:00</published><updated>2009-04-08T13:35:57.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesterday Once More'/><title type='text'>Berpakaian Sikh di Perayaan Tujuhbelasan</title><content type='html'>Masa dulu kami kecil-kecil di Kampung Baru, setiap tanggal 17 Agustus adalah hari yang kami tunggu-tunggu. Karena di Kompleks RISPA, tempat kami tinggal Hari Kemerdekaan selalu dirayakan dengan berbagai macam kegiatan, ada bazaar yang diselenggarakan istri-istri karyawan RISPA, ada perlombaan-perlombaan, ada fashion show anak-anak, ada jamuan makan malam untuk karyawan dan keluarganya dan ada layar tancap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya kenangan manis dan lucu untuk semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bazaar seingat saya diadakan di hari Minggu sebelum tanggal 17 Agustus di halaman kantor. Bazaar ini terbuka untuk umum dan keluarga karyawan boleh berpartisipasi membuka stan penjualan. Dan dari tahun-ke tahun spesialisai keluarga kami adalah rujak gobed (gobed pakai t, atau pake d..gak ngerti deh..hehe).&lt;br /&gt;Rujak gobed adalah rujak khas dari Jawa Timur, daerah asal ayah saya. Bengkuang, timun, nenas, mangga, jambu air diparut lalu diaduk dengan bumbu rujak yang terdiri dari campuran gula merah, petis dan cabe rawit.&lt;br /&gt;Itulah rujak gobed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ayah saya paling semangat kalau sudah mau jualan rujak gobed. Malam sebelum bazaar dia lah yang menyiapkan semua, mulai dari mengupas, memarut dan meracik bumbu rujaknya. Orang lain tidak boleh ikut campur dalam urusan rujak ini, termasuk Ibu saya.&lt;br /&gt;Saat jualan esok harinya, ayah saya juga pintar menarik perhatian agar orang mau mampir ke stan kami. Tanpa malu-malu dia akan mempromosikan barang dagangannya.&lt;br /&gt;"Ayo...beli rujak gobed...segar..sehat...asli dari Surabaya..." begitu teriakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang saya ingat tentang perayaan tujubelasan di tahun 70an itu adalah layar tancap di halaman depan kantor. Biasanya yang diputar adalah film-film India. Makanya acara layar tancap selalu menjadi ajang hiburan buat para pembantu rumah tangga dan karyawan/ti kebun, juga sebagai arena kencan dan mencari jodoh..hehe&lt;br /&gt;Perlengkapan nonton layar tancap adalah celana panjang, baju kaus lengan panjang beserta kaus kaki agar tidak digigit nyamuk, dan jangan lupa tikar pandan tempat kami duduk menonton layar tancap. Uh...seru sekali.&lt;br /&gt;Tapi yang paling mengerikan sebenarnya bukan nyamuk, tapi pacet. Karena rumput halaman depan kantor rumputnya rumput gajah dan kalau lembab sedikit langsung ada pacetnya..hiiiii...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada satu pengalaman traumatik buat saya dengan acara fashion show anak-anak di acara tujuhbelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya dulu di kompleks ada tukang jual susu sapi murni, seorang sikh, yang dikenal dengan sebutan orang Bengali karena berasal dari Bengal India. Setiap pagi dia mengantar susu naik sepeda, lalu berteriak "Sussuuuu...." di depan rumah-rumah langganannya. Sebagaimana orang sikh, ya mereka umumnya memakai sorban di kepala dan memelihara janggut.&lt;br /&gt;Begitulah tukang susu ini menjadi langganan kami dan karena umumnya mereka juga pintar berbahasa Inggris, ibu saya jadi suka ngobrol dengan mereka. Akhirnya hubungan keluarga kami dengan keluarga tukang susu menjadi lebih akrab, lebih dari sekedar penjual dan pembeli.&lt;br /&gt;Mungkin karena itu lah timbul ide , untuk fashion show di suatu acara tujuhbelasan, saya disuruh...atau lebih tepatnya dipaksa untuk mengikuti fashion show dengan memakai pakaian tradisional Sikh ini, tunik biru dengan celana panjang dan selendang. Tapi dari awal saya sudah menolak, tapi bagaimana lah namanya anak, kadang menolak pun tidak ada gunanya...hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pada hari H, saya didandani dengan tunik, dipakaikan celak mata (eyeliner) agar mirip seperti anak-anak Sikh, diberi gelang warna-warni yang kami beli di toko kain Narain di Kampung Keling (sekarang Kampung Madras).&lt;br /&gt;Waktu didandani pun saya sudah tersiksa sekali, celak mata membuat mata terasa pedih...iiih..benci sekali.&lt;br /&gt;Lalu saat tiba giliran saya naik ke panggung, saya mogok...saya benar-benar mogok..tapi saya ditarik-tarik untuk melenggak lenggok di panggung....saya merasa malu...lalu saya menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka menyerah dan saya pun tidak jadi melenggak lenggong di panggung.&lt;br /&gt;Saya bebas...tetapi rasanya ketakutan itu masih tinggal..&lt;br /&gt;Mungkin dulu saya takut karena saya pikir kalau sudah dipakaikan celak, gelang dan dipakaikan baju tradisional Sikh, selanjutnya saya akan pindah ke rumah Sikh dan jadi anak Sikh...hehehe...&lt;br /&gt;Mungkin trauma itu yang menyebabkan saya juga tidak mau jadi peragawati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-2300741380998342756?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/2300741380998342756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=2300741380998342756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/2300741380998342756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/2300741380998342756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/03/berpakaian-sikh-di-perayaan.html' title='Berpakaian Sikh di Perayaan Tujuhbelasan'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-7532074994028684529</id><published>2009-04-06T22:58:00.002+07:00</published><updated>2009-04-08T09:35:13.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Kemanusiaan'/><title type='text'>Perjalanan Kemanusiaan Bagian IV "Operasi Ralita" http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/</title><content type='html'>Ternyata operasi Ralita dapat diadakan lebih awal dari yang sudah dijadwalkan. Kami dihubungi oleh Theresa Picket, patient coordinator dari Shriners Children Burns Hospital yang menyampaikan bahwa operasi rekontruksi terhadap Ralita akan diadakan pada tanggal 7 Februari 2007, lima hari sesudah Linley dijadwalkan pulang ke Indonesia. Perasaan kami semua tercampur aduk. Saya meragukan kemampuan saya untuk mendampingi Ralita menghadapi operasi ini tanpa Linley dan Ralita juga khawatir tentang kemampuan dia menghadapi rasa sakit yang mungkin dia hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untunglah sebelum Linley kembali ke Indonesia dia sudah menyerahkan semua berkas-berkas perwalian kepada saya begitu juga semua berkas-berkas medis milik Asima dan Ralita. Saya akui Linley memang seorang wanita yang sangat rapi, semua terorganisir dengan baik. Itu yang membuat saya khawatir apakah saya sanggup seperti dia. Saya hanya bisa berdoa agar saya diberi kekuatan mental dan fisik untuk menyandang tugas ini menggantikan dia selama hari-hari selanjutnya lebih kurang 1 1/2bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari sebelum jadwal operasi, kami banyak menerima telepon dari teman-teman di Galveston Area dan Houston yang menyampaikan doa dan harapan tentang operasi Ralita.&lt;br /&gt;Itu semua menguatkan kami.&lt;br /&gt;Pada hari yang telah ditentukan, kami diminta datang pagi subuh untuk persiapan operasi yang dijadwalkan akan diadakan jam 10. Jarak rumah sakit dengan apartemen kami memang tidak jauh hanya sekitar 500 meter tapi pagi itu kami diantar seorang teman Ken Hanning seorang pendeta yang jauh-jauh hari telah berjanji sewaktu-waktu kami butuh transport dia siap mengantarkan kami.&lt;br /&gt;Karena Asima masih berumur 11, dia tidak mungkin kami tinggalkan di apartemen sehingga dia juga harus ikut dan juga menginap di rumah sakit selama Ralita di rawat. Jadi lah kami bertiga berangkat pagi itu dijemput Ken Hanning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca dingin dan berkabut membuat kami hampir kesasar karena kami harus mengambil jalan putar berbeda dari yang biasa kami jalani kalau berjalan kaki. Dan itu membuat kami semakin gelisah dan menggigil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di rumah sakit Ralita dibawa ke ruangan untuk persiapan. Jam 07.00 pagi 2 orang dokter residen bedah memeriksa Ralita dan menandai daerah yang akan dioperasi.&lt;br /&gt;Operasi ini bertujuan untuk melepaskan jaringan kontraktur yang menyebabkan lengan kanan Ralita melekat mulai dari ketiak hingga pinggang sebatas siku. Untuk menutup daerah yang dibebaskan dan mengganti jaringan kulit yang rusak akan digunakan jaringan kulit dari daerah bahu. Dan untuk menutup luka di daerah bahu dia akan diberi jaringan kulit ari dari daerah paha kanannya. Bisa dibayangkan betapa rumit dan betapa banyak daerah yang nantinya memerlukan perawatan dan memberikan rasa sakit yang hebat bagi Ralita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menunggu di ruangan, Ralita sedikit gelisah, tangannya dingin. Malam sebelumnya dia sudah menghubungi orang tuanya di kampung di Nagapane Simalungun untuk meminta doa restu agar operasi berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Saya takut Bu..saya ingin pulang...saya rindu kampung. Saya menyesal saya ke sini Ibu..? "&lt;br /&gt;"Jangan ragu Ralita, kamu sudah sejauh ini sebentar lagi kamu bisa mengangkat tanganmu, kamu bisa meneruskan sekolah dan kamu bisa menjadi biarawati seperti keinginanmu" saya coba memberinya semangat. Dia tersenyum.&lt;br /&gt;"Kita berdoa ya Ralita.." Saya ajak dia berdoa Bapa Kami dan 3 kali Salam Maria.&lt;br /&gt;Selesai berdoa saya cium dia. Tak lama kemudian dia pun diantar masuk ke kamar operasi.Saya pun keluar menuju lobby dan menunggu di sana. Tak lama datang Nancy seorang teman lain dari Houston menemani saya. Kami berdoa sebentar lalu mengobrol tentang macam-macam untuk menghabiskan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 14.00 operasi selesai dan Ralita didorong ke kamar.&lt;br /&gt;Karena luka di daerah bahu kanan dan paha kanannya, maka posisinya saat itu sedikit miring ke kiri. Aeroplane splint terpasang di lengan kanannya.&lt;br /&gt;Disebut aeroplane splint karena bentuknya seperti sayap pesawat terbang. Alat itu berfungsi untuk immobilisasi dan meregangkan sendi bahu sedemikian rupa sehingga bekas luka di daerah ketiak Ralita tidak saling bertemu lagi. Dan Ralita harus mempertahankan posisi tersebut paling sedikit selama 3 bulan..! Kecuali saat dia ganti perban dan dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SdokBdulrXI/AAAAAAAAAPU/NWRzbpYWJVI/s1600-h/Picture+198.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321605517270166898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SdokBdulrXI/AAAAAAAAAPU/NWRzbpYWJVI/s320/Picture+198.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begitulah malam dan harinya dilalui dengan posisi seperti itu.&lt;br /&gt;Sering malam-malam dia tidak bisa tidur atau terbangun tengah malam karena tidak nyaman dengan posisi itu. Saya sering harus bangun untuk membetulkan letak bantal yang menyokong bahu kanannya agar tetap tinggi, atau menggaruk daerah lengan kirinya jika gatal karena tangan kanannya terkunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini membuat dia jadi mudah tersinggung dan rewel.&lt;br /&gt;"Capek aku Ibu...sakit sekali semua badan ku..lengan..paha.." keluhnya&lt;br /&gt;"Kapan ini selesai.." sambungnya.&lt;br /&gt;Saya mencoba menghiburnya dengan menceritakan tentang penderitaan yang Yesus alami untuk membebaskan manusia dari dosa.&lt;br /&gt;"Rasa sakit ini juga untuk membebaskan kamu Ralita, supaya kamu bisa mengangkat tangan, bisa beraktivitas dengan normal. Ingat cita-cita kamu untuk menjadi biarawati kan..?" Dia memang ingin menjadi biarawati.&lt;br /&gt;"Iya Bu..." jawabnya. Biasanya kemudian saya mengajaknya berdoa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari dokter datang melihat lukanya dan setiap hari pula Ralita harus menahan sakit saat splint dibuka dan luka dibersihkan.&lt;br /&gt;Suatu hari saya lihat jaringan yang menutup luka sedikit bengkak dan membiru. hal itu saya laporkan ke dokter Mc Caulay. Lalu beliau berbisik-bisik dengan residen dan saya mendengar mereka menyebut-nyebut "leech"&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SdokB4CQ-fI/AAAAAAAAAPc/fHSxOw8HXag/s1600-h/Picture+208.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321605524332018162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SdokB4CQ-fI/AAAAAAAAAPc/fHSxOw8HXag/s320/Picture+208.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Leech..lintah..? apa yang akan mereka lakukan dengan lintah..."pikir saya.&lt;br /&gt;Lalu kepada saya hal itu juga disampaikan tetapi saya saat itu belum sadar betul apa maksud beliau. Esoknya dokter residen membawa satu stoples kaca berisi...beberapa ekor LINTAH...ukurannya kira-kira 2 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Barulah saya sadar bahwa lintah akan dipakai sebagai terapi untuk memperlancar aliran darah dijaringan kulit agar pertumbuhan jaringan tersebut baik. Saat mengisap darah lintah akan mengeluarkan suatu zat anti pembekuan yang disebut Hirudin yang sudah lama dipakai untuk mencegah bekuan darah. Betapa bodohnya saya tidak menyadari hal itu waktu saya dengan dokter menyebut-nyebut tentang lintah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ralita tidak punya pilihan selain menyetujui lintah diletakkan di kulitnya, membiarkan lintah mengisap darah di jaringan kulit yang menutup lukanya tersebut. Ada 3 ekor lintah diletakkan di situ dan saya harus memantau agar lintah tidak kemana-mana. Lintah yang dipakai ini lintah yang memang dibiakkan untuk terapi sehingga dia tidak mengandung bibit penyakit. Dan setiap kali selesai mengisap darah, lintah akan dimusnahkan. Saya terkagum-kagum melihat lintah ini. kalau sudah kenyang dia jatuh sendiri dan ukurannya bisa sebesar jempol orang dewasa. Hasilnya memang nyata, hematom atau kebiruan dijaringan kulit penutup tersebut memang hilang setelah 3 hari terapi dengan lintah.Sungguh pengamalan yang unik melihat terapi lintah di negara adikuasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah sepuluh hari kami di rumah sakit kami diizinkan pulang dan Ralita boleh berobat jalan untuk kontrol luka. Semua gembira bisa lepas dari "penjara" rumah sakit tetapi Ralita tetap harus menjalani hari-harinya dengan aeroplane splint nya. Tetapi itu tidak membuat senyumnya hilang dari wajahnya. Dan hal itu lah yang membuat banyak teman-teman Amerika itu jatuh hati padanya. Kami menyebutnya duta senyum dari Nagapane...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-7532074994028684529?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/7532074994028684529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=7532074994028684529' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/7532074994028684529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/7532074994028684529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/04/perjalanan-kemanusiaan-bagian-iv.html' title='Perjalanan Kemanusiaan Bagian IV &quot;Operasi Ralita&quot; http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SdokBdulrXI/AAAAAAAAAPU/NWRzbpYWJVI/s72-c/Picture+198.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-3169076232001031783</id><published>2009-04-05T17:45:00.004+07:00</published><updated>2009-04-05T18:31:17.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesterday Once More'/><title type='text'>Hewan-hewan Dari Masa Lalu</title><content type='html'>Bicara soal hewan piaraan, saya lalu teringat pada masa kanak-kanak kami di Kampung Baru. Banyak hewan-hewan yang ikut terlibat dan menemani keseharian kami dulu di Kampung Baru. Halaman rumah yang luas dan asri membuat hal tersebut memungkinkan.&lt;br /&gt;Kami pernah memelihara burung merpati, kelinci, marmut, kura-kura, ayam, bebek dan anjing. Di masa itu hewan-hewan ini menjadi teman bermain kami setelah pulang dari sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingat saya interaksi pertama saya dengan hewan peliharaan adalah dengan seekor anak itik yang dibelikan oleh Mami, ibu saya. Bulunya lembut berwarna kuning muda. Saya ingat Ibu saya kemudian meletakkan itik tersebut di sebuah ember berisi air. Bagi anak-anak 5 tahun seperti usia saya saat itu, tentu lucu dan menggemaskan melihat itik kecil berenang-renang.