Sejak SMP saya hobby sekali nonton bioskop. Kalau sudah suka dengan bintang film nya atau kalau ada film yang bukunya pernah saya baca pasti saya akan menontonnya. Apalagi dulu film-film Indonesia masih lumayan layak untuk ditonton tidak seperti sekarang yang sudah dipenuhi dengan genre film horor yang tidak bermutu.Zaman tahun 80an, hampir semua bioskop di Medan pernah saya kunjungi.
Saat itu ada bioskop Ria, Riang, Cathay, Majestic, Juwita, Medan (di Jl. Perdana), Astanaria (di Jl. Iskandar Muda). Itu lah bioskop-bioskop yang populer saat itu. Tapi bioskop saat itu belum senyaman Cinema 21.
Kalau dulu pulang dari nonton kadang bokong kita bentol-bentol. Karena bioskop dulu banyak kepindingnya, kutu busuk.
Sehingga pulang dari nonton saya langsung diminta ibu saya untuk merendam baju yang saya pakai nonton, tidak boleh menggantungnya di kamar mandi.
Karena takut kutu busuk nempel di baju dan kalau digantung di kamar mandi ada pakaian lain dia bisa nempel juga ke situ.
Kadang pun bukan hanya kutu busuk, tikus juga ada.
Saya pernah sekali nonton, lagi seru-serunya tiba-tiba ada tikus nyelonong di bawah kursi, kaget setengah mati. Akhirnya saya tidak bisa menikmati film dan sepanjang film saya mengangkat kaki karena takut digigit tikus.
Syukur lah sekarang bioskop sudah lebih nyaman. Pulang nonton tidak bentol-bentol digigit kutu busuk, baju yang dipakai nonton juga tidak harus segera dicuci
Tapi tetap ada satu hal yang sering mengusik pikiran saya.
Saya perhatikan setiap selesai nonton, umumnya penonton tidak mau membereskan sampah minuman dan snacknya sendiri. Sampah dibiarkan berserakan di kursi dan di lantai atau di kolong.
Sungguh tidak sedap dipandang mata. Padahal kalau dilihat dari penampilan penonton Cinema 21 sekarang ini, pasti lah mereka datang dari kalangan menengah ke atas. Kalau sudah begitu mestinya perilaku kebersihannya juga sudah lebih baik lah ya..
Tapi kenyataannya koq tidak ya..?
Memang sudah ada petugas kebersihan tapi rasanya kalau masing-masing penonton mau bertanggungjawab atas sampahnya sendiri, mungkin petugas bisa memperhatikan aspek lain dari kebersihan bioskop.
Memang pernah saya dengar ungkapan dari temannya teman yang mengatakan kalau kita yang mengurusi sampah kita nanti petugas kebersihan jadi tidak ada kerjanya, karena memang itu kan tugas mereka.
Walah, apa begitu..?
Saya pikir dengan memasukkan sampah kotak atau kaleng minuman dan sampah bungkus snack ke dalam kantong plastik (yang pasti diberikan waktu kita membeli snack tersebut) dan membuangnya ke tong sampah yang ada di luar bioskop tidak lah terlalu merepotkan kita.
Kalau saya kebetulan memang selalu mengumpulkan sendiri sampah makanan dan minuman yang saya bawa dan membuangnya di tong sampah yang ada di luar.
Saya yakin pengusaha Cinema 21 bisa membantu mendidik dengan membuat suatu pengumuman bagi penonton, sama seperti pengumuman untuk tidak mengangkat kaki atau mematikan handphone saat menonton.
Kenapa tidak dibuat pengumuman yang meminta agar sampah dikumpul sendiri oleh penonton dan dibuang di tempat yang sudah disediakan.
Bukan kah itu mendidik...?


0 komentar:
Poskan Komentar