&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah cerita yang sesungguhnya memalukan untuk saya ceritakan di sini. Karena setelah saya angkat dari ember saya letakkan anak itik itu di lantai pelataran belakang rumah kami. Mungkin karena geram atau apalah saya juga tidak mengerti, saya ambil sapu hendak memukul anak itik tersebut. Untung ada pembantu yang segera menahan dan menyelamatkan anak itik itu.. Selanjutnya anak itik diungsikan ke rumah pembantu kami.&lt;br /&gt;Syukurlah sesudah itu tidak pernah ada lagi usaha pembantaian seperti itu..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itik, kami pernah memelihara burung merpati. Saya tidak banyak terlibat dalam pemeliharannya tapi saya ingat saya senang sekali melihat burung merpati bergerombol saat diberi makan sambil bersuara riuh rendah, “kur…kur..”.&lt;br /&gt;Pada masa bertelur, adik-adik dan beberapa anak-anak tetangga sering mengintip dan memegang telur-telur merpati tersebut. Tetapi kemudian telur-telur itu tidak mau lagi dierami bahkan didorong keluar oleh induknya. Menurut cerita yang saya dengar, karena telur tersebut sudah dipegang-pegang manusia si induk tidak mengenalinya sebagai telurnya lagi.&lt;br /&gt;Tadinya merpati kami banyak tetapi lama kelamaan burung merpati kami berkurang satu demi satu dan akhirnya habis, tinggallah kandang merpati yang dibuat menjulang tinggi kosong tak berpenghuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan yang meninggalkan kesan yang sangat dalam bagi saya adalah seekor kelinci yang saya pelihara saat saya duduk di bangku SD. Kelinci tersebut berwarna abu-abu dan saya beri nama Scroovy. Setiap pulang sekolah selalu dia dulu yang saya sapa. Ssetelah meletakkan tas tanpa berganti baju saya langsung berlari ke kandangnya dan menggendong dia. Senang sekali bermain dengan Scroovy dan melihat hidungnya bergerak-bergerak. Itu kegiatan rutin saya setiap pulang sekolah sampai suatu hari saya tidak menemukan kelinci tersebut di kandangnya. Dari informasi tukang kebun kami, pagi tadi dia melepaskan kelinci tersebut karena kandang akan dibersihkan. Siang itu saya sibuk mencari Scroovy sambil memanggil-manggil namanya. Tapi tidak ada kelihatan tanda-tanda bahwa Scroovy ada di halaman. Saya sedih sekali, saya tahu dia pasti sudah lepas dan keluar dari pagar halaman belakang rumah kami yang hanya berupa kawat kandang ayam. Saya yakin dia keluar hingga ke kebun belakang yang ada dibelakang kompleks kami. Kebun belakang itu berupa rawa-rawa dengan semak yang padat. Habis lah sudah harapan saya untuk menemukan dia kembali karena di kebun belakang itu katanya tempat bermukim ular-ular sawah, pastilah dia sudah mati dimakan ular di sana. Hati saya hancur, sedih dan marah kenapa begitu ceroboh membiarkan Scroovy keluar dari kandang. Sampai sekarang rasa sedih itu masih terasa setiap kali saya teringat Scroovy kelinci abu-abu saya. Begitu lekatnya Scroovy, hingga sewaktu anak-anak ingin membeli kelinci, saya menjadi sedikit otoriter bahwa mereka harus membeli yang berwarna abu-abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kami juga punya kelinci, kelinci milik Tita, Jilly namanya. Warnanya juga abu-abu, tapi saya jarang mengelusnya. Tetapi sesekali saya mengelusnya perasaan sayang dan kenangan saya akan Scroovy dulu muncul kembali.&lt;br /&gt;Hewan lain yang dekat dengan kami tentu saja anjing, the men’s best friend. Dulu ada anjing kami yang bernama Yogi. Kami beri nama Yogi karena wajahnya mirip Yogi Bear tokoh beruang kartun Yogi Bear. Yogi adalah seekor anjing betina berwarna coklat keemasan tetapi dada, ke empat kaki dan ujung ekornya berwarna putih. Menurut orang Cina, anjing seperti itu tidak baik, tidak bisa menjaga rumah dan rakus...hehe. Rakus..iya memang Yogi itu rakus.&lt;br /&gt;Sesudah Yogi, ada Bruno, Brenda, Bondo, Untung, Rambo dan terakhir Rocky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam kejadian yang kami alami gara-gara anjing.&lt;br /&gt;Pernah kami sekeluarga kecuali Papi, harus disuntik antirabies. Saat itu saya duduk dikelas satu SMP.&lt;br /&gt;Ceritanya salah satu anjing kami beranak dan anaknya kami beri ke tetangga belakang. Tetapi lucunya anak anjing ini selalu datang bermain-main ke rumah kami. Suatu kali saya dengar kalau anak anjing tersebut tidak mau makan, lalu saat sore dia datang ke rumah kami, saya memberinya susunya. Ternyata memang dia tidak mau menyentuhnya seperti biasanya. Karena penasaran dan khawatir saya bermaksud menggendongnya. Tetapi saat saya gendong digigitnya lengan kiri saya. Saya pun melepaskannya kembali. Saat itu tidak ada orang di rumah selain saya. Malamnya saya masih ragu-ragu untuk menceritakan kejadian tersebut. Tetapi karena  saya sering mendengar cerita Opa, kakek saya tentang penyakit anjing gila yang ditandai anjing tidak mau minum, saya pun akhirnya menceritakannya ke Mami.&lt;br /&gt;Esoknya, kami membawa anak anjing tersebut ke dokter hewan. Dokter hewan langsung menyatakan bahwa sebaiknya otak anjing tersebut diperiksa dengan kata lain anak anjing tersebut harus dibunuh. Saat itu pemeriksaan jaringan otak anjing harus dilakukan di Bandung dan kami menunggu 1 minggu untuk hasilnya.&lt;br /&gt;Ternyata hasilnya anak anjing kami tersebut positif terjangkit rabies.&lt;br /&gt;Akibatnya kami sekeluarga Mami, saya, adik saya Yoyon dan Alfons kecuali Papi dan tetangga kami, keluarga Fuad yang terdiri dari Oom dan Tante Fuad, Monti dan Monik anaknya kecuali Mechta si sulung, harus disuntik antirabies. Kami berdelapan lah yang paling banyak berinteraksi dengan anak anjing ini.&lt;br /&gt;Saat itu suntikan diberikan setiap hari selama 14 hari di sekitar pusat. Jadi lah setiap pagi sebelum ke sekolah kami harus ke Dinas Kesehatan Kota untuk disuntik. Setelah 14 kali suntikan, daerah pusat kami bengkak merah seperti apel...uuuhh...&lt;br /&gt;Tetapi itu lebih baik daripada kami melolong seperti anjing...hahaha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-3169076232001031783?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/3169076232001031783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=3169076232001031783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/3169076232001031783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/3169076232001031783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/04/hewan-hewan-dari-masa-lalu.html' title='Hewan-hewan Dari Masa Lalu'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-4254971208353162529</id><published>2009-04-03T09:36:00.007+07:00</published><updated>2009-04-05T17:46:58.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>Rocky</title><content type='html'>Beberapa bulan yang lalu, anjing kami Rocky sakit. Meski sudah dibawa berobat ke dokter hewan kondisinya bukan makin baik malah makin jelek, tidak mau makan, pandangan matanya juga sayu.&lt;br /&gt;Di suatu pagi, saya bangun dan entah kenapa saya masuk ke gudang di mana Rocky berada. Di gudang saya mendapati Rocky tak bergerak, badannya dingin dan kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah....saya bisa bayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya di rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya segera membangunkan Tita dan Tanti, serta Ibu saya. Mendengar kabar itu mereka semua lari ke gudang. Dan begitu melihat Rocky sudah kaku dan dingin, mereka pun menangis sejadinya. Tanti yang selama ini takut berdekat-dekat dengan Rocky, semakin tidak berani mendekati hanya mengintip dari jendela gudang. Tapi dia menangis sambil meletakkan kepalanya di ambang jendela...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih memang melihat pemandangan pagi itu...Trenyuh hati saya mendengar tangisan mereka. Tapi entah kenapa saya tidak menangis. Saya memang bisa dikatakan tidak begitu peduli dengan kehadiran Rocky. Rocky sering membuat saya kesal. Dia sering menyelinap masuk ke dalam rumah bila sekejab saja lalai menutup pintu, sementara usaha untuk mengeluarkan dia kembali membutuhkan waktu yang tidak sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat saya memang membiarkan anak-anak menangis, melepaskan kesedihan mereka. Pada waktunya saya rasa cukup, saya ajak anak-anak untuk segera bersiap-siap ke sekolah. Tapi mereka protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tita gak mau sekolah Ma..aku sedih...Rocky mati.." kata Tita sambil menangis.&lt;br /&gt;"Iya Ma...aku juga gak mau sekolah, aku mau lihat Rocky dikubur.." Tanti ikut bersuara.&lt;br /&gt;Mengetahu anak-anak tidak mau sekolah hanya gara-gara Rocky membuat saya jadi kesal dan suara saya pun menjadi sedikit meninggi.&lt;br /&gt;"Jangan begitu dong, masa gara-gara Rocky mati kalian jadi gak mau sekolah..sekolah kan penting.."&lt;br /&gt;"Iya..tapi Rocky juga penting..." sahut Tita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ok, tapi itu bukan alasan untuk tidak sekolah.." saya masih mencoba memberi penjelasan.&lt;br /&gt;" Mami kejam...kami sedih Rocky mati, tapi lihatlah mami sedikit pun tidak merasa sedih..nggak ada perasaan Mami.." sahut Tita sambil sesunggukan.&lt;br /&gt;Lama-lama lawan saya pun bertambah dari satu menjadi dua, lalu menjadi tiga dengan masuknya ibu saya neneknya anak-anak saya itu ke dalam perdebatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah..akhirnya saya mengalah. Pagi itu saya berangkat sendiri tanpa anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dalam perjalanan ke kantor saya merenung..saya teringat Bondo anjing saya waktu saya masih sekolah. Suatu hari Bondo saya temukan mati di halaman dengan mulut berbuih. Saat itu saya pun menangis meraung-meraung seperti tadi Tita dan Tanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uh...kenapa tadi saya jadi begitu keras ya...Saya menyesal tidak bisa mengerti kesedihan mereka. Saya berjanji siang sepulang kerja nanti saya akan minta maaf pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu lah yang memang saya lakukan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-4254971208353162529?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/4254971208353162529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=4254971208353162529' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/4254971208353162529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/4254971208353162529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/04/rocky.html' title='Rocky'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-1482743362450801819</id><published>2009-03-23T08:29:00.016+07:00</published><updated>2009-03-23T20:01:37.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Kemanusiaan'/><title type='text'>Berkah Melimpah di Negara Bagian Bible Belt</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SceDe-2z-JI/AAAAAAAAAPM/PHBVauBLHuw/s1600-h/Child+patient+.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316362453426370706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 203px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SceDe-2z-JI/AAAAAAAAAPM/PHBVauBLHuw/s320/Child+patient+.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;R&lt;span style="font-size:85%;"&gt;alita dan Asima dengan seragam rumah sakit &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di hari pertama kunjungan kami ke klinik rawat jalan di Shriners Children Burns Hospital, Ralita dan Asima menjalani pemeriksaan lengkap dan berkas-berkas riawayat kesehatan mereka, termasuk riwayat immunisasi diperiksa dengan seksama. Dari hasil pemeriksaan fisik terhadap Ralita Dr. Mc Caulay, dokter yang akan menangani Ralita menjadwal operasi Ralita di tanggal 15 Maret 2007, sementara jadwal untuk Asima belum dapat ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami semua sangat kecewa dengan jadwal tersebut terutama saya dan Linley. Karena artinya 2 bulan waktu kami akan terbuang percuma karena tanggal 5 Maret saya sudah harus kembali ke Indonesia, artinya saya tidak bisa ikut mendampingi Ralita menghadapi operasinya, padahal itu tujuan utama keikutsertaan saya. Tetapi pihak rumah sakit berjanji jika ada operasi yang batal maka jadwal kami akan dimajukan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ralita sendiri, di satu sisi senang dengan pengunduran jadwal ini, karena seperti pengakuannya masih ada ketakutan di hatinya. Tetapi di lain sisi dia juga khawatir bagaimana dia bisa menghadapi operasi jika saya sudah pulang. Saya membesarkan hatinya mengatakan bahwa kita berharap saja akan ada penjadwalan ulang dan mudah-mudahan saat itu saya masih ada dan dia juga sudah siap mental. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selama menunggu kami banyak menghabiskan waktu berkunjung ke teman-teman Linley yang ikut menyumbangkan dana bagi keperluan keberangkatan kami dan keperluan-keperluan lain terkait akomodasi kami, selain kunjungan ke dokter mata dan ke dokter gigi untuk memeriksakan mata dan gigi mereka. Linley memang sangat memperhatikan hal-hal kecil seperti itu. Dokter mata dan dokter gigi yang kami kunjungi semua kami peroleh dari rekomendasi teman-teman Linley dan mereka sama sekali tidak memungut bayaran sepeser pun.&lt;br /&gt;Ya, Ralita dan Asima sungguh mendapat berkah berlimbah di negeri orang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bayangkan saja, untuk akomodasi, kami tinggal di apartemen yang cukup bagus dengan 1 kamar tidur, dapur, ruang duduk dan ruang makan. Ada satu sofa di ruang duduk yang kalau malam bisa kami pakai untuk tempat tidur dan disitulah saya dan Linley tidur. Apartemen itu dibayar oleh biarawati dari kongregasi RSCJ (Religious of the Sacred Heart of Jesus), yang juga memiliki komunitas di Jakarta dan Linley berteman baik dengan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hebatnya lagi, saat kami tiba di apartemen, masing-masing kami mendapat &lt;em&gt;welcome gift&lt;/em&gt; berupa satu set kebutuhan mandi dari teman-teman Linley yang ada di Houston selain 2 koper berisi baju-baju untuk Ralita dan Asima. Di lemari es dan di dalam lemari penyimpanan makanan sudah ada makanan ringan dan bahan makanan kering untuk keperluan kami. Wah, benar-benar penyambutan yang sudah diatur dengan baik. Saya benar-benar tersentuh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami juga diundang ke sana kemari karena banyak sekali yang ingin berkenalan dengan Ralita dan Asima. Hari ini kami ke Houston, hari lain kami ke Pearland, Seabrook atau ke kota lainnya antara Houston dan Galveston.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekali waktu mereka diundang oleh anak-anak sekolah putri Duchesne Academy of the Sacred Heart yang dimiliki oleh biarawati RSCJ. Sekolah ini terkenal mahal dan untuk kalangan elite di Houston. Saat itu saya tidak ikut karena hari itu saya juga diberi kesempatan untuk refreshing, Linley sudah mengatur agar temannya membawa saya keliling melihat Galveston Area.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malamnya di apartemen kami bertukar cerita tentang pengalaman kami masing-masing. Mereka bercerita kalau mereka sangat menikmati pertemuan dengan anak-anak sebaya dari sekolah Duchesne. Mereka menari dan menyanyi bahkan Ralita dan Asima mengajar anak-anak bule itu menari tortor. Lalu mereka memperlihatkan 2 kotak yang penuh berisi kartu bergambar dan &lt;em&gt;scrap paper&lt;/em&gt; yang berisi kata-kata penguatan agar Ralita dan Asima siap menghadapi operasi, dan macam-macam hadiah kecil lainnya. Sungguh mengesankan perhatian anak-anak ini terhadap Ralita dan Asima.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal lain yang juga menarik perhatian saya adalah saat saya berkesempatan mengunjungi gereja di beberapa tempat di Houston, baik gereja Katolik maupun gereja lainnya, gereja selalu penuh dengan jemaat. Mulai dari jemaat senior, keluarga dgn anak-anak mereka , maupun anak-anak muda. Saya selama ini menduga bahwa gereja di Amerika seperti umumnya gereja-gereja di di negara Barat terutama Belanda, telah kehilangan jemaat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahkan kegiatan Bible Study cukup diminati. Kami pernah mengikuti kegiatan Bible Study di rumah keluarga yang tinggal di suatu kompleks perumahan yang elite di Conroe. Keluarga ini keluarga berada, memiliki summer camp bernuansa Kristen di Arkansas. Di acara tersebut saya mengungkapkan kesan yang saya peroleh dari kunjungan saya ke Amerika khususnya ke Houston dan sekitarnya, bagaimana saya terharu dengan keramahan dan keterbukaan orang-orang yang saya temui. Sungguh perjalanan ini membuka wawasan saya tentang warga Amerika.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Belakangan baru saya ketahui bahwa negara bagian Texas termasuk kelompok negara bagian yang disebut sebagai Bible Belt States. Disebut Bible Belt karena negara-negara bagian ini mayoritas penduduknya adalah penganut Kristen Protestan yang konservatif. Negara bagian yang termasuk dalam Bible Belt ada 2 bagian yakni bagian Timur mulai dari Florida, Alabama, Tennessee, Kentucky, Georgia, Carolina Utara dan Selatan dan Virginia, dan bagian lebih ke barat, yakni dari Texas, Arkansas, Louisiana, Oklahoma, Missouri, Kansas, and Mississippi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apakah keramahan ini terkait dengan sebutan Texas sebagai negara bagian yang Bible Belt atau tidak saya tidak bisa menyimpulkan..Hanya satu yang pasti yakni bahwa kasih yang tulus ada di hati mereka yang dengan tangan terbuka menyambut kedatangan kami dan membuat segala rencana untuk membantu Ralita dan Asima terwujud.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/Scd_cAaeelI/AAAAAAAAAPE/ULwkLu0YLCM/s1600-h/Picture+027.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316358004258273874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/Scd_cAaeelI/AAAAAAAAAPE/ULwkLu0YLCM/s320/Picture+027.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya dengan bendera negara bagian Texas &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"The Lone Star"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-1482743362450801819?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/1482743362450801819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=1482743362450801819' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/1482743362450801819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/1482743362450801819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/03/berkah-melimpah-di-negara-bagian-bible.html' title='Berkah Melimpah di Negara Bagian Bible Belt'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SceDe-2z-JI/AAAAAAAAAPM/PHBVauBLHuw/s72-c/Child+patient+.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-4858392252427522380</id><published>2009-03-22T15:58:00.008+07:00</published><updated>2009-03-22T17:41:37.615+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Kemanusiaan'/><title type='text'>Shriners Children Burns Hospital</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScYUZDanprI/AAAAAAAAAO4/DXdsqiML4Rg/s1600-h/big_hospital_pic.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315958830803691186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 238px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScYUZDanprI/AAAAAAAAAO4/DXdsqiML4Rg/s320/big_hospital_pic.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Shriners Children Burns Hospital (SCBH) adalah salah satu rumah sakit yang dimiliki oleh suatu kelompok organisasi keagamaan tertua yang menamakan diri Masonry yang berasal dari Inggris pada abad pertengahan. SCBH mengkhususkan diri dalam pelayanan bagi anak2 yang menderita luka bakar bersama 4 rumah sakit lainnya. Selain SCBH, mereka juga memiliki rumah sakit lain khusus untuk orthopedi (19 rumah sakit) , bibir sumbir (2 rumah sakit) dan trauma tulang belakang (3 rumah sakit) yang tersebar di banyak negara bagian di Amerika.&lt;br /&gt;SCBH Galveston berada di Galveston, sebuah pulau kecil di Teluk Meksiko yang termasuk negara bagian Texas. Houston dan Galveston dihubungkan oleh jembatan highway yang dapat ditempuh selama lebih kurang 45 menit.&lt;br /&gt;Rumah sakit ini terdiri dari 7 lantai, dan memiliki sekitar 50 tempat tidur saja. Tetapi mereka memiliki fasilitas rawat jalan/klinik, rehabilitasi medik, bantuan psiokolog, kamar bedah dan ruang intensive yang cukup lengkap.&lt;br /&gt;Mereka bekerja sama dengan University of Texas Medical Branch (UTMB) dalam penyediaan tenaga dokter. Dokter-dokter yang bekerja di sini adalah dokter senior yang tidak mendapat bayaran dibantu oleh residen bedah dari UTMB. &lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ralita dan Asima benar-benar beruntung bisa diterima untuk ditangani di rumah sakit ini, karena sebenarnya mereka hanya menerima pasien dari Amerika Utara dan Meksiko saja. saya yakin kemampuan Linley untuk bernegosiasi telah membuat mereka diterima di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama, kami diminta untuk datang ke klinik rawat jalan untuk bertemu dokter yang akan memeriksa dan kemudian mengatur jadwal operasi bagi Ralita dan Asima.&lt;br /&gt;Saat menunggu di klinik, saya melihat banyak sekali ternyata anak-anak terutama anak-anak dari Meksiko yang menderita luka bakar yang kondisinya jauh lebih parah dari kondisi Ralita dan Asima. Saya sungguh tidak mengerti bagaimana bisa ada begitu banyak korban luka bakar.&lt;br /&gt;Bukan sedikit saya lihat anak-anak yang mengalami bekas luka bakar diwajahnya. bahkan ada bayi kecil yang seluruh tubuh dibalut perban sehingga kelihatan seperti mummy. Hampir tidak bisa dipercaya ada pemandangan seperti itu. Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada anak-anak ini, apakah mereka mengalami kekerasan rumah tangga atau murni kecelakaan.&lt;br /&gt;Dari data statistik yang terpampang di suatu papan informasi di SCBH, saya ketahui bahwa seperti pada umumnya di negara-negara sedang berkembang, keluarga tidak mampu di Meksiko memiliki dapur yang terbuka dengan tungku yang terbuka pula. Sehingga kecelakaan yang terjadi di dapur seperti anak jatuh ke dalam tungku cukup tinggi insidennya.&lt;br /&gt;Berbeda dengan statistik di Meksiko, kejadian luka bakar di Amerika Utara umumnya terjadi di kamar mandi. Yakni saat memandikan anak, orang tua langsung mencemplungkan anaknya ke bathtub tanpa mengetes suhu air terlebih dahulu, atau luka bakar akibat tersentuh kompor elektrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat anak-anak dengan luka bakar yang luas di SCBH, sungguh membuat hati saya menjadi galau. Saya teringat anak-anak saya sendiri di rumah, yang beribu-ribu kilometer jauhnya. Semoga mereka selalu dilindungi Tuhan..dihindari dari bencana di mana pun mereka berada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal-awalnya Ralita dan Asima sedikit ketakutan dengan apa yang mereka temui di sana. Saya lalu mengingatkan mereka agar setidaknya mensyukuri karena ternyata masih ada yang lebih buruk keadaan lukanya dari mereka. Saya ingatkan mereka untuk tidak membuang muka jika melihat anak-anak dengan wajah yang hampir tidak dapat kita kenali sebagai anak laki-laki atau anak perempuan.&lt;br /&gt;Anak-anak ini umumnya agak pemalu mungkin akibat keadaan mereka. Banyak dari anak-anak ini yang tidak berani menatap mata kita tetapi kelihatan kalau sesungguhnya mereka ingin disapa dan didekati. Mereka sangat senang jka kita menyapa mereka. Meski mereka tidak bisa berbahasa Inggris dan saya hanya bisa menyapa dengan "Ola " (Hallo), dan "Gracias" (Terima Kasih), "Buenos diaz " (Selamat pagi) tapi saya puas bisa melihat mereka tersenyum dengan tatapan malu-malu..&lt;br /&gt;Ah…api telah merenggut keceriaan masa kanak-kanak mereka…. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Untung ada rumah sakit seperti Shriners Children Burns Hospital yang dapat memberikan pelayanan yang berkualitas tanpa memungut bayaran. Jangan berpikir kalau rumah sakit yang gratis seperti itu lalu fasilitasnya jelek. Bahkan keluarga yang ikut mondok di rumah sakit diberi kupon untuk makan 3 kali sehari dan diberi bahan-bahan kebutuhan untuk kebersihan seperti sabun, shampo, detergen untuk digunakan sehari-hari selama menjaga pasien.&lt;br /&gt;Sayang tahun 2008 yang lalu, Shriners Children Burns Hospital yang ada di Galveston ditutup karena mengalami kerusakan parah setelah daerah Galveston dihantam badai Ike.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semoga di masa-masa mendatang, Indonesia juga memiliki rumah sakit seperti ini, rumah sakit yang benar-benar non profit untuk mereka-mereka yang tidak mampu.&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScYQZr63AYI/AAAAAAAAAOw/dVYYcAthfwU/s1600-h/galveston2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315954443629822338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScYQZr63AYI/AAAAAAAAAOw/dVYYcAthfwU/s320/galveston2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScYQYpnjBII/AAAAAAAAAOo/38JcVxWgI0g/s1600-h/DSCN1407.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315954425832080514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScYQYpnjBII/AAAAAAAAAOo/38JcVxWgI0g/s320/DSCN1407.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di Departemen Rehabilitasi Medis Asima mendapat sepatu baru &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-4858392252427522380?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/4858392252427522380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=4858392252427522380' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/4858392252427522380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/4858392252427522380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/03/shriners-children-burns-hospital.html' title='Shriners Children Burns Hospital'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScYUZDanprI/AAAAAAAAAO4/DXdsqiML4Rg/s72-c/big_hospital_pic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-4325554141840857789</id><published>2009-03-21T18:49:00.011+07:00</published><updated>2009-03-22T15:50:15.203+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Kemanusiaan'/><title type='text'>Perkenalan Pertama</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScX1kSIHKgI/AAAAAAAAAOY/joJz3Rk5CAY/s1600-h/DSCN1362.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315924938870696450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScX1kSIHKgI/AAAAAAAAAOY/joJz3Rk5CAY/s320/DSCN1362.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Asima Pakpahan&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScX1kB0LIBI/AAAAAAAAAOQ/Tv5AdEbTQwY/s1600-h/DSCN1361.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ralita Sitio&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScXzc--p-gI/AAAAAAAAAOI/aDE6mfpaiDI/s1600-h/DSCN1361.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315922614448421378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScXzc--p-gI/AAAAAAAAAOI/aDE6mfpaiDI/s320/DSCN1361.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan saya dengan Linley Simmer York di tahun 2005 telah membawa saya berkenalan dengan 2 gadis belia, Ralita Sitio dan Asima Pakpahan. Ralita Sitio berasal dari Desa Simpang Nagapane di Simalungun, sementara Asima berasal dari Laguboti Balige.Mereka datang ke praktek saya di suatu sore di pertengahan tahun 2006 bersama Linley.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Linley adalah seorang wanita Amerika, seorang perawat yang bersuamikan seorang pengacara yang bekerja di Exxon Mobile Jakarta. Linley dan teman-teman expatriat di Jakarta memiliki kelompok yang mereka sebut NLLB (No Lunch Lunch Brunch). Ssetiap bulan bertemu dan mengumpulkan uang untuk pemberdayaan keluarga Indonesia maupun untuk membantu biaya pengobatan orang yang tidak mampu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kali ini mereka ingin membantu Ralita dan Asima.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelumnya saya telah mendengar dari Linley tentang keadaan mereka, yakni mereka menderita kontraktur akibat luka bakar yang mereka alami saat mereka masih bayi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika melihat mereka, terutama Ralita, kita tidak akan menyangka kalau dia menderita suatu kelainan. Wajahnya manis, senyum selalu tersungging di bibirnya. Begitu juga Asima, meski terkesan lebih pendiam, mungkin karena usianya yang masih 11 tahun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Asima menderita kontraktur atau jaringan parut di kedua kaki mulai dari tungkai lutut. Kaki kirinya kelihatan seperti diamputasi, tetapi kalau kita perhatikan benar, maka akan terlihat bentuk telapak kaki di daerah tulang keringnya yang menghadap ke depan. Ya, jaringan parut akibat luka bakar telah menarik punggung kakinya hingga kakinya melekat ke daerah tulang keringnya. Sementara telapak kaki kanannya terputar ke arah dalam, sehingga dia berjalan dengan sisi luar kakinya. Sampai usia 11 tahun dia tidak pernah menggunakan sepatu, tidak heran kakinya sering luka karena tergesek aspal atau tanah keras di kampungnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ralita menderita kontraktur pada daerah dada, sebagian leher, perut hingga daerah ketiak kanannya. Mengakibatkan perlengketan pada ketiaknya sampai daerah siku. Sehingga dia tidak bisa mengangkat lengannya. Sementara jaringan parut pada perutnya mengakibatkan dia cepat merasa kenyang. Jaringan parut menyebabkan jaringan otot dan kulit tidak memiliki kelenturan lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sore itu di praktek, saya memerika dan membuat laporan medis tentang kondisi tubuh mereka berdua dan melampirkan laporan pemeriksaan darah dan radiologis mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Linley akan mengusahakan agar mereka berdua bisa mendapatkan bantuan operasi rekonstruksi di Amerika. Ada beberapa pilihan rumah sakit di Amerika yang bisa melakukannya tetapi tentu memakan biaya besar. Tetapi ada satu rumah sakit yang diketahui dapat melakukan operasi rekonstruksi tanpa memungut biaya, yakni di Shriners Childrens Burned Hospital di Galveston Island Texas. Sayangnya mereka hanya menerima pasien dari Amerika dan Meksiko. Tapi Linley akan berusaha keras agar Ralita dan Asima dapat diterima di sana.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selesai memeriksa, Linley bertanya apa saya bersedia mendampingi anak-anak ini jika aplikasi mereka diterima.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;"Sure, why not..I like them if I can do something to help them I will..beside I never been to America, maybe this is my chance to see an American hospital.."&lt;/em&gt; begitu jawab saya sore itu, walau dalam hati saya tidak yakin Linley bersungguh-sungguh tentang itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bulan Agustus Linley menghubungi saya, mengatakan kalau aplikasinya diterima dan dia ternyata bersungguh-sungguh tentang tawarannya kepada saya. Kami diharapkan tiba di Amerika sekitar minggu ke tiga bulan Januari 2007.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Apa yang bisa saya katakan..saya tidak pernah bermimpi bisa pergi ke Amerika. Bagi saya Amerika terlalu jauh, terlalu besar dan terlalu modern. Saya tidak suka. Saya lebih suka negara-negara Eropa ; kecil, tidak terlalu modern dan tidak begitu jauh. Tetapi ada pepatah Belanda yang saya ingat.."&lt;em&gt;De druiven zijn te zuur&lt;/em&gt;"(Anggur itu asam). Yang bisa diartikan bahwa karena ketidakmampuan kita menggapai suatu mimpi lalu kita menyalahkan apa yang kita impikan itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mungkin saya seperti itu, karena tahu saya tidak mungkin bisa ke Amerika maka saya katakan saya tidak suka Amerika karena bla..bla...bla... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kalau akhirnya ada tawaran ke Amerika...sure I take it...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selain tentu saja saya ingin berbuat sesuatu buat Ralita dan Asima. Pertemuan pertama saya di klinik sore itu entah kenapa menimbulkan perasaan ingin melindungi mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi kemudian saya khawatir, bagaimana keluarga saya, anak-anak saya menanggapi rencana ini..Saya diharapkan meninggalkan anak-anak selama 2 atau 3 bulan untuk menemani anak-anak yang tidak ada hubungan kekeluargaan sama sekali dengan saya..? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya berusaha meyakinkan anak-anak saya bahwa ini kesempatan untuk melakukan sesuatu bagi orang lain yang benar-benar membutuhkan kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Syukurlah, bahwa ternyata semua mendukung saya, walaupun mereka tahu ini tugas kemanusiaan dan saya tidak mendapat bayaran apa-apa, hanya tiket dan akomodasi saya selama di sana akan dibiayai dari dana yang diperoleh dari para donatur melalui NLLB.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bulan Nopember, saya bertemu kembali dengan Ralita dan Asima. Mereka akan berangkat duluan ke Jakarta untuk persiapan mereka dengan tata cara dan pola hidup di Amerika dan saya akan menyusul kemudian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam sebelum mereka berangkat ke Jakarta, kami bertemu dan makan malam bersama, Ralita dan Asima dengan orang tua mereka, saya dengan Tita dan Tanti, beserta Linley dan Paula Graham temannya yang sama-sama membangun NLLB.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tujuan pertemuan ini agar kami lebih saling mengenal. Agar Ralita, Asima dan orang tua mereka tahu bahwa saya lah wali anak-anak mereka selama di Amerika dan juga agar anak-anak saya mengenal Ralita dan Asima "saudara" mereka yang harus saya bawa berobat ke Amerika.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya salut dengan orang tua Ralita dan Asima yang ikhlas melepaskan anak mereka berangkat ke negeri yang jauh dengan orang yang baru mereka kenal selama lebih kurang 6 bulan saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak tahu apa saya bisa seperti mereka. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam itu menjadi malam yang mengharukan, yang tidak bisa saya lupakan. Kami merasa sebagai satu keluarga besar..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya saat yang dinantikan tiba. Kami bertemu di Jakarta pada tanggal 19 Januari 2007 dan dijadwalkan berangkat ke Houston pada tanggal 23 Januari 2007 melalui Singapura, Tokyo, Detroit dan akhirnya Houston.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Linley akan ikut bersama kami selama 2 minggu pertama dan selanjutnya saya lah yang akan bertanggungjawab penuh atas anak-anak ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sore tanggal 23 Januari 2007, kami berangkat dari Sukarno Hatta, diantar beberapa ibu-ibu expat dari NLLB..Di bandara saya sempatkan menghubungi anak-anak di Medan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedih mendengar suara mereka. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terima kasih Tita, terima kasih Tanti..sudah mengizinkan mami berangkat..I am gonna miss you all.. &lt;div&gt;Good bye Indonesia....here I come America..&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScX5DwdQj3I/AAAAAAAAAOg/trXCa77Quys/s1600-h/DSCN1385.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315928778123284338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScX5DwdQj3I/AAAAAAAAAOg/trXCa77Quys/s320/DSCN1385.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari kiri ke kanan : Asima, saya, Nancy Ainslie (teman Linley), Ralita dan Linley, setelah menginap 1 malam di rumah Nancy di Houston, bersiap-siap berangkat ke Galveston&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-4325554141840857789?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/4325554141840857789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=4325554141840857789' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/4325554141840857789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/4325554141840857789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/03/perkenalan-pertama.html' title='Perkenalan Pertama'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/ScX1kSIHKgI/AAAAAAAAAOY/joJz3Rk5CAY/s72-c/DSCN1362.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-1974360718794735456</id><published>2009-02-21T09:22:00.005+07:00</published><updated>2009-03-19T10:22:22.859+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>Phylodendron, Si Pohon Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SZ-QD1DiE1I/AAAAAAAAAJw/iKQlyWjirKY/s1600-h/philo.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305117281521636178" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 241px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SZ-QD1DiE1I/AAAAAAAAAJw/iKQlyWjirKY/s320/philo.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SZ-G_AMZM2I/AAAAAAAAAJY/SuCQAGjImTk/s1600-h/Philodendron+Lynette.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305107303007597410" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SZ-G_AMZM2I/AAAAAAAAAJY/SuCQAGjImTk/s320/Philodendron+Lynette.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SZ-G_DeeM7I/AAAAAAAAAJg/cqT6MVy8MOo/s1600-h/Phylodendron++Sunlight.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305107303888729010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SZ-G_DeeM7I/AAAAAAAAAJg/cqT6MVy8MOo/s320/Phylodendron++Sunlight.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah setahun ini saya menjadi pehobi tanaman. Sebelum-sebelumnya pernah juga saya mencoba mengumpulkan dan menanam beberapa tanaman. Tapi entah kenapa tidak pernah berhasil baik, semua mati mengenaskan..kecuali tanaman tanduk rusa yang sudah begitu subur, dengan sulur-sulurnya yang rimbun dan panjang menyentuh tanah.&lt;br /&gt;Tapi entah kenapa akhirnya itu pun menemui ajalnya.&lt;br /&gt;Saya sedih sekali, tak habis pikir saya kenapa dia yang selama ini begitu suburnya bisa mati. Tapi mungkin dia hidup karena sebagai tanaman epifit dia bisa mendapat makanan dari pohoh tempatnya menempel, bukan karena ketelatenan saya merawatnya.&lt;br /&gt;Tukang kebun yang datang sebulan sekali ke rumah pernah mengomentari ketidaktelatenan saya dalam merawat tanaman itu kepada Tita. "Mami mu itu ya..panas-panas tahi ayam aja..beli tanaman tapi habis semua mati tak terurus.." begitu kata nya menurut Tita. Sedih juga saya dipermalukan begitu..hehe.&lt;br /&gt;Akhirnya saya berpendapat, saya ini "bertangan panas" tidak ada tanaman yang bisa hidup ditangan saya. Dengan stigma seperti itu saya pun melupakan keinginan saya menjadi pehobi tanaman. Tapi saya selalu teringat dengan rimbunnya pakis tanduk rusa dan selalu ada penyesalan kenapa dia mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sesudah itu, saya koq tertarik dengan suatu jenis tanaman berdaun yang ditanam di taman-taman dipinggir jalan di kota Medan. Daunnya berwarna hijau tua, dengan bentuk menjari seperti daun pepaya. Kesannya sangat rimbun dan menyejukkan mata.&lt;br /&gt;Semakin sering saya melihat tanaman itu semakin tertarik hati ini untuk memilikinya. Hingga suatu hari pulang kerja saya pergi ke daerah Glugur sentra penjualan tanaman hias di kota Medan ku ini. Karena saya tidak tahu nama pohon ya saya sebut saja ciri-ciri fisiknya "daunnya menjari seperti daun pepaya Bang, yang banyak di pinggir-pinggir jalan itu..". Si penjual kemudian menunjukkan kepada saya tanaman sesuai ciri fisik yang saya maksud..pas meski masih kecil..&lt;br /&gt;"Kalau sudah dewasa daunnya bisa sebesar apa ini Bang..?" tanya saya kepada si penjual.&lt;br /&gt;"Ya, besarlah segini adalah.." jawabnya sambil merentangkan tangannya sejarak 50 cm..&lt;br /&gt;" Ah..pas lah itu.." batin saya.&lt;br /&gt;"Ya, sudah aku ambil lah itu Bang.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitu lah perempuan ini ya, kalau sudah belanja tidak bisa hanya beli satu. Saya kemudian tertarik dengan suatu jenis tanaman yang daunnya juga menjari tapi lebih kecil dan pinggirnya tidak bergelombang. Menurut si penjual namanya "Xanadu"&lt;br /&gt;Koq Xanadu ? Itu kan nama lagu yang dinyanyikan Olivia Newton John ? Hehe...what ever Xanadu diangkat ke mobil..&lt;br /&gt;Sesudah Xanadu...eh eh terlihat saya pula tanduk rusa menggantung di pohon. Teringat saya pada tanduk rusa saya yang pernah rimbun dan menjulur hingga 2 meter, saya pun membelinya padahal harganya tidak bisa dibilang murah.&lt;br /&gt;Sore itu, puas hati saya sudah membeli "si daun pepaya", Xanadu dan Tanduk Rusa.&lt;br /&gt;Malamnya saya browsing internet mencari cara merawat tanduk rusa (staghorn fern).&lt;br /&gt;Dengan hasil penelusuran itu saya lalu mencoba menggantungnya di pohon mangga dibelakang rumah. Stelah sebelumnya saya menancapkan paku di pohon mangga tersebut. Beberapa hari kemudian, saya perhatikan koq daun pohon mangga di sisi saya menancapkan paku tersebut menguning. Lalu saya perhatikan rumput di bawah tanduk rusa saya, koq seperti ada getah yang menetes, ternyata paku yang saya tancapkan di pohon mangga membuat getah keluar dan menetes ke tanah.&lt;br /&gt;Aduh...saya merasa bersalah sekali, apalagi setelah saya melihat daun-daun mangga mulai menguning. Cepat-cepat saya pindahkan tanduk rusa ke pohon mangga yang lain. Kali ini tidak saya gantung dengan paku tapi saya lilitkan tali pancing agar tanduk rusa itu menempel ke pohon.&lt;br /&gt;Tapi lama-lama koq daunnya menguning begitu juga dengan pohon mangga tempat dia bergantung sebelumnya.&lt;br /&gt;Beberapa minggu kemudian, baru saya ketahui bahwa pohon mangga tersebut di racun oleh Yoyon dengan cara memasukkan racun ke batang melalui lubang yang dia buat. Mami sangat marah, begitu juga saya. Saya marah karen menduga tanduk rusa saya tercemar racun yang sudah sempat ada di pohon mangga itu.&lt;br /&gt;Habis lah nasib tanduk rusa...ah..ah...sedihnya...hilang impian saya untuk melihatnya tumbuh rimbun seperti pendahulunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan si Xanadu dan "Si Daun Pepaya" itu..?&lt;br /&gt;Oh...mereka bernasib lebih baik. Dua pohon "daun pepaya", satu saya tanam di pot besar, satu saya tanam di halaman depan. Xanadu saya tanam di pot yang sudah sempat terlantar bekas tanaman yang lama.&lt;br /&gt;Kali ini saya rajin menyiram dan menyapanya setiap pagi dan sore.&lt;br /&gt;Saya melonjak girang saat muncul daun baru, yang berarti dia "betah".&lt;br /&gt;Anak-anak sampai terheran-heran,kenapa mama nya kegirangan hanya karena ada muncul daun baru.&lt;br /&gt;"Uuhh...mami punya "anak" yang lain sekarang ya yang lebih mami perhatikan..?" kata Tanti&lt;br /&gt;"Ya, nggak begitu lah Tanti.. Mami kan tetap memberi lebih untuk kalian.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran dengan nama tanaman "daun pepaya" ini saya pun mencoba mencarinya di buku-buku tentang tanaman hias.&lt;br /&gt;Akhirnya tahu lah saya kalau "si daun pepaya" ini adalah salah satu jenis tanaman Philodendron (P. pinnatifidum). Ternyata Xanadu juga termasuk Philodendron.&lt;br /&gt;Sejak itu saya betul-betul kecanduan dengan Philodendron.Sedikit demi sedikit saya membeli tanaman dari jenis Philodendron.Saat itu sedang booming Anthurium yang ternyata sepupu dengan Philodendron, tapi saya sama sekali tidak tertarik dengan Anthurium. Selain karena harganya mahal tapi buat saya bentuk daun Philodendron lebih menarik dari pada Anthurium.&lt;br /&gt;Buku tentang Philodendron dan bagaimana menanam dan merawat pun mulai saya beli.&lt;br /&gt;Dan saya mulai menanam Philodendron dengan media sesuai yang dianjurkan oleh buku-buku yang saya beli.&lt;br /&gt;Saya tidak pernah membeli tanaman yang sudah dewasa. Yang saya beli umumnya tanaman yang masih berdaun 3 atau 4. Lebih senang dan nikmat melihat pertambahan daun dari hari ke hari karena perawatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenangan saya untuk merawat tanaman sempat tertantang saat saya harus terkapar karena sakit akibat penjepitan syaraf tulang belakang akibat saya tidak memperhatikan posisi saya saat berjongkok untuk mengerjakan tanaman. Padahal saya sudah pernah mendapat sakit yang sama 3 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Tetapi menurut dokter rehabilitasi medik, saya perlu mempertahankan hobby agar saya terhindar dari stress akibat sakit ini, tetapi saya harus memperhatikan posisi saat melakukan hobby tersebut.&lt;br /&gt;Untunglah selama saya sakit semua tanaman saya sudah saya repotting sehingga saya tinggal merawat agar tumbuh sumbur.Tapi memang benar selama saya sakit, melihat tanaman membuat saya lebih relaks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember tahun 2007, seyogyanya kami semua (saya, mami, anak-anak serta Yoyon dan Erny) akan liburan ke Yogya. Bahkan Alfons juga akan datang dari Surabaya ke Yogya untuk kemudian sama-sama ke Bali. Semua sudah disiapkan, tapi karena saya sakit, mami dan saya batal berangkat. Anak-anak tetap berangkat bersama Yoyon dan Erny. Padahal saya sudah bercita-cita akan ke Yogya, ke Kaliurang melihat nursery milik seorang penulis yang bukunya menjadi panduan saya dalam menanam Philodendron.&lt;br /&gt;Akhirnya sebagai oleh-oleh saya dibelikan Philodendron melanoni dari Kaliurang.&lt;br /&gt;Thank you girls..&lt;br /&gt;Ceritanya P.melanoni ini mereka bawa-bawa sampai ke Bali dan anak-anak sampai ditugaskan Oom Alfons untuk menyiram P. melanoni ini setiap hari agar tidak mati saat sampai di Medan. Oalah...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SZ-G-8h0b8I/AAAAAAAAAJQ/shseKrJT5tI/s1600-h/Phylodendron+Melanonii.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305107302023720898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SZ-G-8h0b8I/AAAAAAAAAJQ/shseKrJT5tI/s320/Phylodendron+Melanonii.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Begitulah...sampai saat ini saya masih terus sibuk dengan Philodendron dan lainnya. Pernah saya pandai-pandaian sangking ingin cepat memperbanyak Philo, saya potong pucuk Philo saya yang sudah tumbuh baik tapi ternyata belum cukup dewasa untuk dibiakkan. Akhirnya dua-dua, si batang bawah dan si pucuk mati...menyesal...tapi kalau tidak begitu tidak akan pintar. Ya..sudah lah..&lt;br /&gt;Tapi itu tidak membuat saya patah semangat. Tanaman lain masih tetap subur hingga kini.&lt;br /&gt;Kelihatannya stigma "tangan panas" sudah bisa saya patahkan..&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SZ-G_ZoqY1I/AAAAAAAAAJo/REgGd29QwwQ/s1600-h/Heng+Heng.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305107309837050706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SZ-G_ZoqY1I/AAAAAAAAAJo/REgGd29QwwQ/s320/Heng+Heng.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-1974360718794735456?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/1974360718794735456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=1974360718794735456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/1974360718794735456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/1974360718794735456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/02/phylodendron-si-pohon-cinta.html' title='Phylodendron, Si Pohon Cinta'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SZ-QD1DiE1I/AAAAAAAAAJw/iKQlyWjirKY/s72-c/philo.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-5768899725521961266</id><published>2009-01-22T23:25:00.007+07:00</published><updated>2009-01-30T21:14:35.732+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Imlek, Cap Go Meh</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXm_g4OpaBI/AAAAAAAAAI4/ydfoclx8L3Q/s1600-h/cny_banner.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294473408521267218" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 281px; CURSOR: hand; HEIGHT: 216px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXm_g4OpaBI/AAAAAAAAAI4/ydfoclx8L3Q/s200/cny_banner.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Baru saja masyarakat Tionghoa merayakan Imlek yang jatuh pada tanggal 26 Januari 2009. Imlek sesungguhnya bukan lah hari raya keagamaan, tetapi merupakan tradisi Tionghoa dalam menyambut tahun baru. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Karena bukan perayaan keagamaan, maka sejak beberapa tahun terakhir ini beberapa gereja Katolik di Medan mengadakan misa pada hari Imlek bagi masyarakat keturunan Tionghoa. Saat itu dibagi-bagi juga angpau dan jeruk mandarin kepada anak-anak sebagai lambang kemakmuran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain angpau dan jeruk mandarin, kue keranjang atau kue bakul yang menyerupai dodol dan terbuat dari tepung beras juga selalu ada di hari Imlek. Semua mempunyai makna tersendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebagai seorang yang lahir dari ayah Jawa dan ibu keturunan Tionghoa, di mana masa kecil banyak dihabiskan bersama keluarga dari pihak ibu, maka tradisi Imlek sedikit banyak merupakan bagian dari masa anak-anak saya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi anak-anak tentu Imlek berarti angpau (ang=merah, pau=bungkusan, amplop). Mereka yang sudah berkeluarga wajib memberi angpau. Senang sekali rasanya kalau saat mengunjungi keluarga Mami atau kontraktor/rekanan perusahaan tempat Papi bekerja yang merayakan Imlek, karena sudah pasti kami akan mendapat angpau. Isinya bervariasi, tetapi yang pasti tidak akan berjumlah ganjil karena pantang memberi angpau berjumlah ganjil. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Walau kami di rumah tidak merayakan Imlek, tetapi Mami selalu rajin menyediakan angpau untuk kami saja dan kebiasaan itu masih diteruskan hingga sekarang. Tentu bukan saya lagi yang mendapat angpau, tapi anak-anak saya Tita dan Tanti.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dulu Oma "Sungai Kera" begitu kami menyebut nenek, mama dari mami karena beliau dulu tinggal di Jl. Sungai Kera, juga masih suka menerapkan pantangan-pantangan di hari Imlek. Dilarang makan pepaya di hari Imlek, karena nanti hidupnya "payah"(entah apa hubungannya tapi kami ya koq menurut saja..haha), tidak boleh pakai baju hitam di hari Imlek, karena hitam identik dengan kematian. Pokoknya harus makan yang manis-manis, agar hari-hari selanjutnya manis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari Oma Sei Kera juga saya tahu cerita tentang kue bakul yang hanya dimakan saat Imlek.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Konon dulu di Negara Cina sana, kue keranjang itu dibuat sebagai persembahan kepada dewa dapur....dewa dapur melapor pada kaisar langit setiap taun baru. Jadi supaya sang dewa dapur tidak melapor yang jelek-jelek kepada kaisar langit, ibu-ibu membuat kue yang lengket untuk menyumpal mulut si dewa dapur. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aduh kasian sekali si dewa dapur ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi memang kue bakul ini lengketnya minta ampun loh..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Oma Sei Kera paling takut kalau makan kue bakul, takut gigi palsunya lengket lalu tertelan bersama kue bakul tadi...hahaha&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya paling suka makan kue bakul bila sudah lewat hari Imlek. Saat di mana kue bakul sudah keras kemudian dilumuri adonan tepung atau telur kocok lalu digoreng dan dimakan panas-panas.&lt;/div&gt;Aduh...nikmatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kadang kami dulu tidak sabar, begitu diangkat dari penggorengan langsung masuk mulut. Biasanya akan diikuti dengan "hoh..hah..hoh..hah..." karena kepanasan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lima belas hari setelah Imlek adalah perayaan Cap Go Meh (Cap Go=lima belas, Ameh=malam).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada saat itu bulan akan bulat dan bersinar terang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Katanya Cap Go Meh paling cocok untuk pasangan yang sedang memadu kasih dan berencana menikah. Supaya tercapai, mereka harus keliling melewati 15 jembatan bukan jembatan penyebrangan ya tetapi jembatan dengan sungai yang mengalir di bawahnya. Makanya dulu, kalau sudah Cap Go Meh, banyak pasangan menumpang beca dan keliling kota Medan mencari jembatan. Masa panen bagi penarik beca..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekarang mungkin tidak banyak lagi yang keliling kota saat Cap Go Meh, mereka lebih banyak dugem di tempat-tempat keramaian, pergi makan di restoran yang sekaligus menyajikan penyanyi-penyanyi Mandarin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi sepertinya saya tertarik untuk keliling kota menumpang beca saat Cap Go Meh nanti, bukan supaya enteng jodoh, tapi ingin merasakan sentuhan angin yang membelai wajah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya ingat waktu anak-anak senang sekali kalau diajak naik beca. Saya langsung berdiri dan berpegangan pada pagar beca dan membiarkan angin membelai-belai wajah saya, membiarkan rambut saya berkibar-kibar...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin saya tidak akan berdiri, tapi saya akan meminta si Abang beca membuka kap nya..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wah...pasti seru...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Last but not least, tentang Cap Go Meh, adalah bahwa setelah Cap Go Meh kita tidak bisa saling mengucapkan selamat tahun baru lagi. Jadi saya masih bisa mengucapkan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;Gong Xi Fat Chai&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-5768899725521961266?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/5768899725521961266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=5768899725521961266' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/5768899725521961266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/5768899725521961266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/01/imlek-cap-go-meh.html' title='Imlek, Cap Go Meh'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXm_g4OpaBI/AAAAAAAAAI4/ydfoclx8L3Q/s72-c/cny_banner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-7350745037967259750</id><published>2009-01-21T23:28:00.002+07:00</published><updated>2009-01-22T23:22:54.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>The Shape of Love "Obama and Michelle"</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXiakMKXfZI/AAAAAAAAAIY/GLHCW4TnmBs/s1600-h/Obama_Michelle.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294151308504694162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 151px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXiakMKXfZI/AAAAAAAAAIY/GLHCW4TnmBs/s200/Obama_Michelle.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Sebulan ini sejak terpilihnya Barack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke 44, semua mata tertuju ke arahnya. Tak terkecuali saya.&lt;br /&gt;Saya bukan orang politik dan sama sekali tidak tertarik dengan politik.&lt;br /&gt;Jadi saya tertarik dengan Obama bukan karena kebijakan politiknya. Tetapi saya tertarik dengan Obama karena kehidupannya. Kehidupannya as a real family man yang lebih menarik bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap melihat gambar Obama berdua dengan istrinya Michelle maupun dengan anak-anaknya Malia dan Sasha baik di televisi maupun di media cetak, saya selalu mencoba mencari "the shape of love" yang mereka miliki dalam tatapan maupun dalam setiap gerak gerik diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatan sekali kalau mereka saling mencintai dan saling mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya perhatikan dalam setiap kesempatan bersama, mereka selalu dalam posisi bersentuhan, entah itu bergandeng tangan atau Obama akan menyentuh pundak Michelle jika Obama berada di belakang Michelle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pelantikan Obama, Selasa pagi 20 Januari 2009 yang lalu (Selasa malam waktu Indonesia) saya juga melihat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengikuti acara pelantikan itu dari awal meski hanya sampai acara pelepasan mantan presiden George Bush ke chopper yang akan membawa mereka ke pangkalan militer sebelum terbang kembali ke Texas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya lihat bagaimana mereka berjalan beriringan memasuki gereja St. John, lalu Michelle menyalami Pastor yangmenyambut mereka di depan gereja. Obama yang berada di belakang Michelle, membimbingnya dengan cara menyentuh pundaknya. "Gesture" seperti itu buat saya kesannya romantis sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Obama memasuki podium pelantikan di mana Michelle sudah tiba lebih dulu, Michelle menatap Obama dengan penuh rindu, padahal mereka baru saja bersama. Aura kasih antara mereka berdua benar-benar terpancar kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di podium itu Obama duduk bersebelahan dengan Wakil Presiden Joe Biden, sementara Michelle duduk di belakang Obama. Setelah pelantikan Joe Biden, Yo Yo Ma dan kawan-kawan memainkan lagu, dan Obama harus berbalik untuk melihat mereka bermain karena posisi mereka ada di atas podium. Sesaat dia bermain mata dengan Michelle yang duduk di belakangnya sebelum kemudian dia mengarahkan pandangan matanya ke Yo Yo Ma dan kawan-kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi gesture diantara mereka yang buat saya sangat romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali kamera juga menangkap gesture Michelle terhadap Obama. salah satu nya adalah saat dia meremas pundak Obama saat resital musik Yo Yo Ma selesai. Seolah-olah ia mengatakan " I am very proud of you.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Obama mengucapkan sumpah, dia sempat salah mengulangi teks sumpah yang diucapkan Hakim Agung, lalu dia tersenyum memandang Michelle dan Michelle pun membalas dengan senyum penuh arti "Its ok Baby, you can make it.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin gesture-gesture seperti yang mereka berikan satu sama lain juga bisa kita tangkap dalam pasangan-pasangan lain disekitar kita. Tetapi gesture mereka jadi begitu indah karena memang ada kasih yang tulus diantara mereka. Michelle seorang wanita yang keras, pintar dan berpendidikan tinggi tetapi dia menjadi wanita yang lembut saat bersama Obama. Bukan karena Obama memintanya seperti itu tetapi saya yakin kesadaran dan naluri wanitanya lah yang membuatnya seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michelle bahkan pernah harus berjuang sendiri termasuk mencari nafkah bagi keluarga itu sebagai Wakil Presiden di University of Chicago Hospitals untuk urusan hubungan kemasyarakatan saat Obama sibuk mempersiapkan pencalonan dirinya menjadi senator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat lah apa yang diucapkan Obama tentang Michelle, "She is my rock..". Hal itu menunjukkan bahwa Obama pun mengandalkan kekuatan Michelle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ideal hubungan mereka sebagai pasangan suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yang pernah mengalami kegagalan perkawinan yang menurut saya lebih karena ketidaksamaan visi untuk saling membahagiakan, melihat bahwa perhatian suami kepada istri maupun sebaliknya tidak lah harus besar. tetapi yang penting adalah membuat perhatian itu menjadi suatu rutinitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu artikel di majalah mingguan Amerika "Us" tentang Obama dan Michelle menceritakan bahwa mereka rutin melakukan makan malam berdua satu bulan sekali di suatu restoran di Chicago. Mereka selalu memulai dengan memesan "margeritas" kemudian memesan 2 porsi "guacamole".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga melakukan rutinitas lain dalam rumah tangga seperti pergi belanja dan berjalan-jalan dengan anak-anak mereka Malia dan Sasha. Obama juga mengurus anak-anak di pagi hari sementara Michelle pergi berolah raga, dan itu mereka lakukan bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam kesibukannya berkampanye, mereka masih tetap menyempatkan diri untuk merayakan ulang tahun perkawinan mereka dengan keluar makan malam berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sepertinya rutinitas yang selama ini sudah dijalankan tetap akan mereka jalankan setelah Obama dilantik menjadi Presiden dan tinggal di Gedung Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau seorang Presiden Amerika yang bukan saja mengurusi Amerika tetapi juga harus memikirkan dunia, masih sempat memperhatikan keluarga, anak dan istrinya, kenapa kita dengan kesibukan kita yang tidak sebanding dengan Obama tidak bisa memberikan perhatian kecil serta rutinitas untuk tetap menyalakan "api" asmara yang pernah ada...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang saya pikirkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga the shape of love Obama dan Michelle bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-7350745037967259750?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/7350745037967259750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=7350745037967259750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/7350745037967259750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/7350745037967259750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/01/demam-obama.html' title='The Shape of Love &quot;Obama and Michelle&quot;'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXiakMKXfZI/AAAAAAAAAIY/GLHCW4TnmBs/s72-c/Obama_Michelle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-6031325020040579328</id><published>2009-01-18T00:23:00.009+07:00</published><updated>2009-01-19T19:51:47.252+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesterday Once More'/><title type='text'>Yesterday Once More, Land Rover Panjang, Berastagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXKiRgyJoRI/AAAAAAAAAGg/a7J5kNJeFtE/s1600-h/DSCN4742.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292470933855510802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXKiRgyJoRI/AAAAAAAAAGg/a7J5kNJeFtE/s320/DSCN4742.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Sepanjang ingatan saya, lagu pop Barat yang pertama saya dengar adalah Yesterday Once More (YOM).&lt;br /&gt;Usia saya waktu itu mungkin sekitar 5 atau 6 tahun. Tentu saja saat itu saya belum mengerti bahasa Inggris, sehingga saya tidak tahu lagu itu tentang apa, bahkan saya tidak tahu siapa penyanyi dan judulnya, tetapi saya suka sekali dengan melodinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi refrennya, "evri sha lala, evry wo..oo...oo.. stil sa.., evri sing-a-ling-a-ling..."&lt;br /&gt;Hanya bagian ini lah yang bisa saya ikuti...haha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendengar lagu ini pertama kali dari tape mobil. Bukan mobil kami karena saat itu kami tidak punya mobil, tetapi dari tape mobil kantor tempat papi bekerja.&lt;br /&gt;Karena jabatannya, papi memang mendapat mobil yang boleh kami pakai sehari-hari, tapi mobil ini tidak ada tapenya. Hanya satu kendaraan kantor yang ada tapenya yaitu mobil Land Rover, yang karena bentuknya panjang dan memiliki 9 tempat duduk penumpang, kami sebut Land Rover panjang. Kalau nasib baik Land Rover panjang ini bisa kami pinjam kalau kami mau jalan-jalan ke luar kota, misalnya ke Berastagi atau ke Parapat, kalau tidak ya dapat Land Rover pendek.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXKiR1xIo2I/AAAAAAAAAGo/HWlAOwkxWdY/s1600-h/DSCN4743.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292470939488396130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXKiR1xIo2I/AAAAAAAAAGo/HWlAOwkxWdY/s320/DSCN4743.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah, di suatu hari kami pergi ke Berastagi memakai Land Rover panjang, saat itu lah saya dengar lagu Yesterday Once More ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu bentuk kaset lagu untuk tape mobil tidak seperti kaset yang sekarang, tetapi besar seperti kaset video yang sekarang juga sudah susah ditemui.&lt;br /&gt;Mungkin karena harga kaset mahal maka di mobil Land Rover itu hanya ada 1 kaset dan salah satunya ya lagu YOM ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya ingat sekali kasetnya warna merah, tanpa label dan tulisan apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejak mendengar lagu itu saya langsung jatuh cinta dengan melodinya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lama sesudahnya, mungkin waktu saya di SMP barulah saya tahu kalau lagu itu judulnya Yesterday Once More dan dinyanyikan oleh The Carpenters.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejak itu saya mulai mengkoleksi lagu-lagu The Carpenters.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dulu di Medan, masih sulit menemukan kaset lagu mereka sehingga koleksi lagu The Carpenters banyak saya beli kalau kami berkesempatan liburan ke Singapura. Banyak lagu-lagu mereka yang kemudian menjadi lagu favorit saya sebut saja There's a Kind of Hush, Top of The World, I need to be in Love, Solitaire, Masquerade dan banyak lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai sekarang setelah duet mereka bubar dengan meninggalnya Karen Carpenters karena Anorexia Nervosa, pada setiap kesempatan ber karaoke baik dengan keluarga maupun teman-teman selalu ada 2 atau 3 lagu The Carpenters masuk dalam playlist kami. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tanti pun dari mulai dia bisa menyanyi selalu senang dengan lagu ini. Dia selalu minta dia lah yang menyanyikan lagu ini dan sama seperti saya dulu, bait yang selalu membuat dia semangat adalah ""evri sha lala, evry wo..oo...oo.. stil sa.., evri sing-a-ling-a-ling..." &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan seperti lirik lagu YOM, lagu ini selalu membawa saya ke masa lalu, masa-masa kecil di Kampung Baru, mengingatkan saya akan Land Rover panjang, perjalanan ke Berastagi, kaset merah segede gaban...&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292471556950501714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 238px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXKi1x_kqVI/AAAAAAAAAGw/7asVL4ALGv8/s320/carpenters_jp40.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;"Yesterday Once More" by Richard and Karen Carpenters&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;When I was young&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;I'd listen to the radio&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Waitin' for my favorite songs&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;When they played I'd sing along&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;It made me smile....&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Those were such happy times&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;And not so long ago&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;How I wondered where they'd gone&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;But they're back again&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Just like a long lost friend&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;All the songs I loved so well....&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Every Sha-la-la-la&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Every Wo-o-wo-o&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Still shines&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Every shing-a-ling-a-ling&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;That they're startin' to sing's &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;So fine...&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;When they get to the part&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Where he's breakin' her heart&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;It can really make me cry&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Just like before&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;It's yesterday once more....&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Lookin' back on how it was&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;In years gone by&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;And the good times that I had&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Makes today seem rather sad&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;So much has changed.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;It was songs of love that&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;I would sing to then&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;And I'd memorize each word&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Those old melodies&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Still sound so good to me&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;As they melt the years away....&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-6031325020040579328?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/6031325020040579328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=6031325020040579328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/6031325020040579328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/6031325020040579328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/01/yesterday-once-more-land-rover-panjang.html' title='Yesterday Once More, Land Rover Panjang, Berastagi'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXKiRgyJoRI/AAAAAAAAAGg/a7J5kNJeFtE/s72-c/DSCN4742.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-1290044486959008343</id><published>2009-01-17T13:51:00.003+07:00</published><updated>2009-01-17T14:12:37.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Berbagi Segalanya</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXGEiYSD4PI/AAAAAAAAAFo/WL4m2pys8iI/s1600-h/old+couples.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292156763305664754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 187px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXGEiYSD4PI/AAAAAAAAAFo/WL4m2pys8iI/s200/old+couples.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Di suatu restoran cepat saji, seorang pemuda memperhatikan sepasang suami istri lanjut usia. Di hadapan mereka terdapat 1 potong hamburger, 1 potong apple pie dan 1 gelas coca cola.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Si nenek lalu mulai menyantap makanannya. Sementara si kakek hanya duduk memandangi istrinya makan dengan lahap. Penasaran dengan pemandangan yang dilihat, si pemuda mendekati pasangan kakek dan nenek tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Maaf, dari tadi saya memperhatikan anda berdua dan saya lihat anda hanya memesan satu porsi hamburger. Boleh kah saya membelikan satu porsi lagi untuk kakek ?" sapa si pemuda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Terima kasih anak muda, tapi kami sudah bertahun-tahun hidup bersama dan kami selalu berbagi apa pun yang kami punya" jawab si kakek.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anak muda itu pun berlalu dan kembali ke tempat duduknya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tak lama si nenek selesai menyantap separuh hamburgernya dan menyerahkan separuh sisanya kepada suaminya. Tetapi si suami tidak juga menyantapnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian si nenek melanjutkan menyantap apple pie.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekali lagi si pemuda penasaran dan kembali mendekati pasangan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Saya lihat Nenek sudah selesai dengan hamburgernya, tetapi kenapa Anda belum juga menyantap bagian Anda ?" tanyanya degan wajah heran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Saya menunggu gigi palsu yang sedang dipakai istri saya, sudah bertahun-tahun kami hidup bersama dan kami berbagi apa pun yang kami punya termasuk gigi palsu kami" jawab si kakek dengan malu-malu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Si pemuda terbengong-bengong mendengar jawaban si Kakek..&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-1290044486959008343?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/1290044486959008343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=1290044486959008343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/1290044486959008343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/1290044486959008343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/01/berbagi-segalanya.html' title='Berbagi Segalanya'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXGEiYSD4PI/AAAAAAAAAFo/WL4m2pys8iI/s72-c/old+couples.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-938592770212404426</id><published>2009-01-15T21:20:00.010+07:00</published><updated>2009-01-16T11:35:40.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Perjalanan'/><title type='text'>Toba Sari Tea</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXAKNxtOndI/AAAAAAAAAEs/oLo1_q3Q-G0/s1600-h/DSCN4707.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291740793957948882" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXAKNxtOndI/AAAAAAAAAEs/oLo1_q3Q-G0/s400/DSCN4707.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam perjalanan pulang dari liburan di Parapat Desember 2008 lalu, kami diundang mampir ke rumah keluarga Mas Eko di Toba Sari. Mas Eko sahabat lama keluarga Sugiyo, orang tua iparku Erny. Dari saat kami berangkat, Tante Sugiyo sudah mengingatkan saya untuk menyempatkan mampir ke tempat Mas Eko.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SW_2CJ2fVHI/AAAAAAAAAEc/hY-2KzqftqI/s1600-h/DSCN4718.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291718604048258162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SW_2CJ2fVHI/AAAAAAAAAEc/hY-2KzqftqI/s320/DSCN4718.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Nanti bisa lihat karpet hijau, Mbak" begitu smsnya&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Toba Sari adalah perkebunan dan pabrik teh milik PTPN IV. Toba Sari terletak di Kabupaten Simalungun, lebih kurang 1 jam dari Pematang Siantar.&lt;br /&gt;Karena kami dari Parapat, maka untuk menuju ke Toba Sari kami harus mengambil jalan ke arah Simarjarunjung, melewati jalan yang dikenal dengan sebutan jalan Jepang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di kiri kanan jalan, banyak ditemui pohon pinus dan kalau kita membuka jendela mobil maka bisa tercium aroma pinus yang menyegarkan. Jalan ini menyusuri pinggir Danau Toba, sehingga menyajikan pemandangan Danau Toba dari sisi yang lain..indah sekali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Waktu kami menginap di Hotel Toledo Iin, sepertinya bukit inilah yang terlihat jauh di seberang danau berhadapan dengan kamar kami.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sayang saya tak sempat mengambil foto Danau Toba dari sisi ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah lebih kurang 45 menit menyusuri jalan Jepang ini, kami mengambil jalan ke kanan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada 4 kebun teh di sepanjang jalan tersebut, yakni Toba Sari, Bah Butong, Bah Birong Ulu dan Sidamanik. Erny iparku itu melewati masa SMP nya di Bah Butong dan Toba Sari ini, sehingga dia kenal betul dengan daerah ini. Bahkan rumah Mas Eko sekarang adalah rumah mereka dulu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami tiba disambut dengan ramah oleh Mas Eko dan Mbak Nining serta cucu mereka yang menggemaskan. Ya..Mbak Nining ini sebaya ku tapi sudah punya seorang cucu bahkan sebentar lagi akan tambah 1 cucu lagi. Hehehe...aku tidak bisa membayangkan di usia ku ini punya cucu. Tapi mungkin seru juga ya..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jangan sampai hal ini didengar oleh Tita, nanti lain pula keinginannya, hahaha..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mas Eko dan Mbak Nining hanya tinggal berdua, anak-anak sudah kuliah di Jawa, jadi bayi di rumah tentu menjadi hiburan bagi mereka yang boleh dikata masih muda. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Waktu mengobrol dengan keluarga Mas Eko, beberapa kali Tanti mengingatkan saya untuk bertanya ke Mas Eko apa kami boleh melihat pabrik. Tak ingin mengecewakannya, saya pun langsung menyampaikan permintaan Tanti tersebut. Setelah di cek apakah kegiatan pencucian teh sudah selesai, kami pun berjalan mengunjungi pabrik. Kalau kebun ya silahkan lihat sendiri di belakang rumah. Ya, benar..di belakang rumah Mas Eko terhampar karpet hijau kebun teh. Sungguh pemandangan yang menyejukkan mata.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tita sibuk berfoto-foto dengan latar belakang kebun teh, narcis betul dia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SW_2BCKIWMI/AAAAAAAAAEE/FuDSZ-BO2Q8/s1600-h/DSCN4708.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291718584803285186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SW_2BCKIWMI/AAAAAAAAAEE/FuDSZ-BO2Q8/s320/DSCN4708.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SW_2BQL6ajI/AAAAAAAAAEM/r3Y9yqi9FWs/s1600-h/DSCN4710.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291718588568857138" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SW_2BQL6ajI/AAAAAAAAAEM/r3Y9yqi9FWs/s320/DSCN4710.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya gembira melihat anak-anak juga antusias untuk melihat pabrik dan perkebunan teh ini. Tak terdengar sedikit pun protes mereka akan kegiatan liburan yang lain dari biasa ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dari luar kelihatannya pabrik teh tersebut kecil, tetapi ternyata besar juga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertama-tama kami melihat tempat di mana teh yang sudah dipetik dicuci. Saat kami di situ proses pencucian teh baru saja selesai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari situ kami melihat bagaimana teh di grinding dengan mesin grinding yang besar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lalu kami diajak naik ke lantai 2, dimana tempat pencicipan teh berada.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sepanjang selasar yang kami lalui, saya perhatikan banyak sekali "debu" yang menempel di lantai, di pegangan tangga dan diambang jendela kaca. Saya sempat terheran-heran debu apa ini. Ternyata kemudian saya ketahui kalau itu debu teh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Katanya orang Jepang paling senang meminum teh dari debu teh yang memang sangat halus ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami juga diperkenalkan dengan seorang Bapak yang tugasnya menjadi penguji teh untuk menentukan grade dari teh-teh tersebut. Ternyata si tester ini tidak menelan teh yang sudah dikecapnya tetapi meludahkannya ke suatu wadah yag telah tersedia.&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291742464981959810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXALvCwZhII/AAAAAAAAAE0/-OZHsRdXMkQ/s320/DSCN4715.JPG" border="0" /&gt; &lt;div&gt;Grade dari teh ditentukan oleh warna dan rasa dari teh tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Boleh dikata, si tester ini merupakan asset perusahaan. Semestinya lidahnya di asuransi kan ya..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas melihat-lihat pabrik teh kami kembali ke rumah Mas Eko setelah sebelumnya di beri oleh-oleh teh bubuk cukup untuk persediaan 1/2 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Teh dari Toba Sari tidak dijual di Indonesia tetapi diekspor ke luarnegeri. Jadi beruntung sekali kami bisa memperolehnya tanpa harus membeli dengan Euro atau Dollar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di rumah Mas Eko, kami disambut dengan sesuatu yang tak kalah seru dan menariknya dengan pabrik teh, yakni makan siang dengan ayam goreng, ikan mujair masak tauco, tahu goreng, sup ayam dan sambal ikan teri dan tentu saja teh hangat dari kebun belakang. Kelihatan sekali kalau Mas Eko dan Mbak Nining sudah mempersiapkan penyambutan kedatangan kami dari pagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terima kasih Mas, Mbak, lain kali kami pasti bermalam di Toba Sari...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-938592770212404426?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/938592770212404426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=938592770212404426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/938592770212404426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/938592770212404426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/01/toba-sari-tea.html' title='Toba Sari Tea'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SXAKNxtOndI/AAAAAAAAAEs/oLo1_q3Q-G0/s72-c/DSCN4707.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-6855191206655977370</id><published>2009-01-06T11:46:00.001+07:00</published><updated>2009-01-15T22:27:23.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Permenungan'/><title type='text'>Resolusi Tahun Baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SWQMJWaq2OI/AAAAAAAAAC0/1LRjNBBsyTk/s1600-h/DSCN4604.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288365217215600866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SWQMJWaq2OI/AAAAAAAAAC0/1LRjNBBsyTk/s320/DSCN4604.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa hari lalu teman saya bertanya apa resolusi saya untuk tahun 2009 ini.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Deg.....uughh...Resolusi...??&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hm...apa ya...?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya sebenarnya paling takut dengan kata "Resolusi" apalagi kalau dikaitkan dengan tahun baru. Ya..karena sampai setua ini saya belum pernah membuat resolusi saat memasuki tahun baru.&lt;br /&gt;Hidup saya mengalir begitu saja...Hmm..aneh ya...?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi..mungkin perlu juga ya ada resolusi, tidak usah yang muluk-muluk, just simple things...Ok...why not.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau saya lihat ke belakang ke tahun 2008, sepertinya saya ini memang perlu membuat resolusi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Melihat tahun ini tahun 2009, rasanya masuk akal kalau saya coba mengangkat 9 resolusi aja dulu ya..hihihi...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hm...coba deh apa ya kira-kira...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Harus lebih hemat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;....ya...benar, saya harus bisa lebih hemat. Masalahnya karena hemat ini terkait juga dengan anak-anak, berarti resolusi ini juga harus saya sosialisasikan ke anak-anak. Ok...sippp...Kalau biasa makan di luar setiap weekend, mungkin untuk tahun ini sekali se bulan aja. Sorry girls...Tapi saya rasa anak-anak tahu kalau mommy nya nggak pernah konsisten..hehe jadi kalau mereka tahu resolusi ini paling mereka cuman senyum-senyum aja...&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Harus bisa menambah tabungan. Ini tentu terkait dengan resolusi nomor 1. Kalau bisa lebih hemat, tentu tabungan bisa bertambah. Semoga...&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Harus lebih sabar terhadap anak-anak. Nah..ini nih yang seru..Maunya anak-anak juga punya resolusi dong, untuk tidak membuat mommy nya jadi marah-marah. Harus adil dong...hehehe&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Harus lebih banyak berdoa. Yah..memang saya kurang banyak berdoa tahun lalu, makanya nggak heran banyak yang nggak terkabulkan. Dan kebanyakan doanya doa untuk diri sendiri, doa orang egois..uuuhh...what a shame..Tahun ini doanya harus lebih membumi, menyerahkan semua ke tanganNya. Karena Dia pasti lebih tahu apa yang baik untuk saya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Harus lebih sabar terhadap teman-teman yang suka lelet menjawab sms. Hahaha...Iya nih, saya suka kesal dengan teman-teman yang tidak bisa diharap untuk membalas sms dengan segera. Karena saya sendiri berusaha untuk membalas sms ASAP, dan kalau sampai kelewat lama saya pasti minta maaf. Apalagi kemarin saya diskusi dengan sepupu soal etika ber sms, jadi katanya balas sms itu tidak boleh lebih dari 15 menit, kalau lebih dari itu dianggap not trustworthy. Ooh...is it so...? OK, tapi tetap saya harus sabar..&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Harus lebih tekun menyelesaikan pekerjaan. Sst,...ini jangan sampai ketahuan Boss, kalau selama ini saya suka menunda-nunda. Tapi kadang karena banyak distraction juga sih..&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Harus lebih dewasa. Bagaimana mau tampak dewasa ya, wong wajah chubby begini kayak baby. Sudah di make up lengkap pun tetap aja wajah anak-anak. Eeit...bukan make up Bu..pembawaan dong...jangan suka cengengesan melulu. OK deh mulai tahun 2009 ini harus JAIM..hahaha&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Harus bisa menambah income. Wah gimana dokter bisa menambah income ya ? Apakah pasien yang sehat harus didiagnosa sakit, lalu disuruh periksa ini itu, lalu dapat return. Apakah itu namanya income ? Hell...no..itu namanya penipuan. So...income ditambah dengan murah senyum, ramah, mana tahu pasien kembali mencari kita kalau dia sakit, atau merekomen kita ke saudara dan teman. Begitu lebih baik khan...? Ok...ok...&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Harus bisa legowo kalau akhirnya saya harus terus hidup sendiri. Ini sengaja saya jadikan resolusi terakhir karena ini susah-susah gampang. Tapi saya yakin dengan bantuan teman-teman saya tidak akan merasa kesepian. Ada saja teman-teman yang bisa saya ajak untuk keep busy bersama. Thank God...blessed their heart.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Ah...akhirnya ada juga resolusi saya untuk tahun 2009 ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga teman-teman membantu saya mengingatkan tentang resolusi ini.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-6855191206655977370?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/6855191206655977370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=6855191206655977370' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/6855191206655977370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/6855191206655977370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2009/01/resolusi-tahun-baru.html' title='Resolusi Tahun Baru'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SWQMJWaq2OI/AAAAAAAAAC0/1LRjNBBsyTk/s72-c/DSCN4604.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-669643320044916574</id><published>2008-12-19T00:53:00.000+07:00</published><updated>2008-12-19T11:32:05.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>The Year of The Frog</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SUqRHS0EgRI/AAAAAAAAACA/wFQIcpK7LbM/s1600-h/frog2_500x400.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281193067540676882" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 256px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SUqRHS0EgRI/AAAAAAAAACA/wFQIcpK7LbM/s320/frog2_500x400.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di Kompas hari ini (Kamis, 18 Desember 2008) terbaca saya artikel "Kodok, Indikator Perubahan Lingkungan"&lt;br /&gt;Diceritakan bagaimana perubahan lingkungan menyebabkan turunnya populasi dan keanekaragaman jenis kodok. Saya bahkan baru tahu kalau tahun 2008 ini dinyatakan sebagai Tahun Kodok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca artikel itu mengingatkan pengalaman saya dengan kodok dan katak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa kuliah di Fakultas Kedokteran, untuk kepentingan pelajaran Fisika Kedokteran kami diminta mencari kodok untuk bahan praktikum. Ketika hal itu saya sampaikan ke Mami, dengan semangat beliau menyanggupi untuk mencarinya. Maklum siapa yang tak senang anaknya masuk fakultas kedokteran di universitas negeri lagi.&lt;br /&gt;Tentu maksudnya mencari bukan mencari di sawah-sawah tetapi dibeli di Pasar Sambas tempat kami membeli kodok kalau ingin merasakan nikmatnya paha kodok goreng. Mohon maaf bagi yang geli dengan makanan eksotis ini.&lt;br /&gt;Jadilah suatu sore saya pulang mendapati sudah ada kodok di rumah, bukan satu ekor tapi beberapa ekor, dimasukkan ke dalam bejana kaca yang besar di ruang tamu pula…&lt;br /&gt;Alamak….&lt;br /&gt;Waktu saya tanya kenapa begitu banyak, &lt;div&gt;&lt;div&gt;“Ya, mana tahu ada teman-teman lu yang tidak dapat kodok, kan bisa lu bagi ke mereka” jawab Mami&lt;br /&gt;Masuk akal juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi malamnya, entah kenapa tersenggol Mami lah bejana ini sehingga bejana terguling dan pecah. Air mengalir kemana-mana di ruang tamu dan pasukan kodok berlompatan ke sana kemari.&lt;br /&gt;Siapa pula yang berani menangkap kodok itu…hiiii….saya sudah berteriak-teriak kesetanan.&lt;br /&gt;Untunglah ada Miyem, pembantu kami dan Wak Selamat tukang kebun kami yang sigap datang begitu mendengar teriakan saya.&lt;br /&gt;Akhirnya memang seperti menangkap kodok di sawah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman kedua dengan kodok lebih tepatnya katak terjadi waktu saya mengikuti Rapat Kerja PERDHAKI di Lampung.&lt;br /&gt;Kami ditempatkan di rumah retret di daerah Lampung. Rumah retret tersebut dikelilingi halaman yang luas dan asri jauh dari perumahan penduduk. Berjalan turun ke bawah ada sendang dengan Gua Maria. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kamar mandi terletak terpisah dari kamar tidur dan berada di ujung lorong. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada 6 kamar mandi disediakan. Di salah satu kamar mandi ini lah saya dicium “Pangeran” Katak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kejadiannya saat saya bangun dari istirahat sore terasa niat ke kamar mandi karena ingin menunaikan tugas mulia “poep”. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu saya menuju kamar mandi yang paling ujung.&lt;br /&gt;Setelah melakukan berbagai persiapan ini dan itu, saya pun duduk di toilet. Biasalah…sambil bertugas memandangi pintu toilet.&lt;br /&gt;Tiba-tiba mata saya menangkap sebuah benda yang melekat di pintu, berwarna kecoklatan, licin dan berkilat…setelah saya cermati ternyata seekor katak. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Agak was-was juga saya, takut dia melompat mendekati saya.&lt;br /&gt;Akhirnya sambil bertugas mata saya tak lepas mengamati si katak. Tetapi perasaan saya koq sepertinya dia juga sedang mengamati saya, kacau ini..&lt;br /&gt;Saat saya membetulkan posisi duduk saya, eh..dia bergeser sedikit ke kanan. Mati aku…&lt;br /&gt;Tiba-tiba…ya ampun…tiba-tiba…dia melompat….ke arah kepala saya. Saya pun berdiri dan berteriak-teriak sambil menggoyang-goyang tangan di kepala saya…&lt;br /&gt;Setelah yakin katak tidak ada di kepala dan di tubuh saya, saya mulai cari di mana sang katak tersebut sekarang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ternyata “sang pangeran” katak sudah berada di dinding belakang tepat di atas toilet.&lt;br /&gt;Buyar sudah niat saya menunaikan “tugas mulia” …buru-buru saya keluar dengan handuk menutupi kepala. Toilet pun tidak sempat saya “flush” lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya saya dengar Suster teman saya dari Medan bercerita kalau dia ketiban sial karena masuk ke toilet yang belum disiram oleh pemakai sebelumnya.&lt;br /&gt;Saya hanya bisa meringis. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Maafkan saya Suster…si pangeran katak telah mencium saya membuat saya lupa akan kewajiban saya…"&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-669643320044916574?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/669643320044916574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=669643320044916574' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/669643320044916574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/669643320044916574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2008/12/kodok-dan-katak.html' title='The Year of The Frog'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SUqRHS0EgRI/AAAAAAAAACA/wFQIcpK7LbM/s72-c/frog2_500x400.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-992431697387146980</id><published>2008-12-18T08:36:00.001+07:00</published><updated>2009-01-15T22:30:36.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All in a Days Work'/><title type='text'>Kandang Natal</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SUqNj3IIKRI/AAAAAAAAABw/he0X26eV5nw/s1600-h/DSCN4550.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281189160278305042" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SUqNj3IIKRI/AAAAAAAAABw/he0X26eV5nw/s320/DSCN4550.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tidak tahu kapan dimulainya, sepertinya sudah menjadi tradisi bahwa setiap tahun untuk menyambut Natal setiap departemen, unit dan ruangan di Rumah Sakit Santa Elisabeth sibuk berbenah dan menghias "diri" dengan pohon Natal dan gua Natal yang dibuat dari kantung-kantung semen yang dicat dan dibentuk menyerupai gua.&lt;br /&gt;Ruangan yang paling indah dan semarak menjadi juara dan akan mendapat hadiah kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling sering menjadi juara adalah Unit Admitting/Pendaftaran Pasien. Tetapi ada saja komentar unit lain yang tidak juara :&lt;br /&gt;"Ah...di admitting kan berkumpul semua ahli-ahli mendesain gua, patung Keluarga Kudusnya juga lebih besar, ya..pantas lah mereka menang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah..mereka kan bergabung dengan Satpam dan Office Boy yang tinggi-tinggi itu sehingga bisa membuat gua yang besar menjulang ke langit-langit..kami di ruangan hanya perempuan, mau bagaimana.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kadang-kadang ada yang apatis dan mengatakan bahwa tahun ini pasti Admitting lagi yang menang. Kasihan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun dengan gua Natal, untuk tahun 2008 ini Direksi mengeluarkan fatwa bahwa gua Natal diganti dengan kandang Natal. Alasan Direksi karena gua Natal dengan kantong semen terkesan kumuh, gelap. Tetapi alasan yang utama adalah karena setelah perayaan Natal selesai dan gua Natal disingkirkan, dinding ruangan terkupas-kupas cat nya karena waktu membuat gua menggunakan slasiban untuk merekatkan kantong semen ke dinding.&lt;br /&gt;Apakah hal itu karena kualitas cat dindingnya yang kurang bagus kalah dengan slasiban..tak tahu lah...&lt;br /&gt;Tetapi begitulah, akhirnya tahun ini kandang Natal yang terbuat dari bilah bambu dan jerami akan menjadi tempat Yesus dilahirkan.&lt;br /&gt;Wah...di mana pula mau mencari jerami di kota Medan ini..?&lt;br /&gt;Gampang, Unit Bengkel bisa mencari bambu, jerami bisa dicari ke sawah-sawah di daerah Tanjung Morawa...beres kan ?&lt;br /&gt;Hmmm.....okay...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah fatwa diturunkan datanglah bambu dengan jerami ke rumah sakit bertumpuk-tumpuk di belakang di dekat Bengkel.&lt;br /&gt;Karena lembab, jerami pun mengeluarkan aroma yang tak sedap. Untunglah tak sempat tumbuh jamur merang di situ...eh..eh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya petugas di Unit Bengkel yang ditugaskan membuat kandang Natal untuk setiap unit dan ruangan.&lt;br /&gt;Tetapi kemudian dibatalkan, keluar fatwa lagi : &lt;strong&gt;"Setiap ruangan harus berkreasi membuat kandang Natalnya sendiri dari bahan yang telah disediakan !"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ampyuuuuuunnn...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru satu hari fatwa dijalankan saya sudah mendapat telepon dari dua ruangan umumnya mengatakan hal yang sama:&lt;br /&gt;"Tolonglah, kami di ruangan tidak ada laki-laki (maksudnya karyawan laki-laki), bagaimana kami bisa membuat kandang Natal. Boleh kah kami minta petugas bengkel yang membuatkannya untuk kami ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mohon maaf, tidak bisa Kak...ini sudah keputusan Direksi, kalian harus kreatif.." jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada lemas akhirnya mereka mengiyakan penjelasan saya. Ahhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah menjawab telepon, aku teringat dengan kandang Natal kami di Direksi. Siapa yang akan membuatnya...? Kami di sini juga tidak ada pria kecuali Pak Direktur dan Wakil Direktur Pelayanan Medis. Apakah mereka mau turun tangan membuat kandang Natal juga..?&lt;br /&gt;Bukan kah pimpinan harusnya memberi contoh, tidak hanya memberi perintah...? Hmmm...&lt;br /&gt;Mohon maaf ternyata memang hanya Purnama, petugas rumah tangga kami yang membuatnya. Modelnya seperti rumah panggung lengkap dengan tangga. Aku melihatnya seperti kandang ayam di rumah kami.&lt;br /&gt;Wah...bagaimana Ibu Maria bisa naik dengan model tangga seperti itu, apalagi dia sedang hamil besar...Ampunnnn Purrrr....&lt;br /&gt;Tapi sudah lah, sudah lumayan Purnama bisa menyelesaikan sendiri tanpa bantuan orang lain. Si Purnama ini memang gagah...boru Hombing lah pula..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin siang, saat pulang aku melewati kandang Natal milik Bengkel.&lt;br /&gt;Wah...betul-betul "kandang" ! Ada pula mereka buat khusus untuk kandang dombanya, lalu ada petak-petak rumput (seperti kalau kita membeli rumput di tukang bunga) yang disusun rapi.&lt;br /&gt;Uh...rumput siapa lah itu yang mereka angkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada satu yang membuat mata ini agak "pedih".&lt;br /&gt;Ada pula tulisan "Rumah Kitik-Kitik" di gantung di atas kandang Natal. Rumah kitik-kitik artinya rumah kecil. Bah...apa yang salah dengan tulisan itu, kan benar rumah itu kecil.&lt;br /&gt;Ya..tidak ada yang salah, tetapi semua orang di kota Medan ini tahu kalau istilah rumah kitik-kitik adalah untuk hotel-hotel melati sepanjang Jl. Jamin Ginting yang sering dipakai untuk.......&lt;br /&gt;Ah..tak sampai hati aku menyebutnya..Kreatif...kreatif betul Unit Bengkel ini..&lt;br /&gt;Aku pun berlalu dengan terbahal-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalau aku ke ruangan lain, akan banyak aku lihat kandang-kandang yang lebih unik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga....&lt;br /&gt;Selamat Natal semoga hati kita siap menyambut Kristus...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-992431697387146980?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/992431697387146980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=992431697387146980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/992431697387146980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/992431697387146980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2008/12/kandang-natal.html' title='Kandang Natal'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SUqNj3IIKRI/AAAAAAAAABw/he0X26eV5nw/s72-c/DSCN4550.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-5052422073863160872</id><published>2008-12-05T11:37:00.001+07:00</published><updated>2009-01-15T22:29:51.860+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All in a Days Work'/><title type='text'>Rumah Sakit Santa Elisabeth..Tempatku lahir..Tempatku berkarya...</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/STixQL3eOsI/AAAAAAAAAA4/m6_dveU8Nao/s1600-h/DSC_0041.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276161855086017218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/STixQL3eOsI/AAAAAAAAAA4/m6_dveU8Nao/s320/DSC_0041.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi masyarakat Medan, Rumah Sakit Santa Elisabeth sudah tidak asing lagi. Rumah Sakit ini berdiri sejak tahun 1924. Aku lahir di situ, tahun 1966. Menurut Ibuku, saat itu beliau ditolong oleh dokter dari Belanda. Suster-susternya pun kebanyakan orang Belanda. Kedua adik ku pun lahir di rumah sakit ini. Aku masih ingat waktu menjenguk adikku yang bungsu Alfons yang lahir di tahun 1971, rumah sakit terkesan sangat besar bagi ku yang masih berusia 5 tahun. Lorong-lorong dengan langit-langit yang tinggi membuat lampu yang tergantung di atas tidak cukup untuk menerangi lorong, kesannya angker. Tapi entah kenapa rasanya aku tidak takut. Mungkin karena ada suster-suster Belanda yang selalu ramah dan tersenyum.&lt;br /&gt;Interaksi selanjutnya dengan rumah sakit ini adalah di tahun 1981 saat aku masih duduk di bangku SMP. Suatu hari Papi terserang stroke dan harus dirawat di rumah sakit. Rumah sakit mana lagi kalau bukan Rumah Sakit Santa Elisabeth. Selama Papi dirawat, setiap hari ada Suster yang datang menyapa, senang sekali rasanya.&lt;br /&gt;Tahun-tahun sesudahnya, ada saja yang membuat aku sering datang ke sana. Opa dan Oma Sei Kera beberapa kali harus masuk rumah sakit. Lalu ada teman sebangku ku di SMA yang sakit dan dirawat di sana.&lt;br /&gt;Ingat sekali aku, waktu kami beramai-ramai dengan teman-teman sekelas di SMA ingin menjenguk teman sebangku ku si Juliana Saragih itu, kami dihadang seorang petugas keturunan India yang tinggi besar. Suaranya menggelegar, " Tidak bisa masuk, ini bukan jam bertamu, keluar..!!"&lt;br /&gt;Aduh...sakit sekali hati ini kami yang datang dengan niat tulus untuk menjenguk teman yang sakit diusir seperti itu. Tapi kami yang anak-anak baik itu tidak berani protes, melangkah keluar dengan kepala tertunduk. Batal lah kami menjenguk si Juliana. Itu lah pengalaman menyedihkan pertama yang aku dapat selama aku mengenal Rumah Sakit Santa Elisabeth.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-5052422073863160872?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/5052422073863160872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=5052422073863160872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/5052422073863160872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/5052422073863160872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2008/12/rumah-sakit-santa-elisabethtempatku.html' title='Rumah Sakit Santa Elisabeth..Tempatku lahir..Tempatku berkarya...'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/STixQL3eOsI/AAAAAAAAAA4/m6_dveU8Nao/s72-c/DSC_0041.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-2097594328038256427</id><published>2008-11-24T21:39:00.001+07:00</published><updated>2009-01-15T22:31:23.789+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesterday Once More'/><title type='text'>Kemesraan kami</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SSq9gAo44pI/AAAAAAAAAAw/N-1SKtl2O0Q/s1600-h/My+fave+foto.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272234671415550610" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 212px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SSq9gAo44pI/AAAAAAAAAAw/N-1SKtl2O0Q/s320/My+fave+foto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto ini merupakan foto paling favorit diantara foto-foto keluarga kami yang lain. Pertama karena jarang sekali kami difoto lengkap berlima, kedua karena di mataku foto ini sangat cerah warnanya. Tapi yang utama karena di foto itu Papi merangkul Mami dan aku, 2 wanita yang ada dalam hidupnya. Senang sekali rasanya. Maklum jarang sekali Papi menyatakan perasaannya dengan pelukan atau rangkulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat foto ini diambil waktu kami liburan ke Prapat bersama seorang tamu dari Inggris, aku lupa namanya dan dia lah yang mengambil foto ini. &lt;em&gt;Thanks to him, otherwise I will not have a picture with all of the family member.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ya, boleh dikatakan kami cukup sering dibawa berlibur oleh Papi dan Mami, kalau tidak ke Berastagi ya ke Prapat. Bahkan pernah ke Sidikalang mengunjungi Mr. Muller yang mengelola pabrik minyak nilam di sana.&lt;br /&gt;Sebelum memasuki kota Sidikalang, di sebelah kiri jalan ada air terjun yang tidak terlalu besar tetapi cukup indah untuk dilewatkan begitu saja.&lt;br /&gt;Kami berhenti dan kemudian Papi turun mendekati air terjun tersebut untuk merasakan dinginnya air. Ah...waktu itu aku khawatir sekali Papi terpeleset dan jatuh lalu terbawa arus sungai Lau Renun yang deras itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Agustus 2008 yang lalu, saat dalam perjalanan ke Tele, kami melewati air terjun tersebut, dan kepada anak-anak Tita dan Tanti aku ceritakan kisah keberanian kakek mereka...hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitu aja dibilang berani ya...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita soal minyak nilam...hmm...aku senang sekali wangi minyak nilam ini. Wangi minyak nilam selalu melekat di tubuh Papi kalau Papi pulang dari kantor. Aku tidak tahu tapi mungkin dulu Rispa sempat punya penyulingan minyam nilam sehingga tubuh Papi pun harum minyak nilam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tahu aku dimana bisa dibeli minyak nilam, mau lah aku..untuk mengobati rinduku pada Papi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-2097594328038256427?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/2097594328038256427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=2097594328038256427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/2097594328038256427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/2097594328038256427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2008/11/kemesraan-kami.html' title='Kemesraan kami'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SSq9gAo44pI/AAAAAAAAAAw/N-1SKtl2O0Q/s72-c/My+fave+foto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2149317960943664638.post-5693084818612280797</id><published>2008-11-24T11:51:00.001+07:00</published><updated>2009-01-15T22:31:48.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesterday Once More'/><title type='text'>Ayah Ibu ku</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SUqB_5_rGfI/AAAAAAAAABo/_esHvbAi2ls/s1600-h/nikon+029.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281176447944956402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SUqB_5_rGfI/AAAAAAAAABo/_esHvbAi2ls/s320/nikon+029.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aku lahir sebagai anak pertama dan satu-satunya perempuan dari 3 bersaudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahku bernama Vincentius Hardjito, seorang Jawa yang sangat santun tapi pendiam. Beliau lahir di Surabaya pada tahun 1924 dan pada tahun 1957 merantau ke Sumatera Utara untuk bekerja di AVROS. Papi, begitu kami biasa memanggilnya adalah tamatan dari ITB, yang pada saat itu masih bernama Technische Hogeschool Bandung.&lt;br /&gt;Ibuku, adalah seorang keturunan Tionghoa Baba yang lahir di Medan pada tahun 1935. Mami, berbeda dengan Papi sangat banyak bicaranya dan senang mengobrol dan bertemu dengan orang banyak. Kalau dilihat mereka berdua sangat bertolak belakang kepribadiannya. Mereka menikah pada tahun 1965.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Aku rasa di masa itu tidak banyak perkawinan campur antara pribumi dengan keturunan Tionghoa. Makanya aku salut dengan Opa dan Oma baik dari pihak Papi maupun Mami yang bisa menerima pernikahan ini.&lt;br /&gt;Papi merupakan anak ke dua dari 8 bersaudara; 6 pria dan 2 wanita.&lt;br /&gt;Dari cerita papi aku mengetahui bahwa mereka dulu hidup sangat sederhana tapi selalu berbahagia.&lt;br /&gt;Mami sendiri merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Opa Sei Kera (dulu mereka tinggal di Jl. Sungai Kera simpang Jl. Sulawesi) bukan seorang yang berpendidikan, tetapi beliau sangat senang membaca. Berbagai jenis buku sering dibelinya di Titi Gantung. Buku yang sudah dibacanya pasti penuh dengan coretan dan catatan kecil disetiap halamannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/STt8Hs6NC4I/AAAAAAAAABg/o0t-cQpH7-Q/s1600-h/nikon+032.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276947860150881154" style="WIDTH: 302px; CURSOR: hand; HEIGHT: 224px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/STt8Hs6NC4I/AAAAAAAAABg/o0t-cQpH7-Q/s320/nikon+032.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;"Foto kami di rumah Kampung Baru (sekarang mess PPKS)"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Papi menikah pada usia yang sudah tidak muda lagi 41 tahun sementara mami berusia 30 tahun. Empat tahun Papi menunggu sampai Mami mau menikah dengannya. Menurut Mami, dulu dia tidak terlalu suka dengan Papi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Papi mu dulu ceking dan hitam" begitu komentarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yeah..I can see that.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi Papi selalu tampil rapi walau tidak dendy.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku suka sekali dengan gayanya berpakaian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lihat foto di atas ini, khas Papi dengan dompet di saku kemeja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Papi adalah seorang yang sangat sederhana, jujur dan disiplin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berangkat kerja selalu lebih awal yakni sebelum lonceng kantor dibunyikan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya..lonceng..khas perkebunan meskipun sebenarnya bukan lonceng tetapi velg truk yang dipukul dengan batang besi..teng..teng..teng..suaranya terdengar ke seluruh penjuru kompleks tempat karyawan tinggal termasuk kami.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kedisiplinan Papi sering membuat sebal karyawan-karyawan yang ingin santai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Papi paling sebal kalau pagi-pagi karyawan sudah baca koran sehingga tukang koran dilarangnya masuk ke komplek perkantoran. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada memang tukang koran namanya Pak Amat, uuuhh..marah sekali Papi kalau melihat dia berkeliaran di sekitar kantor.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kasihan Pak Amat, dia selalu mengayuh sepedanya kencang-kencang kalau melihat Papi datang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Papi juga sangat jujur. Pernah sekali waktu kami masih sekolah: aku, adikku Alfons mengobrol ngalor ngidul di beranda belakang sementara Papi membaca koran. Kami membicarakan tentang mimpi-mimpi kami untuk bisa kelak keliling dunia. Lalu kami bercanda mengatakan bahwa paling gampang kalau korupsi agar bisa ke luar megeri. Mendengar hal ini Papi marah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Heh..apa itu korupsi. Belajar yang baik, kerja yang baik dengan sendirinya kesempatan untuk ke luar negeri akan datang." begitu katanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Iya, memang itulah pengalamannya sendiri. Karena pekerjaannya Papi mendapat banyak kesempatan untuk keliling dunia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ucapannya itu selalu aku ingat bahkan aku teruskan juga ke anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I am very proud of him.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Teman-teman kerjanya yang sekarang banyak menjadi pasien ku selalu mengatakan bahwa Papi lah Direktur Rispa yang paling jujur dan disiplin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga kami, anak-anak dan cucu-cucunya bisa menjaga nama baiknya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2149317960943664638-5693084818612280797?l=akarkudikampungbaru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/feeds/5693084818612280797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2149317960943664638&amp;postID=5693084818612280797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/5693084818612280797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2149317960943664638/posts/default/5693084818612280797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akarkudikampungbaru.blogspot.com/2008/11/ayah-ibu-ku.html' title='Ayah Ibu ku'/><author><name>Maria Niniek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09536945124071008873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/TP7u41b4U-I/AAAAAAAAAas/pc78lTSA40k/S220/Bertiga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_r0gacd1JPKM/SUqB_5_rGfI/AAAAAAAAABo/_esHvbAi2ls/s72-c/nikon+029.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
